Tahukah Anda, bahwa peran ayah sangat besar dalam mempengaruhi kebiasaan makan anak sejak usia 20 bulan?

Meskipun anak belum mampu berbicara, tetapi ia sudah mampu meniru dan membentuk persepsi melalui apa yang dilihatnya. Jika ayah sering mengonsumsi minuman kemasan, membeli snack tinggi gula serta makan junk food, maka anak akan mengikuti kebiasaan tersebut. Setidaknya, itulah hasil penelitian Adam Walsh, dosen jurusan nutrisi di Deakin University Australia. Sayangnya, para ayah tidak sadar bahwa kebiasaan mereka dapat mempengaruhi kesehatan anak di kemudian hari.

Selama ini, peran ayah dalam kesehatan anak  -khususnya pola makan- tidak dianggap signifikan. Ibu terlihat lebih memiliki pengaruh dalam pola konsumsi anak. Pengambilan keputusan tentang makanan apa yang tersaji di meja makan, mulai dari proses belanja hingga memasak ada di tangan ibu. Ini membuat ayah cenderung lebih cuek dalam mengonsumsi makanan. Jika anak bermasalah dengan pola makan dan kesehatan pun, ibu yang lebih aktif berkonsultasi ke tenaga kesehatan.

Peran ayah zaman dulu vs masa kini

Hal ini wajar mengingat pembagian peran dalam keluarga tradisional tidak menekankan bahwa interaksi langsung ayah dengan anak membawa pengaruh penting. Apabila peran ayah dikaitkan dengan kesehatan anak, maka relasinya hanya sebatas pemenuhan kebutuhan finansial agar orang tua dapat menyediakan makanan bernutrisi, membayar biaya kesehatan, atau menyediakan tempat tinggal yang layak sehingga anak dapat hidup sehat.

Kini, dengan semakin banyaknya ibu yang bekerja, terjadi perubahan pola pengasuhan dimana peran ayah semakin besar. Memandikan, menyiapkan makanan sekaligus menyuapi, mengajak bermain kini bukan saja tugas ibu karena ayah masa kini bersedia untuk lebih banyak terlibat dalam pengasuhan anak. Dengan interaksi ayah dan anak yang semakin intens itulah anak memiliki lebih banyak kesempatan untuk mengimitasi sang ayah, hingga ke hal yang spesifik seperti makanan yang mereka sukai dan tidak sukai.

Ayah aktif, anak juga

Tidak hanya masalah pola makan. Ayah yang cenderung aktif bergerak juga mempengaruhi kondisi kesehatan anak.  Sebuah penelitian di Kanada yang berjudul “Pengaruh Tingkat Aktivitas Orang Tua pada Tingkat Aktivitas Anak” menunjukkan bahwa anak yang ayahnya terbiasa aktif bergerak memiliki kemungkinan 3,5 kali lebih besar untuk aktif secara fisik dibandingkan mereka yang ayahnya kurang aktif. 

Aktif secara fisik di sini tidak hanya dapat diartikan dengan mengajak mereka berolahraga, lho. Apalagi, jika anak masih kecil dan belum mampu memainkan jenis olahraga apapun. Mengajak mereka bermain kejar-kejaran pun sudah mampu berkontribusi positif terhadap kesehatan anak jika dilakukan secara rutin. Baik anak perempuan maupun laki-laki, permainan bebas dengan ayah semacam ini tidak hanya menyehatkan, namun juga membuat mereka belajar banyak hal: mengasah keberanian, belajar membuat batasan, belajar menghargai orang lain, serta meningkatkan kecerdasan sosial.

Pada anak usia sekolah atau remaja, peran ayah dalam menumbuhkan minat anak terhadap aktivitas fisik masih besar. Dengan pilihan olahraga yang makin beragam, ayah tidak hanya dapat membuat anak jatuh cinta dengan olahraga, namun juga dapat menjadi sarana bonding yang sangat penting bagi kesehatan mental anak. 

Ayah tidak suka bergerak, lalu bagaimana?

Jangan limpahkan “tugas” ini pada sekolah atau menganggap anak sudah cukup bergerak saat bermain dengan temannya. Kemajuan teknologi membuat manusia tidak perlu mengeluarkan banyak energi untuk melakukan sesuatu. Akibatnya, gaya hidup minim gerak dan makan enak membuat berbagai penyakit mudah menyerang. Tidak ingin kan, Anda terkena stroke saat anak masih membutuhkan Anda? Atau, bayangkan sulitnya mendetoks anak dari pola makan yang membuatnya mengalami obesitas.

Nah, kini saatnya Anda atau suami Anda berperan aktif dalam mendukung kesehatan anak. Mengubah kebiasaan memang tidak mudah. Namun, membayangkan anak tumbuh sehat hingga dewasa dalam dampingan Anda yang juga sehat, bisa menjadi motivasi yang membuat usaha Anda jauh lebih mudah.

 

 



Tanya Skata