Jika Anda sudah menikah atau sudah aktif secara seksual, pastikan Anda mengetahui dengan baik tentang HIV/AIDS berikut gejalanya. Alasannya, data dari Kementrian Kesehatan selama 10 tahun terakhir menunjukkan bahwa tenaga non profesional atau karyawan merupakan penderita HIV/AIDS terbanyak di Indonesia sebanyak 17.887 jiwa, disusul oleh ibu rumah tangga sebanyak 16.854 jiwa. Artinya, siapapun bisa terinfeksi HIV.

HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dan dapat berkembang menjadi AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) jika tidak diobati. AIDS adalah kumpulan gejala atau penyakit yang diakibatkan oleh melemahnya sistem kekebalan tubuh karena infeksi HIV. Jika seseorang sudah menderita AIDS, tubuhnya sudah tidak mampu lagi melawan infeksi.

Virus HIV memiliki masa inkubasi (waktu yang dibutuhkan oleh mikroorganisme untuk mulai masuk ke dalam tubuh hingga menimbulkan gejala klinis) selama 2 sampai 4 minggu. Masuknya virus HIV ke dalam tubuh dapat terjadi melalui perlukaan dengan objek tercemar seperti jarum suntik, komponen darah yang terkontaminasi, transmisi vertikal (ibu ke janin) atau mukosa genital (kontak seksual).

Gejala infeksi HIV pada awalnya sulit untuk dikenali karena bersifat asimptomatik (tidak menimbulkan gejala) atau hanya gejala ringan yang mirip dengan flu dan diare. Dilihat dari gejalanya, infeksi HIV hingga menjadi AIDS terbagi dalam tiga fase, yakni sebagai berikut:

Fase pertama: infeksi HIV akut

Pada fase ini penderita umumnya akan muncul constitutional symptoms atau gejala umum seperti sakit kepala, sariawan, kelelahan, radang tenggorokan, hilang nafsu makan, diare, nyeri otot, membengkaknya kelenjar getah bening, dan berkeringat. Meskipun tampak ringan, gejala tersebut menunjukkan bahwa jumlah virus dalam aliran darah (viral load) sedang meningkat dan akan menyebar lebih tinggi dalam tubuh dan lanjut pada tahap berikutnya

Fase kedua: fase laten HIV

Pada fase ini, penderita tidak menunjukkan tanda dan gejala yang khas, bahkan akan merasa bahwa dirinya sehat seperti tidak terinfeksi. Namun, pada fase ini virus HIV akan berkembang biak dan menyerang sel darah putih yang mempunyai berperan dalam melindungi tubuh dalam melawan infeksi. Periode latensi ini dapat berlangsung hingga satu dekade atau lebih. Sel-sel darah putih atau kekebalan tubuh yang diserang oleh virus HIV yaitu sel-sel yang merupakan lini pertahanan tubuh yang disebut CD4+ atau sel T4. Pada akhir fase ini, sel darah putih akan berkurang secara drastis, sebab itu akan menunjukkan gejala lebih parah yang akan muncul.

Fase ketiga: AIDS

Pada fase ini, penderita akan memiliki AIDS, dimana kondisi tubuh hampir kehilangan kemampuannya untuk melawan penyakit virus. Hal ini disebabkan oleh karena jumlah sel darah putih (CD4 + < 200 sel per mikroliter darah) berada di kuantitas rendah. Tanda-tanda HIV-AIDS dapat menunjukkan gejala berat badan yang menurun secara drastis, sering terkena demam, mudah lelah, diare kronis dan pembengkakan kelenjar getah bening, keringat berlebihan di malam hari, dan sesak nafas akibat infeksi paru-paru. Karena pada fase AIDS sistem kekebalan tubuh sangat lemah, maka penderita rentan terkena infeksi oportunis seperti infeksi bakteri, virus, jamur dan kanker seperti Sarcoma Kaposi, kanker leher, rahim dan limfoma.

Jika Anda merasa mengalami hal-hal tersebut, segera lakukan pemeriksaan HIV di klinik atau rumah sakit yang melayani VCT (voluntary couselling and testing). Untuk mengetahui apa saja jenis tesnya, baca di sini.

 

 

Editor: Menur Adhiyasasti



Tanya Skata