Duh, kesal rasanya tiap lihat rumah berantakan, apalagi kamar si kakak. Barang-barangnya berserakan dimana-mana, pulang sekolah main lempar tas sembarangan, belum lagi wadah bekalnya dibiarkan kotor tanpa dicuci. Di usia yang sudah beranjak dewasa harusnya ia sudah mengerti arti tanggung jawab, kan? Sesederhana membereskan barang setelah dipakai, tidak meninggalkan piring kotor, dan bertanggung jawab akan kebersihan kamarnya. Ia ingin dianggap dewasa, tapi hal simpel seperti mencuci piring sehabis makan seringkali diabaikan. Kalau belum kena “nyanyian” Ayah atau Ibu, belum dikerjakan. Habis akal rasanya untuk membuatnya peduli dengan urusan rumah tangga. Bagaimana caranya, ya? 

Ayah, Ibu, mengajak remaja mengerjakan tugas rumah tangga bukan hal yang mustahil. Hanya memang, butuh banyak kesabaran dan pendekatan yang tepat. Pertama, pahami dulu bahwa masa remaja adalah masa dimana mereka ingin dianggap mandiri dan mampu. Tapi, mereka juga butuh diingatkan bahwa mandiri diikuti dengan tanggung jawab. Sebelum anda menyuruh mereka melakukan sesuatu, pastikan mereka paham yang dikerjakan punya manfaat untuknya bukan sekedar “karena disuruh”. 

Tetapkan zona bebersih di tiap minggu 

Ok, turunkan eksepektasi. Jangan mengharap remaja bersedia membersihkan seluruh ruangan dalam satu waktu. Berikan ia zona bebersih yang akan berganti di tiap minggu. Berikan instruksi bersama yang spesifik. Misal, zona bebersih untuknya minggu ini adalah area dapur. Artinya, tiap sebelum dan sesudah makan, ia harus menyiapkan makanan dan membersihkan setelah makan, termasuk cucian piring dan lantai yang kotor. Begitupula area lain di minggu berikutnya. 

Berikan contoh 

Tentu saja, berikan contoh! Penulis The Stay at Home Mum, Jody Allen, mengatakan “Kalau kita tak bisa membuat rumah bersih, bagaimana kita bisa mengharapkan remaja melakukan hal sebaliknya?” Berkaca pada diri sendiri dulu, apakah kita sudah mencontohkan bebersih pada remaja? Omelan Anda mungkin dianggap lalu bagi anak, tapi apa yang Anda kerjakan di depan mereka akan selalu membekas dalam ingatan.

Kerjakan bersama-sama 

Siapa bilang bebersih itu membosankan? Kencangkan musik, siapkan sapu, pel, dan alat bebersih, ajak remaja untuk membersihkan ruangan bersama-sama. Turunkan standar, jangan harapkan ruangan akan bersih sesuai ekspektasi Anda. Tapi, buat suasana bebersih menjadi lebih menyenangkan sekaligus menjadi momen kedekatan Anda dengan anak. Pelan tapi pasti, setelah mengerjakan beberapa kali, mereka akan tahu level kebersihan yang Anda harapkan. Fun? Sudah pasti! 

Reward? Boleh saja!

Remaja seperti anak-anak pada umumnya, senang diberikan apresiasi atas apa yang mereka kerjakan. Bedanya, bentuk apresiasi pada remaja tentu berbeda dengan anak-anak. Saat remaja berhasil melakukan tugas rumah tangga secara konsisten dalam beberapa bulan, berikan mereka apresiasi. Misalnya, mereka boleh pergi menonton konser band favoritnya, atau boleh menambah waktu bermain dengan gadgetnya di akhir minggu. Buat sekreatif mungkin agar mereka menjadi semangat untuk mengerjakan (lagi) seluruh tugas rumah tangga yang diberikan. 

Ada tips tambahan jika Anda memiliki anak laki-laki yang sudah menginjak usia remaja dewasa, yaitu dengan menggunakan pendekatan masa depan. Siapkah mereka kelak melakukan tugas rumah tangga di keluarga mereka sendiri? Ulasan lengkap dari sudut pandang remaja tentang hal tersebut, bisa Anda baca di sini.

 

 

 

 

 

 



Tanya Skata