Gagdet kini bukan lagi sekadar alat komunikasi, namun sudah menjadi kebutuhan bagi remaja. Apalagi, dengan gadget remaja bisa mendapatkan berjuta informasi, bisa merekam momen masa muda mereka, dan menunjukkan kreativitas mereka pada dunia luar. Sekolah pun kini juga mulai berbasis teknologi. Guru memberi tugas via aplikasi, siswa mencari data untuk tugas di internet, termasuk laporan perkembangan anak yang mudah diakses orang tua tanpa harus bertatap muka dengan guru. 

Menyenangkan? Tentunya! Remaja bisa terlena saat sudah bersentuhan dengan gadget: lupa waktu, lupa belajar, lupa keluarga. Karena itu, saat Anda memperbolehkan anak menggunakannya, Anda pun harus siap mengajak remaja untuk membuat aturan bersama. Aturan yang dibuat bersama memungkinkan remaja lebih memiliki tanggung jawab untuk menaatinya. Apa saja aturan tersebut?

1. Membatasi penggunaan gadget pada malam hari

Kenapa hal ini penting? Malam hari adalah waktu bagi anak untuk belajar dan beristirahat. Jika pada malam hari mereka masih dibiarkan menggunakan gadget (apalagi di dalam kamar sendiri), mereka akan sibuk dengan ponselnya, scrolling media sosial, atau chatting bersama teman selama berjam-jam hingga larut malam. Padahal, jam tidur yang cukup penting bagi perkembangan otak. Tidur yang berkualitas memungkinkan remaja memulihkan energi agar bisa beraktivitas keesokan harinya.

2. Gunakan dengan bijak di sekolah 

Sejumlah sekolah melarang siswanya membawa gadget ke sekolah, khususnya ponsel. Alasannya, penggunaan ponsel bisa mengganggu konsentrasi belajar, bahkan dapat disalahgunakan untuk menyontek saat ujian. Jika diperbolehkan membawa ponsel ke sekolah, biasanya ada peraturan untuk tidak menggunakannya saat jam pelajaran. Ingatkan remaja, bahwa menggunakan gadget di sekolah harus digunakan dengan bijak. Gunakan hari-hari sekolah sebagai kesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan teman, fokus belajar, dan mengasah keterampilan secara langsung. Kecuali untuk kepentingan akademis, sebaiknya gadget digunakan setelah jam pulang sekolah.

3. Hindari asyik dengan gadget saat acara keluarga

Jelaskan pada anak pentingnya memiliki waktu yang berkualitas dengan keluarga, termasuk acara keluarga yang melibatkan keluarga besar. Asyik sendiri dengan gadget hanya akan membuat anggota keluarga lain merasa diabaikan, terlihat tidak sopan (khususnya terhadap anggota keluarga yang lebih tua), dan menghilangkan kesempatan anak untuk membangun kehangatan dengan anggota keluarga lainnya. Jika remaja tampak bosan, Anda sebagai orang tua bisa memilih topik pembicaraan yang menarik untuk remaja saat family time maupun memintanya untuk membantu mempersiapkan keperluan acara tersebut.

4. Berhati-hati saat mengambil gambar 

Remaja cenderung ingin mengambil gambar apapun, walaupun terkadang kurang etis dengan alasan iseng, lucu-lucuan saja, sensasionalisme, atau popularitas. Padahal, banyak kasus yang bermula dari sebuah foto. Tangan-tangan tak bertanggung jawab bisa melacak informasi seseorang hanya lewat sebuah foto di sosial media dan remaja kita bisa menjadi korban. Ini belum termasuk foto yang tidak diunggah ke media sosial namun disalahgunakan oleh orang yang menggunakan gadget-nya. 

5. Tidak boleh digunakan saat berkendara 

Tahukah Anda, setidaknya 70 ribu kecelakaan berkendara diakibatkan oleh penggunaan ponsel? Berkendara sambil menggunakan ponsel mungkin terlihat sepele, namun dapat menyebabkan kematian. Di Indonesia, larangan penggunaan ponsel saat berkendara sudah tercantum dalam Undang-Undang No.22 tahun 2009 dan bisa dikenakan pidana atau denda sebanyak Rp 750.000. Jadi, waspada dan matikan ponsel saat berkendara, ya. 

Yang terakhir, Anda pun harus ikut serta dalam aturan di atas. Children see, children do. Contoh yang baik akan memudahkan aturan Anda untuk dipatuhi. Saat orang tua menjalankan peraturan yang sama, tumbuh rasa hormat remaja. Jika masih memungkinkan, buat kesepakatan dengan remaja untuk memperbolehkan Anda memeriksa gadgetnya pada waktu tertentu. 

Baca: Intip Diam-diam Aktivitas Anak, Bolehkah?

Hal ini untuk mencegah anak menggunakan gadget untuk hal negatif atau mendapat pesan negatif dari pertemanan di dunia maya.  Untuk masalah akses tersebut, sesuaikan dengan usia remaja. Semakin dewasa usia remaja, biasanya memiliki privasi sudah menjadi keharusan. 

 

 

 

 

 

 

 



Tanya Skata