Selama ini, pilihan alat kontrasepsi lebih banyak ditujukan untuk wanita, seperti IUD, pil KB, suntik KB, maupun implan. Sementara itu, alat kontrasepsi untuk pria terbatas pada kondom atau kontrasepsi mantap, yaitu vasektomi. Kini, terdapat satu lagi alat kontrasepsi yang dapat digunakan oleh pria, yaitu gel kontrasepsi. 

Pada dasarnya, gel kontrasepsi memiliki kandungan nestorone yaitu hormon progestin sintetis dan testosteron. Nestorone ini bekerja dengan cara menekan produksi testosteron pada testis yang berdampak pada berkurangnya produksi sel sperma. Sementara itu, testosteron sintetis berfungsi menyeimbangkan turunnya produksi testosteron agar pengguna gel kontrasepsi tetap memiliki libido, terjaga mood-nya (suasana hati), dan berat badan terkendali. 

Cara penggunaan gel kontrasepsi

Meskipun berbentuk gel yang dikemas seperti pelumas (lubricant), gel kontrasepsi tidak dioleskan langsung di penis, melainkan pada kulit bagian punggung dan bahu. Setelah dioleskan, maka akan ada 6 mg hormon testosteron dan 0,8 mg progestin yang terserap ke dalam tubuh. Efeknya, jumlah dari sel sperma yang diproduksi semakin berkurang sehingga resiko terjadinya pembuahan menjadi lebih kecil. Cukup gunakan sebanyak setengah sendok teh, maka efektivitasnya dapat bertahan hingga 3x24 jam. 

Efektivitas gel kontrasepsi

Untuk menentukan efektivitas gel kontrasepsi, para ilmuwan sedang melakukan uji klinis yang dimulai tahun 2018 dan direncanakan berlangsung selama 4 tahun. Karena itulah, gel kontrasepsi belum dijual bebas. Namun, salah satu penelitian yang dimuat dalam The Journal of Endocrinology and Metabolism menunjukkan bahwa penggunaan gel kontrasepsi selama 20-24 minggu mampu menurunkan konsentrasi sperma pada 88,5% pria hingga 1 juta per milliliter. 

Efek samping penggunaan gel kontrasepsi

Efek samping dari penggunaan gel kontrasepsi relatif rendah. Sejauh ini, beberapa perubahan yang dialami oleh pengguna gel kontrasepsi adalah munculnya bintik-bintik kecil di  sekitar punggung, naiknya dorongan seksual, dan kenaikan berat badan sebanyak 1-2 kg. Mengingat uji klinis masih berlangsung, maka efek samping penggunaan dalam jangka panjang masih belum dapat diketahui.

Semoga saja, gel kontrasepsi ini segera dinyatakan terbukti efektif dan aman, agar pria dan wanita memiliki partisipasi yang sama besar dalam kontrasepsi.

 

 

Editor: Menur Adhiyasasti



Tanya Skata