Banyak orang mengenal kanker sebagai penyakit mematikan, namun tidak banyak yang tahu bahwa risiko mereka terkena kanker semakin besar dengan selalu meningkatnya jumlah penderita kanker dari tahun ke tahun. Salah satu badan riset kanker di bawah WHO (organisasi kesehatan dunia) menunjukkan bahwa 1 dari 6 wanita akan mengalami kanker, sementara 1 dari 11 wanita akan meninggal karena kanker. 

Kanker payudara berada di urutan pertama dengan jumlah pederita sebanyak 25,4% dari total penderita kanker di seluruh dunia, disusul dengan kanker usus besar, paru, dan serviks, menurut data yang dikeluarkan oleh American Insitute for Cancer Research pada tahun 2018. Apa saja gejalanya? Bagaimana kanker tersebut bisa banyak menyerang wanita? Yuk, berkenalan lebih lanjut dengan empat kanker yang umum dialami wanita!

1. Kanker payudara 

Kanker payudara bisa terjadi di usia berapapun, namun risiko meningkat seiring bertambahnya umur. Meskipun belum ada pencegahan yang pasti untuk kanker payudara, pemeriksaan payudara sendiri atau SADARI dapat dilakukan untuk mendeteksi adanya sel kanker pada payudara. Selain itu, mengenali faktor risikonya bisa membantu Anda melakukan tindakan preventif. Apa saja faktor pemicunya? 

• Anda seorang wanita. Meskipun bisa menyerang pria, kanker payudara 100 kali lebih lazim ditemukan pada wanita.

• Faktor usia. Dua dari tiga wanita yang terkena kanker payudara agresif berusia 55 tahun ke atas. 

Baca: Kanker, Bagaimana Bisa Muncul?

• Riwayat kanker pada keluarga. Risikonya meningkat hingga dua kali lipat jika ibu, kakak, atau anak memiliki kanker payudara, dan akan meningkat tiga kali lipat jika ada dua dari anggota keluarga yang memilikinya. 

• Radiasi. Wanita yang sedang melakukan radiasi untuk penyakit kanker lain akan memiliki resiko terkena kanker payudara, terutama jika pengobatan dilakukan ketika payudara masih berkembang. 

• Menstruasi dini. Risiko tinggi juga dialami oleh wanita yang mengalami menstruasi di bawah usia 12 tahun dan menopause di atas usia 55 tahun. 

• Hamil pertama >30 tahun.

• Obat-obatan. Diethylstilbestrol (DES) –obat yang digunakan untuk mencegah keguguran- meningkatkan risiko kanker. 

• Tidak menyusui. Hal ini juga bisa meningkatkan resiko penyakit kanker payudara.

• Kurang olahraga dan kelebihan berat badan, khususnya jika terjadi pasca menopause. 

2. Kanker serviks

Infeksi kronis yang disebabkan oleh human papillomavirus (HPV) adalah penyebab utama kanker serviks. Anda bisa terkena HPV lewat kontak kulit, seperti kegiatan vaginal, anal, atau seks oral dengan orang yang memiliki virus tersebut. Hal lain yang bisa memicu kanker serviks adalah merokok, sistem imun yang lemah, infeksi Chlamydia, kelebihan berat badan, pengobatan hormon, dan tidak melakukan pap smear secara berkala. 

Baca: Ingin Menjalani Tes Pap Smear, Ini yang Perlu Anda Ketahui!

Karena itu, penting bagi wanita yang telah aktif secara seksual untuk melakukan tes deteksi dini kanker serviks, yaitu melalui pap smear/IVA/HPV DNA. Bagi yang masih remaja atau belum aktif secara seksual, vaksin HPV dapat mencegah kanker serviks. Suntikan ini bisa diberikan pada remaja usia 10 tahun. Bagi remaja berusia di bawah 14 tahun, dua kali suntikan sudah cukup.

Baca:Vaksin HPV untuk Remaja, Perlukah?

3. Kanker paru-paru

Paparan zat kimia dan partikel di udara adalah salah satu penyebab kanker paru-paru. Walaupun merokok bisa menjadi penyebab utama kanker paru-paru, tapi tak semua penderita kanker ini berasal dari perokok aktif. Bisa jadi mereka adalah perokok pasif, bahkan tak pernah merokok namun terpapar radon gas, asbestos, arsenic (baik yang dihirup maupun berasal dari minuman), asap diesel, dan polusi udara. 

4. Kanker endometrium 

Kanker ini menyerang endometrium atau bagian dalam dari uterus (rahim). Makin tua usia, makin besar risiko kankernya. Hal yang menjadi pemicunya adalah tingkat hormon dalam tubuh, seperti konsumsi estrogen tanpa progesteron, serta tamoxifen untuk pengobatan kanker payudara. Menstruasi dini, terlambat menopause, riwayat ketidaksuburan, serta tidak memiliki anak juga bisa meningkatkan risiko kanker endometrium, begitu juga dengan riwayat keluarga yang memiliki HNPCC, Lynch syndrome, atau polycystic ovary syndrome (PCOS).

Jika Anda merasa memiliki hal yang dapat memicu kanker di atas, segera diskusikan dengan dokter ahli untuk mengetahui besar kecilnya kemungkinan untuk terkena kanker. 

Artikel ini telah direview oleh dr.Dyana Savitri Vellies, SpOG(K)

 



Tanya Skata