Tahukah Anda, rata-rata pengguna gadget di dunia mengecek gadgetnya setiap 12 menit sekali? Hal ini setara dengan kegiatan berputar sebanyak 80 kali dalam sehari. Sayangnya, tidak ada yang bisa dilakukan untuk mencegah orang memeriksa gadgetnya terlalu sering karena gadget sudah menjadi kebutuhan sehari-hari, termasuk bagi remaja. Tentu saja hal ini dapat membawa efek negatif secara fisik maupun mental. Agar anak remaja Anda mampu menggunakan gadget seperlunya, beri ia informasi tentang dampak penggunaan gadget berlebih berikut ini:

Merusak mata

Dampak negatif yang paling umum adalah gadget dapat merusak mata. Menatap gadget terlalu lama dapat menyebabkan mata kering dan dapat mengakibatkan peradangan dan infeksi pada mata. Lebih parahnya lagi, gadget dapat mempengaruhi kesehatan mata secara jangka panjang. 

Mengubah postur tubuh

Selain merusak mata, gadget juga dapat mengubah postur tubuh jika digunakan berlebihan. Banyak orang yang mengalami nyeri di leher atau bahu akibat posisi kepala yang terlalu condong ke depan saat melihat gadget. Akibat dari penggunaan gadget ini, struktur tulang dapat membungkuk dan susah untuk kembali ke posisi normal. 

Mengganggu pola tidur

Penggunaan gadget yang berlebihan juga dapat mengganggu pola tidur seseorang, karena gadget mengeluarkan cahaya biru yang dapat mengganggu produksi hormon seperti melatonin yang dapat membantu seseorang untuk tidur. Remaja yang pola tidurnya tidak normal dapat menyebabkan terganggunya pola pikir dan konsentrasi.

Memori bermasalah

Jika remaja gemar menggunakan ponsel untuk menelepon dalam jangka waktu lama, ternyata bahayanya bukan pada mata, namun pada otak. Seperti yang dilansir oleh Science News for Students, radiasi pada ponsel ternyata mampu mengurangi kemampuan remaja dalam mengingat bentuk abstrak. Setidaknya, begitulah hasil penelitian yang dilakukan terhadap remaja di Swiss selama setahun.

Berkurangnya aktivitas fisik

Studi yang dimuat dalam The Journal of the American Medical Association 23 April 2019 menunjukkan bahwa remaja dan orang dewasa di Amerika Serikat menghabiskan rata-rata 8 jam sehari untuk duduk, yang salah satunya disebabkan oleh meningkatnya screen time mereka, baik itu untuk menonton TV, menggunakan komputer, atau ponsel. Terlalu banyak duduk otomatis mengurangi aktivitas fisik, yang kemudian berhubungan dengan meningkatnya angka diabetes, kanker, dan masalah kesehatan mental seperti depresi. 

Menurut Erin O’Loughlin, seorang psikolog masalah kesehatan di Concordia University, Kanada, ada alasan lain di luar penggunaan gadget berlebih yang mampu membuat anak dan remaja cenderung kurang gerak. Beberapa di antaranya adalah berkurangnya kesempatan untuk bermain di luar ruangan, aktivitas di sekolah yang cenderung banyak duduk, dan beban pelajaran di sekolah yang membuat remaja terpaksa mengurangi waktu olah tubuhnya. Ini belum termasuk pilihan transportasi bermotor dibandingkan dengan bersepeda atau berjalan kaki.

Nah, ternyata teknologi tidak selamanya membawa dampak positif ya. Membuat aturan bersama tentang penggunaan gadget mungkin bisa mengurangi dampak buruknya bagi remaja dan Anda sendiri. Jangan lupa, selalu cari cara dan ide untuk lebih banyak berinteraksi dengan remaja, apakah itu sekadar mengobrol atau olahraga bersama setiap akhir pekan. 

 

 

 



Tanya Skata