Kesuburan atau fertilitas adalah kata yang sering kita dengar ketika seseorang akan menikah. Kesuburan adalah faktor yang sangat penting bagi pasangan tersebut agar dapat memiliki keturunan. Sayangnya, tidak semua pasangan menikah langsung dapat memiliki keturunan karena salah satunya bermasalah dengan kesuburan. Wanita masih sering dianggap menjadi sosok yang tidak subur, padahal tingkat kesuburan pria pun juga dapat menjadi penyebabnya. Apa saja yang mempengaruhi tingkat kesuburan pria?

1. Faktor usia 

Tingkat kesuburan pria dapat dinilai melalui tes yang bernama analisa sperma. Tes ini bertujuan untuk mengetahui motilitas sperma. Motilitas sperma adalah seberapa kuat sperma dapat berenang. Semakin buruk motilitas atau semakin lemah kemampuan sperma untuk berenang, tingkat kesuburan pria semakin rendah. 

Motilitas sperma sangat baik pada pria berusia 25 tahun atau kurang, sementara motilitas sperma semakin berkurang pada umur 55 tahun atau lebih. Pada suatu studi, ditemukan motilitas sperma pada pria yang berumur 55 tahun ke atas mengalami penurunan sebesar 54% dibandingkan pria yang berumur 30 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa faktor usia mempengaruhi kesuburan pria.

2. Varikokel 

Tingkat kesuburan pria juga dapat menurun karena faktor selain usia seperti varikokel, dimana terjadi pembengkakan pembuluh darah pada saluran buah zakar. Pembengkakan ini menyebabkan aliran darah tidak lancar. Varikokel merupakan salah satu penyakit yang sering menjadi penyebab kemandulan. Anda tidak perlu takut karena penyakit ini dapat disembuhkan. 

3. Epididimitis

Faktor lain yang dapat menyebabkan turunnya kesuburan pria adalah epididimitis atau pembengkakan pada saluran yang menyalurkan sperma dari testis ke sejumlah organ hingga akhirnya ejakulasi melalui saluran kencing (uretra). Penyakit ini dapat disebabkan oleh kelainan genetis, dapat juga disebabkan oleh perilaku seperti berhubungan seks dengan orang yang menderita infeksi menular seksual.

4. Fragmentasi DNA

Ketidaknormalan DNA yang terdapat di dalam sperma ternyata dapat menurunkan kesuburan pria. Fragmentasi DNA ini meningkatkan kemungkinan gagalnya pembuahan dan keguguran. Sejenis dengan abnormalitas tersebut, kelainan kromosom juga dapat menyebabkan cacat pada organ reproduksi pria yang berujung pada menurunnya kesuburan.

5. Radiasi

Faktor lingkungan juga dapat menurunkan tingkat kesuburan pria, salah satunya adalah radiasi. Radiasi dari televisi, lampu, dan komputer cukup kecil dan tidak berbahaya. Namun, sinar matahari dan alat X-ray memiliki tingkat radiasi yang tinggi. Jika sering terpapar dengan radiasi berbahaya tersebut, tingkat kesuburan pria dapat menurun. 

6. Pengobatan

Kesuburan pria dapat terpengaruh oleh pengobatan yang dijalani, seperti kemoterapi, obat anti jamur,dan obat lain yang dapat menyebabkan kerusakan sperma. Operasi pada organ yang dekat/berhubungan dengan organ reproduksi juga dapat menyebabkan turunnya kesuburan pria, yaitu operasi hernia, operasi testis, skrotum, maupun prostat. 

7. Suhu skrotum tinggi

Suhu buah zakar (skrotum) yang tinggi dapat mempengaruhi kesuburan pria dengan cara menurunkan tingkat produksi sperma dan mempengaruhi motilitasnya. Buah zakar dapat menjadi panas jika pria seringkali berendam dalam air panas, menggunakan celana yang ketat, atau meletakkan laptop di pangkuan. Selain itu, penggunaan sepeda motor pada hari yang panas juga dapat menyebabkan panasnya buah zakar karena tempat duduk yang panas dan posisi duduk yang menekan buah zakar ke tempat duduk yang panas tersebut. 

8. Merokok

Salah satu penyebab turunnya kesuburan pria yang umum ditemukan di Indonesia adalah merokok. Cukup banyak penelitian yang yang menunjukkan bahwa merokok dapat menyebabkan menurunnya produksi sperma dan kualitas sperma sehingga dapat menyebabkan kemandulan. Selain itu, mereka yang tidak merokok tetapi sering terpapar asap rokok (perokok pasif) juga berpotensi untuk memiliki tingkat kesuburan yang lebih rendah. Selain merokok, faktor seperti stres, depresi, berat badan berlebih, alkohol, dan penggunaan zat-zat terlarang seperti marijuana dan kokain juga dapat menurunkan tingkat kesuburan pria.  

 



Tanya Skata