Anda pasti mengetahui istilah menstruasi, namun belum tentu dapat menjelaskan ovulasi dengan baik. Padahal, keduanya sama-sama menjadi bagian dari siklus reproduksi wanita. Apalagi, jika Anda sedang merencanakan kehamilan atau sebaliknya, ingin menunda kehamilan dengan cara tradisional, mengetahui kapan menstruasi dan kapan ovulasi (masa subur) adalah hal wajib. Berikut penjelasannya.

Apa itu ovulasi?

Ovulasi adalah proses yang terjadi dalam siklus menstruasi perempuan, yaitu pecahnya folikel telur yang matang dan melepaskan sel telur melalui tuba falopi ke uterus (rahim) untuk dibuahi. Ovulasi yang terjadi teratur setiap bulan akan menghasilkan siklus menstruasi yang teratur pula, sehingga dapat menjadi indikator sehat tidaknya organ reproduksi seseorang ataupun untuk mendeteksi terjadinya kelainan pada ovarium. 

Kapan ovulasi terjadi?

Ovulasi terjadi saat pertengahan siklus menstruasi, yaitu 12-14 hari sebelum periode haid berikutnya, selama 12-24 jam. Siklus menstruasi sendiri menunjukkan pola datangnya haid, dihitung sejak hari pertama haid hingga hari pertama hari berikutnya. Normalnya, siklus menstruasi adalah 21-35 hari. Hari ke-1 pada siklus haid adalah hari pertama terjadinya menstruasi. 

Menstruasi terjadi dalam beberapa tahap, yaitu:

1. Proses pertumbuhan folikel

Folikel adalah kantung cairan yang menjadi bakal sel telur (ovum). Proses ini dipengaruhi oleh hormon agar folikel dapat tumbuh dan menghasilkan sel telur matang. 

2. Pelepasan sel telur (ovulasi)

Sel telur yang matang kemudian akan dilepaskan/dikeluarkan dari ovarium dan masuk ke dalam tuba falopi. Fungsi saluran falopi ini adalah untuk menangkap sel telur dan sebagai jalan bagi sperma agar dapat membuahi sel telur. Sperma bisa bertahan hidup di tuba falopi ini selam 5 hari. Inilah mengapa ovulasi disebut juga dengan masa subur. Pada tahap ini pula, dinding rahim telah mengalami penebalan agar dapat menjadi tempat bernaung sel telur yang telah dibuahi. 

3. Menstruasi

Jika terjadi pembuahan, ovulasi berhenti. Sebaliknya, apabila tidak terjadi pembuahan, maka dinding rahim yang menebal akan luruh, proses inilah yang dinamakan menstruasi. Artinya, menstruasi adalah luruhnya dinding rahim yang dimulai sekitar 14 hari setelah ovulasi. 

Jadi, kapan tepatnya masa subur terjadi?

Masa subur sebenarnya terjadi saat wanita mengalami ovulasi. Namun, masa subur telah dimulai sekitar 5-7 hari sebelum ovulasi terjadi.

Adakah tanda-tanda bahwa wanita sedang mengalami ovulasi?

Meskipun berbeda-beda, umumnya wanita yang sedang mengalami ovulasi menunjukkan tanda-tanda berikut: 

1. Meningkatnya suhu basal tubuh

Hormon yang berperan dalam proses ovulasi akan meningkatkan suhu basal tubuh 0,1-0,2 derajat Celcius. Suhu basal tubuh adalah suhu tubuh pada saat beristirahat. 

2. Keputihan

Menjelang ovulasi, serviks (leher rahim) lebih lunak dan basah serta terjadi perubahan kekentalan lendir serviks. Akibatnya, keputihan menjadi lebih cair sehingga mempermudah masuknya sperma ke dalam tuba falopi untuk bertemu dengan sel telur. Jadi saat yang paling subur untuk berhubungan seksual adalah ketika keputihan tersebut mulai terlihat agak jernih. 

3. Merasa lebih bergairah

Tepat sebelum ovulasi, kadar estrogen dalam tubuh wanita mencapai level tertinggi. Hal ini membuat wanita merasa senang dan bersemangat, termasuk dalam konteks seksual. Wanita merasa lebih bergairah. 

Baca: Benarkah Menstruasi Meningkatkan Gairah?

4. Sakit pada bagian perut dan payudara

Merasakan sakit pada bagian ovarium yaitu perut bagian bawah pada masa ovulasi. Rasa sakit itu juga bisa muncul pada bagian punggung bawah pada saat ovulasi. Payudara juga terasa lebih kencang dan nyeri. Selain itu, wanita juga mengalami perubahan mood dan makin sensitifnya indera penciuman.

Cara mengetahui masa subur

Selain dengan menghitung siklus menstruasi, masa subur juga dapat diketahui melalui:

1. Menghitung suhu basal tubuh

2. Memeriksa kekentalan lendir serviks

3. Mengukur kadar LH (luteinizing hormone) dalam urin. Biasanya, kadar LH meningkat 24-36 jam sebelum ovulasi.

4. Tampak fern (gambaran pakis) di air liur

5. USG transvaginal (USG folikel)

6. Pemeriksaan hormon progesteron, dimana hormon ini meningkat saat ovulasi.

7. Menggunakan kalkulator penghitung masa subur

Beberapa cara di atas dilakukan dengan menggunakan alat. Hal ini penting, khususnya bagi pasangan yang berencana untuk melakukan proses inseminasi buatan atau in vitro fertilization.

 

Untuk berkonsultasi lebih lanjut mengenai masa subur, ovulasi, maupun perencanaan kehamilan, Anda dapat berkonsultasi dengan dr. Nurida Memorisa Siagian, Sp.OG setiap Selasa (15.00-18.00), Rabu dan Kamis (15.00-19.00) di Klinik SamMarie Wijaya

 

Data pendukung oleh: Lisa Tampake (Dokter Muda Universitas Pelita Harapan)

 



Tanya Skata