Mungkin Anda bingung, dapatkah seorang wanita terkena anemia hanya karena menstruasi? Meski kelihatannya “hanya” menstruasi, namun pada kondisi tertentu menstruasi dapat menyebabkan anemia. Untuk lebih jelasnya, mari kita pahami dulu tentang anemia.

Apa itu anemia?

Anemia adalah berkurangnya hemoglobin (protein yang mengandung zat besi) di dalam sel darah merah. Sel darah merah ini berfungsi untuk mengangkut sel darah merah yang kaya oksigen ke seluruh tubuh. Berkurangnya hemoglobin membuat tubuh dan otak tidak cukup menerima oksigen dan tidak dapat berfungsi dengan baik.

Anemia dapat disebabkan oleh berbagai macam hal, antara lain berkurangnya darah, infeksi, kurangnya nutrisi, gangguan penyerapan zat besi, dan penyakit kronis. 

Bagaimana menstruasi dapat menyebabkan anemia?

Darah menstruasi yang keluar setiap bulan merupakan darah yang juga mengandung zat besi. Jika berkurangnya darah ini tidak diimbangi dengan konsumsi makanan yang kaya zat besi, maka wanita rentan mengalami anemia defisiensi besi (ADB).

Wanita yang menstruasinya sangat deras (heavy menstrual bleeding) lebih berisiko mengalami anemia. Kapan menstruasi dikatakan sangat deras? Jika volume darah menstruasinya mencapai 80 ml.  

Apa tandanya menstruasi terlalu deras?

Dalam situs Centre for Menstrual Cycle and Ovulation Research Kanada, disebutkan bahwa rata-rata wanita mengeluarkan darah 10 ml - 35 ml setiap menstruasi. Satu buah pembalut biasanya memiliki daya tampung sebanyak 5 ml atau satu sendok teh cairan. Jika sekali menstruasi, Anda menghabiskan 7 pembalut penuh, hal tersebut masih dikatakan normal. 

Namun, jika darah menstruasi Anda memerlukan 16 pembalut (setara 80 ml darah) maka hal tersebut sudah dapat digolongkan sebagai menorraghia atau menstruasi yang sangat deras. 

Menorraghia dapat disebabkan oleh tingginya hormon estrogen dalam tubuh atau rendahnya kadar progesteron yang menyebabkan dinding rahim menjadi ekstra tebal sehingga darah menstruasi jadi sangat banyak (endometrial hyperplasia). Kondisi ini wajar terjadi pada wanita menjelang usia menopause (perimenopause) dan masa remaja.

Kenyataannya, hanya sepertiga wanita di dunia yang mengalami anemia. Karenanya, menstruasi sebanyak 12 pembalut atau 60 ml sudah dapat dikategorikan sebagai sangat deras. 

Jika sulit mengukur jumlah darah menstruasi dengan akurat, adakah gejala yang bisa menandakan terjadinya anemia?

Pemeriksaan oleh tenaga kesehatan biasanya mencari beberapa tanda seperti warna pucat pada kelopak mata dalam bagian bawah, sudut bibir pecah-pecah, suhu tubuh rendah di ujung jari tangan dan kaki, dan rambut rontok. Sementara itu, gejala yang dirasakan antara lain rasa lemas, letih, nafas pendek-pendek, tidak tahan hawa dingin, sulit konsentrasi, dan kepala terasa ringan.

Bagaimana cara mengobatinya?

Konsumsi makanan tinggi zat besi, seperti daging-dagingan khususnya bagian hati, ikan, kerang, dan seafood. Daging merah memiliki konsentrasi zat besi yang lebih tinggi walau semua daging kaya akan zat besi. Beberapa tumbuhan juga mengandung zat besi, seperti biji-bijian, kacang-kacangan, dan sayuran.

Namun, jika Anda sudah positif terkena anemia, maka diperlukan suplemen penambah darah. Jenis suplemen apa yang tepat bisa Anda konsultasikan terlebih dahulu pada tenaga kesehatan karena berbeda jenis anemia berbeda pula penanganannya.

 

 

 



Tanya Skata