Bagi remaja, Hari Valentine mungkin masih menjadi salah satu hari spesial yang dirayakan bersama teman maupun pacar. Sayangnya, perkembangan zaman dan kemudahan akses informasi membuat remaja masa kini rentan menunjukkan kasih sayang mereka dengan cara yang tidak sesuai dengan nilai-nilai keluarga maupun norma yang berlaku. Melarang mereka untuk merayakannya bisa membuat Anda dicap “jadul”, kolot, bahkan “lebay”. 

Sebesar apapun Anda memberi alasan, jika memang hal tersebut tidak sejalan dengan prinsip yang diyakini anak, masih ada kemungkinan mereka merayakan valentine sesuai kondisi lingkungan pertemanan mereka. Apalagi, remaja sedang berlatih mengambil keputusan sendiri dan merasa sudah dewasa. Jika sudah begini, adu argumen tidak ada manfaatnya. 

Baca: Pahami Remaja, Ketahui Perkembangan Otaknya

Nah, bagaimana jika Anda membuka percakapan dengan anak mengenai alternatif cara merayakan valentine? Mengambil bahan diskusi dari media sosial atau berita televisi bisa memantik ide menarik. Jangan lupakan cara bicara yang tepat ya, karena ini akan menentukan diterima tidaknya ide Anda oleh remaja. Berikut ini adalah aktivitas positif yang bisa dilakukan remaja untu merayakan Hari Valentine.

1. Masak bersama

Berkutat di dapur mungkin kurang menarik bagi remaja masa kini. Mengapa tidak usulkan acara memasak bersama dengan gengnya di rumah Anda? Membuat coklat valentine bisa jadi masih menarik bagi mereka, walaupun membuat masakan sederhana seperti membuat kue kering, memasak pizza mie, atau meracik smoothies special valentine juga tidak kalah menantang. Anda bisa sekaligus PDKT dengan teman-teman dekat anak.

Baca: PDKT dengan Teman Anak, Gimana Caranya?

2. Menggalang donasi 

Kasih sayang identik dengan pengorbanan dan kepedulian, termasuk pada mereka yang sedang ditimpa musibah. Menggalang donasi untuk mereka yang terkena banjir dan tanah longsor, begitu juga mereka yang kurang mampu bisa menjadi aktiviras positif untuk merayakan valentine. 

3. Mengajak anak panti asuhan ke arena bermain

Anda mungkin cukup mampu karena bisa mengajak anak bersenang-senang di arena bermain atau playland di mal saat mereka kecil. Sayangnya, mereka yang kurang mampu bisa jadi tidak memiliki kemewahan itu. Ajak remaja membayangkan betapa senangnya anak-anak tersebut jika diajak bermain di playland. Mungkin hal tersebut akan menjadi pengalaman tak terlupakan hingga dewasa. Anak bisa patungan biaya dengan teman-temannya sesuai kemampuan mereka, kemudian tanyakan apa yang ia rasakan setelah melihat kebahagiaan yang terpancar di wajah anak-anak tersebut. 

4. Kasih sayang untuk bumi

Selain kasih sayang untuk mereka yang kurang mampu, Hari Valentine juga bisa dirayakan dengan menyayangi bumi lho! Gerakan minim sampah semakin populer di kalangan generasi muda. Membantu menyalurkan wadah plastik bekas kemasan makanan, minuman, atau produk lain ke bank sampah dapat menjadi aktivitas positif yang membuktikan bahwa generasi muda masa kini adalah generasi peduli. Membuat sharing session dengan mengundang sosok yang terkenal dengan hidup less waste juga dapat dilakukan bersama dengan teman-temannya.

Baca: Yuk, Kelola Sampah Bersama Keluarga!

5. Mengajak pacar untuk family dinner

Jika Anda belum mengenal baik pacarnya, mengapa tidak menawarkan anak untuk mengajak pacarnya family dinner bersama Anda dan pasangan? Di rumah maupun di restoran, tujuannya adalah saling mengenal. Tentu saja, Anda tidak perlu merasa khawatir dan sibuk mengingatkan jam malamnya. 

6. Storytelling ke anak penderita kanker

Tahukah Anda, Hari Kanker Sedunia diperingati setiap tanggal 4 Februari. Membuka mata remaja bahwa penderita kanker mungkin tidak akan terpikir tentang Hari Valentine karena hari-harinya hanya dijalani dari kemoterapi ke kemoterapi mungkin akan membuat remaja tergerak untuk melakukan sesuatu. Mendongeng atau storytelling ke anak penderita kanker di rumah singgah atau rumah sakit bisa jadi hal yang mudah bagi remaja, namun sangat berarti bagi anak-anak penderita kanker.  

Baca: Ketika Kanker Menjadi Buah Semangat

7. Membuat konten kreatif di media sosial

Remaja Anda aktif di media sosial? Menantangnya membuat konten kreatif untuk merayakan valentine bisa menjadi aktivitas positif untuknya. Misal, rekomendasi film valentine, info merchant yang memberi diskon valentine, buku yang cocok diberikan untuk kado valentine, ataupun tutorial membuat coklat valentine anti gagal. Jangan lupa, sifatnya untuk seru-seruan saja ya, jangan sampai anak malah sedih ketika postingannya tidak mendapat view atau likes yang banyak.

Jika remaja memiliki ide lain yang positif untuk rayakan Hari Valentine, beri apresiasi. Membesarkan remaja memang membutuhkan strategi karena cara-cara otoriter bisa malah menjauhkan mereka dari orang tua. Jika Anda ingin tahu seperti apa saja cara bicara dengan remaja yang tepat, pilih artikelnya di sini.



Tanya Skata