Kesehatan anak ternyata bukan hanya ditentukan oleh asupan makanan dari ibu selama masa kehamilan. Ternyata, ayah juga memiliki peran juga dalam kesehatan anak. Penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa usia dan gaya hidup ayah memiliki pengaruh besar pada kesehatan anak-anaknya, bahkan jauh sebelum mereka dilahirkan.

Seperti kita ketahui, ibu hamil yang merokok atau minum alkohol akan mempengaruhi kesehatan janin, tetapi kebiasaan yang sama yang dilakukan ayah, termasuk faktor usia juga dapat berkontribusi pada cacat lahir, autisme, obesitas, penyakit mental, dan masalah kesehatan lain pada anak-anak.

Rokok merusak gen ayah

Secara singkat, faktor usia dan kebiasaan yang tidak sehat dapat menyebabkan perubahan pada gen ayah. Kita ambil contoh merokok. Menurut penelitian dari Uppsala Universiteit tahun 2013 yang dimuat oleh Science Daily, merokok mampu mengubah beberapa gen yang kemudian diketahui sebagai penyebab kanker dan diabetes.  Selain itu, daya tahan tubuh semakin lama makin menurun, begitu juga dengan kualitas sperma calon ayah yang merokok. Perubahan ini kemudian diturunkan kepada anak-anaknya, bahkan ke cucu-cucunya.

Ayah obesitas, anak sulit bergaul

Penelitian Dr. Edwina Yeung yang dimuat di situs The Telegraph menunjukkan bahwa anak yang ibunya mengalami obesitas memiliki tingkat kegagalan yang lebih besar saat melakukan tes motorik halus. Sementara itu, 75% anak yang memiliki ayah obesitas (tetapi ibunya tidak), memiliki kemampuan sosial yang rendah dan sulit berteman. Tes ini dilakukan selama 6 kali sejak anak berusia 4 bulan hingga 3 tahun.

Hal ini membuktikan bahwa berat badan berlebih seorang ayah pada masa pembuahan mampu menyebabkan keterlambatan tumbuh kembang anak. Meskipun belum jelas apa yang menyebabkan hal tersebut, namun penelitian pada hewan menunjukkan bahwa ayah ibu dengan berat badan berlebih mampu menimbulkan peradangan pada otak bayi yang kelak membahayakan pertumbuhan anak. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa obesitas mampu mengubah wujud gen dalam sperma.

Ayah obesitas, anak berisiko obesitas

Obesitas pada ayah juga mampu meningkatkan risiko obesitas pada anak. Anak juga berisiko mengidap diabetes, metabolisme yang tidak normal, dan sejumlah kanker. Hal ini dikarenakan obesitas dan ketidakcukupan nutrisi dapat menyebabkan perubahan sejumlah gen.

Baca: Apakah Obesitas adalah Suatu Penyakit atau Kecacatan Kesehatan?

Ayah berumur tingkatkan kemungkinan bayi cacat

Selain rokok dan berat badan, sebuah penelitian di Swedia menunjukkan bahwa calon ayah dengan usia di atas 45 tahun memiliki kemungkinan lebih besar untuk memiliki anak autis, terkena schizophrenia, dan kelainan psikis lainnya. Usia ayah yang lebih tua pun berkontribusi menyebabkan cacat jantung pada bayi. Risiko lebih besar terjadi jika ayah berusia lebih dari 35 tahun, dan meningkat di atas 50 tahun.

Pada pasangan yang memutuskan untuk memiliki bayi tabung, usia calon ayah di atas 40 tahun mampu menurunkan tingkat kelahiran hidup hingga 46%  dibandingkan jika calon ayah berusia antara 30-35 tahun. Karena itu, para pria di negara maju memiliki pilihan untuk menyimpan cadangan sperma di bank sperma saat usia mereka dalam kondisi terbaik untuk memiliki keturunan, dan menggunakannya kelak saat mereka siap berumah tangga dan memiliki anak.

Kesimpulannya, calon ayah dan ibu harus memperhatikan nutrisi dan gaya hidup, serta melakukan cek kesehatan saat berencana memiliki anak karena kondisi kesehatan kedua orang tua di trimester nol kehamilan memegang peranan penting bagi tumbuh kembang anak kelak.

sk

 



Tanya Skata