Kenapa sih Ma, tiap ada adegan ciuman aku harus tutup mata?”

Ah, pertanyaan di atas mungkin masih mudah dijawab. Anda bisa menjelaskan bahwa ciuman (di bibir) adalah salah satu cara mengekspresikan kasih sayang yang hanya boleh dilakukan oleh orang dewasa yang sudah cukup umur dan bertanggung jawab. Tapi, kalau yang ditanya seputar seks, wah tentu tidak mudah ya menjawabnya. Supaya lidah tidak kelu saat ditodong pertanyaan sensitif, simak yuk cara bijak dari psikolog Alzena Masykouri, M. Psi dan psikiater dr. Irmia Kusumadewi, SpKj(K) untuk menjawab pertanyaan seputar seks yang kerap ditanyakan remaja. Gunakan kaidah KISS (keep it short, simple, and scientific) sebelum menjawab, ya!

“Kenapa, sih perempuan dan laki-laki nggak boleh tidur sekamar?”

Karena secara psikologis hasrat seksual sudah terbentuk, sementara kemampuan berpikir belum terlalu matang sehingga belum bisa menjaga perilaku yang menjurus ke arah yang negatif. Karenanya, secara agama dan budaya juga dilarang karena bisa mendorong terjadinya aktivitas seksual. 

“Senggama itu apa, sih?”

Senggama itu berhubungan seksual antara laki-laki dan perempuan, terjadinya ketika alat kemaluan  pria (penis) memasuki alat kelamin wanita (vagina). 

“Kenapa seks hanya boleh dilakukan pada pasangan yang sudah menikah?” 

Karena seks memiliki risiko, salah satunya penyakit menular seksual bila berganti-ganti pasangan. Belum lagi kemungkinan kehamilan tidak diinginkan yang bisa membahayakan ibu dan janin. 

“Bagaimana bayi diciptakan?”

Setelah sperma dan ovum bertemu dan terjadi pembuahan, maka proses pembentukan janin pun terjadi. Ia akan tumbuh berkembang di dalam rahim ibu selama 40 minggu sebelum akhirnya menjadi bayi yang sempurna.  

“Apa itu petting?”

Petting itu kegiatan menyentuh tubuh lawan jenis dengan hasrat seksual. 

“Apakah kita bisa hamil dengan melakukan petting?”

Kalau hanya melakukan petting saja, tidak bisa hamil. Tapi, saat sudah terjadi petting, sulit untuk mengendalikan atau berhenti untuk tidak melakukan senggama. 

“Kalau pakai kondom, bisa hamil nggak?”

Kondom memang bisa mencegah kehamilan dan penularan penyakit kelamin. Tetapi tidak menjamin 100% aman dan akurat. 

“Mensku telat! Apa aku hamil?”

Pertama, tanyakan sejauh mana anak mengerti tentang kehamilan. Contohnya, "Apa yang kamu ketahui tentang hubungan seksual? Apakah kamu pernah melakukannya?", karena kehamilan hanya bisa terjadi saat orang sudah berhubungan seksual. Haid atau menstruasi umumnya teratur waktu dan lamanya, sesuai ritme hormonal. Meskipun demikian, siklusnya bisa dipengaruhi kondisi tubuh seperti kelelahan fisik, mental, emosional, dan pikiran. Selain itu, menstruasi yang terlambat bisa disebabkan oleh gangguan hormonal akibat penyakit. 

Intinya, Anda tidak perlu panik jika tiba-tiba mendapat pertanyaan seputar masalah seksual dari anak. Bersikaplah tenang dan jangan menghindar. Jika Anda belum memiliki jawabannya, tidak apa-apa kok mengungkapkan hal yang sejujurnya pada anak. Kembalilah pada anak ketika Anda sudah memiliki jawaban yang benar, serta kalimat yang tepat untuk menyampaikannya agar mudah dipahami.



Tanya Skata