“Ainun tuh kalau sama teman-temannya lengket sekali. Sudah di sekolah selalu bareng, sampai rumah masih suka telpon-telponan. Belum lagi, akhir pekan suka minta hang out bareng mereka. Cemburu? Ya kadang. Buah hatiku yang dulu hanya nempel denganku, kini lebih memilih untuk curhat dengan teman-temannya. Jadi penasaran, apa saja sih yang mereka bicarakan?”, curhat Finita, ibu dari Ainun (12 tahun). 

Terdengar familiar? Mungkin Anda salah satu orang tua yang juga merasa seperti Finita. Tak heran, anak seusia Ainun memang sedang gemar-gemarnya berteman. Rasanya dunia ini hanya milik mereka. Orang tua menjadi gemas ingin ikutan nimbrung, sekedar ingin tahu apa sih yang membuat mereka begitu antusias. Siapa bilang Anda tak bisa? Anda bisa lho PDKT dengan teman anak. Selain membuat anak merasa orangtuanya peduli, Anda pun jadi less worry karena mengenal betul dengan siapa anak bergaul. Simak caranya berikut ini. 

Aktif di komunitas kegiatan anak 

Anak aktif di komunitas apa, sih? Yuk ikut berperan aktif. Astrid Wen, psikolog anak dan keluarga yang juga praktisi Theraplay, menyarankan orang tua untuk sesekali datang ketika anak mereka beraktivitas. Tidak ada salahnya Anda memperkenalkan diri dengan teman-teman anak (dan juga orang tua mereka). Tunjukkan bahwa Anda orang tua yang peduli dengan kesukaan anak dan mau ikut serta mendukung kegiatan mereka. Tak hanya anda terlihat keren di mata teman-teman anak, anak Anda pun juga tak akan segan mengajak Anda bergabung di lingkungan mereka. 

Playdate, yuk!

Ajak teman anak untuk melakukan suatu kegiatan bersama: pergi rekreasi atau sekedar hang out di rumah Anda. Buat suasana nyaman dan jangan segan untuk bercengkrama bersama. Jika Anda ingin lebih tahu tentang mereka, bertanyalah sebanyak mungkin. Tapi ingat, jangan menginterogasi ya. Selipkan pertanyaan di obrolan ringan Anda bersama mereka. Ajak juga anak ikut serta, agar ia pun makin mengenal lawan mainnya. 

Jadi orang tua yang melek teknologi

Di era digital seperti sekarang, anak remaja identik dengan penggunaan gagdet. Jika Anda masih sanggup, bulatkan tekad untuk mempelajari seluk beluk aplikasi yang sedang populer. Orang tua milenial biasanya masih bisa jika sekadar mengoperasikan akun media sosial. Jika tidak bisa, jangan gengsi untuk bertanya pada anak atau minta diajari. Ketika Anda berhasil menguasai cara menggunakan aplikasi tersebut, tunjukkan pada anak dan teman-temannya dengan gaya santai, diselipi sedikit humor. Teman anak pun akan menganggap Anda orang tua gaul!

Tahu berita terkini

Siapa sih yang tak mau punya orang tua yang keren dan update akan berita-berita terkini? Pasti teman-teman anak juga akan mudah dekat dengan Anda karena Anda masih nyambung jika mereka berbicara tentang artis favorit, lagu yang sedang hits, fashion terkini, atau skor pertandingan sepakbola semalam. Namun, jangan terlalu banyak komentar hingga anak merasa orang tuanya terkesan sok tahu atau memaksakan diri untuk selalu bergabung. Tidak perlu terobsesi untuk mengetahui semuanya, Anda bisa mencari tahu apa saja yang sedang in di kalangan remaja sekarang sekadar untuk tidak ketinggalan berita. Dijamin, PDKT dengan teman anak akan jauh lebih mudah! 

 

 

 

 

 



Tanya Skata