Apa sih, konsep diri? Konsep diri adalah cara pandang dan sikap terhadap diri sendiri. Termasuk di dalamnya, cara pandang terhadap tubuh kita, harapan kita, dan bagaimana kita berpikir orang lain memandang kita. Sederhananya, konsep diri adalah pandangan, penilaian atau pandangan orang lain terhadap dirinya sendiri. Konsep diri seseorang sangat penting, karena perkembangan kepribadian serta perilaku di masyarakat sangat bergantung padanya. Terutama, di usia remaja yang rentan akan pencarian jati diri. Mereka akan segera menapaki dunia yang lebih luas, tentu dengan pergaulan sosial yang juga beragam. Konsep diri menjadi pegangan mereka untuk mengenal kekurangan dan kelebihan sehingga bisa menempatkan diri secara baik di lingkungan sosial. 

Baca: Pentingnya Konsep Diri Remaja dalam Menangkal Perilaku Berisiko

Pengenalan diri remaja tentu tak lepas dari dukungan orang tua karena sejatinya anak mulai mengenal jati dirinya sejak dini dan orang tua lah yang mendampingi pertama kali. Peran dan sikap orang tua merupakan bagian penting dari proses dan warna terbentuknya konsep diri. Begini caranya:

Melihat dari cara pandang anak 

Alih-alih bersikap tak acuh terhadap kekurangan anak yang selalu ia keluhkan, baiknya Anda memberikan sudut pandang positif dari kacamata mereka. Contoh, “Bu, hidungku pesek, aku hitam dan pendek. Aku jelek!” Biasanya, orangtua cenderung mengalihkan dan mengatakan ia cantik dan semua yang ia katakan tidak benar. Coba lihat dari cara pandang anak dan ganti kalimat tanggapan dengan, "Hidungmu memang tidak mancung, kulitmu tidak putih dan tinggi, tapi justru itu kelebihanmu diantara yang lain. Kamu unik, dan semakin kamu bersyukur, kamu justru akan unggul dengan yang menurutmu 'kekuranganmu’ itu." 

Mengajak melihat potensi 

Keluhan seperti “Aku nggak punya bakat. Rasanya semua yang aku lakukan gagal, ingin deh seperti A yang jago nge-dance, atau si B yang jadi atlet.” mungkin santar terdengar dari mulut remaja. Sebagai orangtua, tugas kita membantu mereka menggali potensi yang mungkin belum ia temukan. Jelaskan pada anak, bahwa tak semua yang mereka lakukan harus menjadi unggul. Setitik kemampuan mereka akan sesuatu, bisa menjadi potensi yang besar asalkan ia mau membuka diri. “Kamu kan tertarik sama mode, paham gaya pakaian yang kekinian. Coba yuk bikin vlog tips dan trik memilih pakaian, siapa tau kamu bisa menemukan bakat kamu di sana.” Jika anak masih merasa belum percaya diri, ajak ia membaca artikel tentang remaja difabel berprestasi di sini.

Memberikan afeksi tanpa jeda 

Remaja, seperti halnya anak yang baru tumbuh membutuhkan afeksi yang berlimpah dari orangtua untuk membangan konsep diri. Ketika ia tahu ia dicintai dengan kekurangannya, maka segala bentuk penurunan kepercayaan diri dari luar tidak bisa mengubah pandangan akan konsep diri yang ia miliki. Jangan ragu untuk selalu berikan pujian, dan kalimat afirmatif yang positif untuk anak di kesehariannya. Kepercayaan diri berangkat dari rumah. Ketika ia merasa aman dari rumah, maka tak sulit baginya untuk beradaptasi di luar.