Tidak sedikit orangyang bertanya apakah berhubungan seksual saat menstruasi berisiko atau tidak. Sebenarnya, hal ini lumrah saja dilakukan walaupun ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan agar kedua belah pihak sama-sama dapat menikmati momen intim ini. Salah satunya, adalah dengan mempertimbangkan risikonya. 

Apa saja risiko melakukan hubungan seks saat menstruasi? 

1. Meningkatnya kemungkinan tertular infeksi menular seksual (IMS)

Bila hubungan dilakukan tanpa menggunakan kondom, semakin besar kemungkinan Anda tertular IMS. Hal ini dapat terjadi karena hubungan seksual itu sendiri melibatkan pertukaran cairan tubuh serta skin to skin genital contact. Adanya keterlibatan cairan menstruasi membuat penularan IMS terjadi lebih cepat. 

Baca: Herpes Genital, IMS yang Tidak Dapat Disembuhkan

Saat menstruasi, terdapat beberapa perubahan pada organ genital wanita tersebut, seperti adanya penurunan dari lapisan pelindung protektif mulut rahim (cervical mucous plug), posisi mulut rahim menjadi lebih terbuka, dan juga peningkatan pH vagina. Hal-hal inilah yang berkontribusi dalam meningkatnya transmisi penyakit menular seksual bila berhubungan saat menstruasi. 

2. Kemungkinan terjadi kehamilan

Selain dari itu, berhubungan saat menstruasi bukan berarti terbebas sepenuhnya dari kemungkinan terjadinya kehamilan, walaupun kemungkinannya memang lebih kecil. Hal ini dikarenakan adanya beberapa wanita yang memiliki siklus menstruasi lebih pendek daripada siklus pada umumnya. 

Perlu juga diingat bahwa sperma dapat bertahan hidup di dalam tubuh wanita tersebut setelah berhubungan hingga 5-7 hari lamanya. Maka dari itu, apabila anda memiliki siklus menstruasi yang tergolong lebih pendek dari pada umumnya (contohnya siklus mens 21-24 hari) tidak ada salahnya bila berhubungan dengan tetap menggunakan proteksi berupa kondom untuk menghindari kehamilan yang tidak diinginkan. 

3. Perubahan siklus menstruasi

Risiko lainnya berupa terjadinya perubahan dari durasi siklus menstruasi. Hal ini dapat terjadi karena berhubungan saat menstruasi meningkatkan kontraksi dari rahim sehingga aliran darah menstruasi meningkat dan durasi pun menjadi memendek dari yang biasanya. 

Baca: Menstruasi Tidak Teratur, Normal Nggak Sih?

Kelebihan berhubungan seks saat menstruasi

Mengesampingkan segala risiko-risiko yang sudah disebutkan diatas, beberapa orang tentu berpikir, apakah berhubungan saat menstruasi tidak ada keuntungannya sama sekali? 

Tentu saja ada! Beberapa nilai plus dari berhubungan saat menstruasi diantaranya adalah mengurangi rasa nyeri kram saat menstruasi. Hal ini dapat terjadi karena disaat seseorang berhubungan dan mengalami orgasme, maka otot-otot dinding rahim juga ikut berkontraksi dan meregang. Pada saat meregang inilah, kram pun akan mereda. Selain itu, hubungan seksual meningkatkan pelepasan senyawa kimia yang disebut endorfin, sehingga rasa nyeri menstruasi pun dapat berkurang. 

Sebuah studi juga mengungkapkan bahwa berhubungan saat menstruasi dapat mengurangi sakit kepala dan migrain. 

Yang perlu diperhatikan sebelum berhubungan

Berhubungan seksual saat menstruasi umumnya aman dilakukan asalkan dilakukan dengan mempertimbangkan risiko-risiko yang sudah disebutkan diatas. Agar berhubungan dapat dilakukan dengan senyaman mungkin, taruhlah handuk berwarna gelap sebagai pelapis diatas tempat tidur. Selain itu, bila tidak ingin mengotori ranjang, maka berhubungan dapat dilakukan juga di kamar mandi. Jangan lupa untuk menggunakan kondom, agar risiko terhadap penularan penyakit infeksi menular seksual maupun kehamilan lebih berkurang. 

 

 

Editor: Menur Adhiyasasti

 

 

 

 

 



Tanya Skata