Berita tentang pernyataan salah seorang komisioner KPAI (Komite Perlindungan Anak Indonesia) mengenai kemungkinan terjadi kehamilan saat wanita berenang di kolam renang yang bercampur dengan pria tengah menjadi perbincangan. Pasalnya, pernyataan tersebut membuat wanita resah untuk berenang karena takut hamil. Apakah pernyataan tersebut benar adanya? Cek fakta tentang sperma berikut ini!

1. Sel sperma akan mati di luar vagina

Saat terjadi ejakulasi di luar (tidak di dalam vagina), sperma akan mati beberapa menit kemudian di permukaan dingin dan kering. Paling lama, sperma dapat bertahan selama 30 menit, namun kemungkinannya sangat kecil.

Di dalam air hangat tanpa campuran apapun, sperma bisa bertahan beberapa menit. Di dalam air panas, sperma akan langsung mati karena suhu tinggi. Sementara di dalam rahim, sperma bisa bertahan 3-5 hari karena terlindungi oleh lendir serviks (leher rahim).

2. Sel sperma mati jika terkena zat kimia

Jika ejakulasi terjadi di kolam renang, kandungan klorin atau kaporit yang berfungsi sebagai desinfektan air akan membunuh sperma sebelum sperma mampu berenang. Bahkan, zat kimia seperti busa sabun untuk berendam di bak mandi pun dapat membunuh sel sperma. 

Baca: Gel Kontrasepsi, Alternatif Kontrasepsi Hormonal untuk Pria

3. Sel sperma harus berenang hingga ke tuba falopi untuk pembuahan

Untuk mampu membuahi sel telur yang berada di dalam tuba falopi, sel sperma perlu melewati jalan berlapis yaitu:

(1) liang vagina, tempat terjadinya penetrasi oleh penis, yang panjangnya sekitar 7-10 cm, 

(2) leher rahim, yaitu bagian yang menghubungkan liang vagina dengan rahim,

(3) uterus atau rahim, tempat janin akan tumbuh jika terjadi kehamilan, dan

(4) tuba falopi, yaitu jalur keluar sel telur dari ovarium (indung telur). 

Baca: Inilah Fakta tentang Kontrasepsi Darurat

Dalam kasus ejakulasi di dalam kolam renang, dengan volume air sebanyak itu, kecil kemungkinan sperma bisa bertemu dengan sel telur hingga tuba falopi. Apalagi, sperma akan langsung mati terkena air kolam renang yang mengandung klorin. Jangan bayangkan sperma yang mengambang bebas di air kolam lalu terkena bagian vagina wanita yang sedang berenang (yang pastinya tertutup pakaian renang), lalu sperma berenang masuk melalui 4 bagian organ reproduksi wanita di atas dan terjadi pembuahan. Meskipun pakaian renang memiliki pori-pori yang dapat ditembus cairan, kecil kemungkinan sperma dapat menembus hingga ke dalam vagina dalam kondisi di atas.

Nah, jadi tidak perlu khawatir lagi berenang di kolam renang umum ya!

 

Artikel ini telah direview oleh dr. Dyana Savitri Vellies, Sp.OG

 



Tanya Skata