Meski berukuran kecil, organ reproduksi wanita memiliki peranan yang sangat penting dalam proses reproduksi seorang wanita mulai dari menstruasi, konsepsi (pembuahan), kehamilan, hingga  persalinan. Sayangnya, pendidikan mengenai kesehatan reproduksi seksual dalam keluarga sering dianggap tabu. Orang tua menganggap pendidikan kesehatan reproduksi dan seks sudah cukup untuk remaja, meskipun hanya disampaikan dalam beberapa jam pelajaran saja. Akibatnya, banyak perempuan tumbuh dewasa tanpa mengenal dengan baik organ reproduksinya selain karena alasan menstruasi. Hal ini pun membuat wanita rentan termakan berita hoax seputar kehamilan dan kontrasepsi. 

Baca: Hoax tentang Kontrasepsi, Bagaimana Cara Mengetahui Kebenarannya?

Nah, kini saatnya Anda mengingat kembali seluk beluk organ reproduksi wanita agar dapat menjaga kesehatannya, mendeteksi jika ada hal yang tidak wajar, bersikap kritis terhadap rumor yang beredar, dan lebih percaya diri menyampaikan pada anak ketika mereka beranjak remaja. 

Berdasarkan letaknya organ reproduksi wanita dibagi menjadi 2 yaitu organ genitalia bagian luar (eksterna) yang lebih berperan untuk senggama dan organ reproduksi bagian dalam (interna) yang berperan sebagai tempat untuk ovulasi, pembuahan sel telur, transportasi, implantasi (melekatnya janin), dan tumbuh kembang janin.  

Organ genitalia wanita jika diurutkan mulai dari bagian terluar yaitu: 

Mons veneris. Ini adalah bagian menonjol yang menutupi tulang kemaluan, tersusun dari jaringan lemak dan sedikit jaringan ikat. Mons veneris adalah bagian yang mulai ditumbuhi rambut kemaluan saat anak perempuan memasuki masa pubertas. 

Labia mayora atau bibir kemaluan besar. Tersusun dari jaringan lemak dan kelenjar keringat. Letaknya di bawah mons veneris dan memanjang hingga ke perineum, area kulit antara lubang vagina dan anus. 

Labia minora atau bibir kemaluan kecil. Letaknya di dalam labia mayora, yang tersusun dari jaringan lemak dengan banyak pembuluh darah. Baik labia mayora maupun labia minora merupakan bagian sensitif yang bisa menerima rangsangan seksual. 

Klitoris. Bagian ini berbentuk seperti sebutir kacang hijau. Sifat erektil pada klitoris hampir sama seperti penis pada pria, sehingga sensitif terhadap rangsangan.

Vestibulum. Pada bagian bawah klitoris, terdapat rongga pembatas dua sisi labia minora yang bernama vestibulum. Di sinilah terdapat saluran kecing dan muara vagina. Di dalam vestibulum terdapat kelenjar bartholin atau vestibular yang menghasilkan cairan yang menjadi pelumas saat berhubungan seksual. 

Hymen atau selaput dara. Selaput dara adalah selaput membran tipis yang menutupi vagina. Selaput dara memiliki satu lubang yang ukurannya sedikit lebih besar, yang biasanya mengeluarkan darah menstruasi. 

Tonton video berikut agar lebih mudah membayangkannya.

Organ Reproduksi Bagian Dalam

Sementara itu, alat reproduksi wanita bagian dalam berbentuk seperti buah pir terbalik yang bertanduk dengan ukuran 7,5 x 5 cm. Di sinilah kegiatan reproduksi terjadi. Bagian yang menyusunnya mulai dari jalan masuknya adalah:

Vagina. Bagian yang paling sering disebut sebagai alat reproduksi wanita ini memiliki tempat di bagian dalam, di belakang kandung kemih. Fungsi vagina adalah jalan masuk sperma menuju rahim dan jalan keluar darah menstruasi serta jalur lahir bayi.

Serviks. Jalan masuk antara rahim (uterus) dan vagina ini disebut leher rahim. Bagian yang paling rentan terhadap penyakit ini berbentuk dinding sempit namun dapat melebar ketika proses persalinan. 

Uterus. Inilah ruang untuk janin tumbuh dan berkembang. Bentuknya menyerupai buah pir yang gepeng dan tersusun dari lapisan otot yang memiliki sifat elastis sehingga bisa membesar sesuai dengan perkembangan janin. Posisinya pun tidak lurus dengan vagina, melainkan membentuk sudut seperti posisi orang membungkuk. Selama proses persalinan, uterus akan mengalami kontraksi yang akan membantu janin keluar lewat jalan lahir. 

Tuba falopi. Tuba falopi menghubungkan ovarium dan uterus. Saluran telur yang berada di kanan dan kiri rahim ini berfungsi sebagai tempat terjadinya pembuahan dan persiapan hasil pembuahan sebelum menuju rahim. 

Ovarium. Sama seperti tuba falopi, indung telur juga berjumlah dua buah dan terletak di kedua sisi rahim. Ovarium berbentuk oval sebesar ibu jari. Di sinilah produksi sel telur (ovum), hormon estrogen, dan progesteron terjadi. Setiap 28 hari, ovarium mengeluarkan sel telur secara bergantian yang menyebabkan siklus menstruasi. 

Baca: Pentingnya Mengetahui Ovulasi dan Masa Subur

Ternyata, banyak juga ya bagian yang menyusun sistem reproduksi wanita. Tidak perlu menghafalnya seperti saat Anda masih sekolah. Memahami cara kerja organ reproduksi secara keseluruhan sudah cukup. Yang penting, Anda tahu bagaimana cara menjaga dan merawatnya.

 

 

Data pendukung: Venamelia (Dokter Muda Universitas Pelita Harapan)



Tanya Skata