Ayah. Dengan sosoknya yang tangguh, ayah identik dengan urusan di luar rumah tangga. Dikenal  sebatas pencari nafkah, maupun membantu membetulkan perkakas rusak. Padahal layaknya ibu, peran ayah dalam keluarga juga penting dan tidak kalah beragam, khususnya dalam tumbuh kembang remaja.

Psikolog Sarah E. Hill dan Danielle J. Delpriore dari Texas Christian University pernah melakukan riset pada keluarga Ibu tunggal (single mom). Hasilnya, ketidakhadiran ayah (baik secara fisik dan psikologis) sangat berpengaruh pada fase pubertas, perkembangan reproduksi dan resiko seksual pada remaja, khususnya remaja perempua.  Sejatinya, remaja dalam pendewasaannya membutuhkan ayah sebagai role model dan menuntunnya menjadi pribadi yang positif. Remaja butuh seseorang yang mampu memberikan rasa aman saat mereka sedang dalam situasi sulit dan ayah bisa memberikan untuknya. Lalu apalagi peran ayah dalam tumbuh kembang remaja?

Peran ayah dalam perkembangan seksual 

Sarah Hill menemukan bahwa anak perempuan yang memiliki hubungan baik dengan ayah, mempunyai kemungkinan kecil pubertas dini dan tindakan seksual yang berisiko. Kenapa demikian? Ketika ayah tidak hadir, remaja perempuan memiliki pandangan bahwa lelaki secara general tidak setia. Sebaliknya, anak dengan kualitas kedekatan yang baik dengan ayah, mengalami perkembangan reproduksi yang lebih stabil dan penuh pertimbangan.

Peran ayah dalam kehidupan akademik 

Sebuah jurnal yang dirilis oleh www.elsevier.com tentang pengaruh kedekatan ayah pada remaja di Taiwan menjelaskan bahwa ayah memegang peranan penting dalam kesuksesan akademik remaja. Ketika ayah hadir dalam proses pendidikan remaja, mereka cenderung lebih fokus dan memiliki goal dalam menuntaskan pendidikan. 

Peran ayah dalam membangun kepercayaan diri  

Saat ayah terlibat dalam perkembangan emosi remaja, remaja akan mudah berekspresi sehingga membangun kepercayaan diri menjadi lebih mudah. Ia merasa dipercaya dan mampu menjadi dirinya baik di lingkungan pribadi hingga lingkungan sosial. Ayah yang hadir dan mendukung setiap aktivitas remaja menumbuhkan remaja yang aktif, berani tampil dan memiliki kepercayaan diri yang maksimal. 

Ayah sebagai panutan pembentukan konsep diri 

Orang tua, baik ayah maupun ibu harus menjadi sosok panutan untuk anak. Namun, ayah juga berperan dalam pembentukan konsep diri anak. Remaja yang positif lahir dari rumah. Bagaimana ia terdidik dengan baik  bisa menjadikannya pribadi yang bertanggung jawab, tidak labil, dan berpegang teguh pada konsep diri positif yang ia miliki walaupun dengan perubahan-perubahan yang mungkin terjadi. Peran ayah adalah memastikan ia miliki konsep diri yang matang sejak usia dini. 

Ayah sebagai motivator 

Kualitas psikologis anak mempengaruhi kehidupan remajanya. Motivasi dan dukungan yang diberikan Ayah bisa mempengaruhi kehidupan mental anak sehingga anak lebih kuat dalam menghadapi rintangan hidup yang mungkin muncul. Tak hanya itu, dalam hal belajar atau menekuni hobi di luar akademis, ayahlah yang memiliki peran sebagai motivator handal. 

Ayah sebagai tempat bersandar 

Di kala situasi menjadi berat, masalah mulai muncul dan remaja mulai kehilangan arah, ayah bisa menjadi tempat untuk bersandar. Emosi lelaki yang lebih stabil, membuat Ayah mampu memberi pelukan ketenangan tanpa ‘tedeng aling-aling’. Tugas ayah membantu anak menjadi sosok dewasa yang sehat dan bahagia, serta siap untuk menjadi ayah (atau ibu) yang baik. Apa yang terbaik utuk anak, adalah yang terbaik yang kita berikan. 

Dan Ayah, tugas Anda mulia untuk menjadi bagian dari itu semua. 

 

 



Tanya Skata