“Bu, katanya Tuhan itu satu tapi katanya juga Tuhan ada dimana-mana, yang benar yang mana sih, Bu?”

“Yah, bagaimana sih bisa ada matahari? Ada nggak yang lebih panas dari matahari?”

“Ibu, kenapa kalo mendung awannya hitam?” 

Deretan pertanyaan kritis akan keluar dari anak yang cerdas. Sebagai orang tua, kita harus selalu siap dengan jawaban. Biasanya pertanyaan anak terkait dengan pengalaman keseharian yang berhubungan dengan lingkungannya. Urusan sekolah, lingkungan sekitar rumah, komunitas atau berita yang ia dengar. Bisa juga berupa cerita dan pengalaman teman, berhubungan dengan bacaan, film, lagu, band yang sedang hits, atau artis yang sedang digemari. 

Tak tahu jawabannya? Tak perlu risau. Kita memang ladang informasi anak, namun mencari jawaban bersama adalah salah satu cara terbaik baik dalam mendapatkan informasi maupun mempererat komunikasi, lho. Cari tahu lagi yuk, serba serbi merespon jawaban anak! 

Saat anak bertanya, langkah awal yang Anda harus perhatikan adalah sikap dalam merespon. Antusias, itu yang pertama. Pastikan Anda semangat dalam menanggapi apapun kalimat yang terlontar dari mulut anak. Ketika Anda paham jawabannya, terangkan dengan kalimat yang deskriptif sesuai dengan usianya. Jika Anda tak tahu jawabnya, tak apa bersikap terbuka dan jujur. “Wah, Ibu juga bingung nih kok awan mendung warnanya hitam. Cari tahu sama-sama, yuk!” Ajak anak untuk terlibat dalam pencarian informasi. Dengan anak ikut terlibat, mencari informasi akan menjadi sesuatu yang menyenangkan. 

Lalu, bagaimana jika Anda mendapat pertanyaan yang sulit dari anak? Misalnya, “Bu, masa si A tadi di sekolah bilang ‘brengsek’ deh trus dimarahin sama Miss. Emang apa sih bu arti ‘brengsek’?”

Sebelum Anda mengeluarkan komentar negatif dengan nada keras (dengan maksud agar anak tahu betapa buruknya kata tersebut), sebaiknya Anda ikuti langkah-langkah berikut:

1. Mengulangi pertanyaan anak untuk memastikan apa yang ditanyakan

Mengulang pertanyaan, “Hmm ok, kamu ingin tahu arti kata ‘brengsek’ ya?” alih-alih bersikap reaktif seperti, “Hush! Nggak boleh ngomong gitu nggak sopan!” 

2. Mencari tahu dari mana anak mengetahui hal yang berhubungan dengan pertanyaan tersebut

Hindari memarahi anak dengan kalimat, “Ngomong yang nggak bener kamu!” Ganti dengan “Kamu pernah dengar nggak kata itu sebelumnya?” 

Baca: Menghindari Rasa Marah terhadap Anak

3. Menggali informasi apa yang telah anak ketahui

Tanyakan pada anak, “Menurut kamu ‘brengsek’ itu apa? Kenapa ya Miss bisa sampai marah begitu?” ‘

4. Menjelaskan sesuai dengan usia anak

Meskipun Anda paham arti dari kata yang ditanyakan, namun membuat anak (khususnya yang masih kecil) paham dengan penjelasan Anda adalah masalah berbeda. Karenanya, selaraskan kalimat dan bahasa yang digunakan dengan kata-kata yang dapat dicerna olehnya. 

“Brengsek itu kata yang tidak baik, mengatai orang sehingga membuat orang sedih. Kita tidak boleh menggunakan kata itu untuk siapapun. Apalagi pada keluarga atau teman.”

Baca: Tahap Kemampuan Komunikasi Anak, Orang Tua Wajib Tahu

Ketika kita menjawab dengan respon positif dan terarah, maka anak akan paham makna suatu kata sekaligus merasa dirinya dihargai karena orang tua mau menanggapi dengan sabar. Ketika anak puas, rasa ingin bertanya pada orang tua menjadi meningkat. Sehingga, anak pun akan mudah terbuka dengan Anda. Jadi, selalu beri respon positif pada pertanyaan anak dan libatkan mereka dalam prosesnya, ya! 

 

 



Tanya Skata