Tahun 2020, pemerintah berencana untuk mengadakan sertifikasi pranikah sebagai syarat wajib bagi pasangan yang akan menikah. Tujuannya, untuk membekali calon pengantin –baik pihak wanita maupun pria- pengetahuan seputar kesehatan reproduksi, pengasuhan anak, keuangan keluarga, dengan harapan keduanya bisa lebih siap menghadapi kehidupan perkawinan sehingga mampu menekan angka perceraian, stunting (balita gagal tumbuh karena kurang gizi), dan kemiskinan.

Meskipun menuai pro dan kontra, namun adanya pembekalan bagi calon pengantin ternyata mendapatkan dukungan dari banyak pihak. Dari polling yang dilakukan di Instagram @skata_id, sebanyak 92% menyatakan setuju dengan pembekalan pranikah. Sejumlah usulan materi yang perlu disampaikan saat pembekalan pranikah antara lain manajemen emosi, resolusi konflik, perencanaan keluarga,  ilmu parenting dan financial planning, kesehatan mental, serta cara berkomunikasi. 

Sebenarnya, apa saja materi sebaiknya dipelajari oleh calon pasangan suami istri (pasutri) dalam pembeklan pranikah? Psikolog dari KALM, Wenny Aidina, M.Psi, menjabarkannya dalam sejumlah poin berikut:

1. Makna pernikahan bagi masing-masing pasangan

Materi ini adalah materi brainstorming untuk membuka wacana berpikir kedua calon pasutri tentang arti pernikahan, hal yang ingin dicapai dalam pernikahan, maupun gambaran pernikahan yang dimiliki oleh masing-masing pasangan. Hal ini akan memberi kesempatan tiap pihak untuk mengenal pasangan dengan lebih baik, serta sama-sama berdiskusi untuk menyamakan persepsi tentang pernikahan.

2. Komitmen pernikahan

Calon pasutri perlu menyadari bahwa pernikahan adalah komitmen yang akan dijalani seumur hidup. Tujuannya, agar masing-masing dapat membangun kesiapan untuk menjalani pernikahan, dan mempersiapkan diri untuk senantiasa melakukan penyegaran hubungan pernikahan agar tidak terjadi kejenuhan.

3. Komunikasi efektif antarpasangan

Banyak perselisihan yang terjadi dalam pernikahan disebabkan oleh kesalahan dalam berkomunikasi. Tidak banyak yang menyadari bahwa pria dan wanita memiliki perbedaan cara berkomunikasi yang kelak akan membawa pengaruh besar saat berumah tangga. Karenanya, saling memahami bagaimana cara masing-masing dalam mengkomunikasikan sesuatu dan memahami perbedaan cara penyampaian pesan antar individu menjadi penting untuk dipelajari. Hal ini juga akan membantu pasangan nantinya dalam proses penyelesaian masalah karena sudah memahami cara komunikasi masing-masing.

4. Proses penyelesaian masalah

Dalam materi ini pasangan akan belajar bahwa dalam pernikahan akan ada tantangan-tantangan yang dapat menjadi pemicu permasalahan. Sehingga, masing-masing individu diharapkan dapat mempelajari dan mempersiapkan diri serta mencari jalan keluar yang disepakati bersama bila masalah tersebut muncul. Selain itu, pasangan juga akan belajar alternatif problem solving yang dapat diterapkan ketika berhadapan dengan masalah.

5. Pengetahuan finansial

Materi ini mengajak pasangan untuk saling terbuka dalam hal finansial dalam bentuk mengetahui pemasukan pasangan, biaya yang akan ditanggung pasangan sebelum menikah, biaya yang akan dikeluarkan setelah menikah, dan cara-cara mengatur keuangan selama hidup berumah tangga. Meskipun kondisi finansial yang baik bukanlah faktor utama kebahagiaan rumah tangga, namun masalah finansial kerap menjadi sumber masalah dalam rumah tangga. Mempersiapkannya sejak dini dapat mengurangi potensi konflik karena urusan keuangan.

Baca: Keluarga Besar vs Keluarga Kecil: Gali Lubang Tutup Lubang

6. Penyesuaian diri

Materi ini akan memberikan gambaran kepada pasangan bahwa menikah adalah proses penyesuaian diri sepanjang hidup, baik menyesuaikan diri untuk hidup dengan pasangan beserta kebiasaannya dan keluarganya, sekaligus menyesuaikan diri dengan tantangan-tantangan yang akan dijalani selama hidup berumah tangga. Dalam materi ini, pasangan juga akan dipaparkan mengenai tantangan penyelesaian diri yang akan dihadapi dan bagaimana cara menghadapinya serta saling belajar dari pasangan ketika ia berhadapan dengan tantangan tersebut 

7. Cara mempertahankan momentum cinta

Meskipun calon pasutri memiliki keyakinan bahwa susah senang akan dijalani bersama, namun kenyataan membuktikan bahwa semangat pada awal pernikahan dapat menghilang seiring dengan waktu. Karena itu, salah satu hal penting yang wajib dipelajari oleh calon pasutri adalah mengetahui hal-hal apa saja yang dapat dilakukan untuk mempertahankan momentum cinta agar keharmonisan rumah tangga dapat terjaga.

Baca: Habis Nikah Masih Romantis, Kenapa Tidak?

Ternyata, persiapan menikah tidak semata “punya uang berapa” dan mau tinggal dimana ya. Dari ketujuh materi di atas, sebagian besar merupakan persiapan mental karena memang ternyata hal tersebut memegang peranan kunci keharmonisan rumah tangga. Jika Anda mengahadapi masalah seputar persiapan pernikahan atau pernikahan, Anda dapat berkonsultasi dengan KALMselor di sini.

8. Perencanaan keluarga

Yang juga tidak boleh dilupakan adalah pentingnya pengetahuan tentang perencanaan keluarga. Termasuk di dalamnya adalah perencanaan kehamilan, pada usia berapa berencana untuk hamil, berapa banyak anak yang ingin dimiliki, dan berapa tahun jarak antaranak. Mengapa perencanaan keluarga itu penting? Karena hal tersebut akan mempengaruhi berbagai macam aspek dalam keluarga, dari pemenuhan gizi anak, kesehatan mental ibu, hingga kemampuan finansial kepala keluarga. 

Ingin mengetahui lebih  banyak tentang perencanaan keluarga, baca artikel “Menjadi Arsitek Atas Kebahagiaan Keluargamu”.

 



Tanya Skata