Remaja, yang diawali dengan masa pubertas memiliki beragam hal baru dalam kehidupan mereka. Perkembangan hormonal menyebabkan terjadinya perubahan fisik seperti perubahan suara, tumbuh rambut-rambut halus di sekitar kelamin dan ketiak, hingga akhirnya terjadi mimpi basah pada laki-laki dan menstruasi pada perempuan. Hal tersebut menjadi pertanda bahwa sistem reproduksi mereka kini telah berfungsi. Bukan itu saja, perkembangan juga terjadi pada aspek psikologis yang berpegaruh pada pola komunikasi dan pergaulan remaja, termasuk mulai munculnya dorongan seksual dan ketertarikan secara romantik dan emosional terhadap orang lain. 

Orang tua dapat memberi pemahaman pada remaja bahwa perubahan–perubahan tersebut adalah hal yang wajar. Meskipun demikian, bermacam kondisi baru tersebut masih menimbulkan banyak pertanyaan bagi remaja. Sayangnya, seringkali terjadi kesenjangan komunikasi antara orang tua dan remaja tentang masalah tersebut, baik karena masih dianggap tabu atau karena kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dan seksual sehingga membuat kedua belah pihak merasa malu dan ragu untuk membicarakannya. Jika hal itu terjadi, ada alternatif solusi yang dapat diambil dengan mengajak atau menyarankan remaja untuk mengakses layanan kesehatan ramah remaja terdekat. 

Apa itu layanan kesehatan ramah remaja? 

Layanan kesehatan ramah remaja adalah layanan kesehatan umum, termasuk layanan kesehatan reproduksi dan seksual, gizi, dan perkembangan yang telah disesuaikan dengan kebutuhan serta karakteristik kelompok usia remaja. Layanan kesehatan ramah remaja juga melayani konseling seputar pencegahan kehamilan remaja, vaksinasi, hingga masalah kecanduan. Deteksi dini tentang masalah psikososial remaja, juga ada di sini.

Seperti apakah petugas kesehatan di layanan ramah remaja?

Layanan ramah remaja diberikan oleh petugas kesehatan khusus yang telah terlatih untuk berkomunikasi dengan remaja, agar remaja merasa aman dan nyaman saat mengakses layanan kesehatan tanpa diskriminasi, stigma, dan judgement serta menjaga privasi dan kerahasiaan remaja. Tenaga kesehatan ini  mencakup dokter umum, dokter spesialis, bidan, atau psikolog, yang keberadaannya disesuaikan dengan masing-masing klinik.

Mengapa layanan ramah remaja diperlukan?

Berdasarkan sejumlah survei, remaja lebih percaya kepada orang tua dan orang dewasa lainnya di sekitar mereka –seperti guru atau petugas kesehatan- dalam hal informasi yang benar tentang kesehatan reproduksi dan seksual. Karenanya, pemberian informasi sebaiknya juga dilengkapi dengan pemeriksaan dan konsultasi ke petugas kesehatan agar informasinya dapat dipertanggungjawabkan.

Selain itu, layanan kesehatan ramah remaja juga bisa menjawab kebutuhan akan kesehatan fisik, psikologis, dan sosial remaja. Tiga hal ini merupakan aspek penting dalam kehidupan remaja karena akan berdampak pada masa depannya, yang tentunya berpengaruh pada masa dewasanya hingga generasi yang dilahirkannya.

Di mana layanan ini dapat diperoleh?

Konsultasi kesehatan remaja, khususnya tentang reproduksi dan seksualitas dapat diperoleh melalui klinik swasta seperti Klinik Angsamerah atau Klinik PKBI, rumah sakit swasta, atau melalui program PKPR di puskesmas. 

Apa itu PKPR?

Sejak 2003, Kementerian Kesehatan mempunyai program layanan ramah remaja yang disebut Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR). Sampai saat ini, ada sekitar 5000 lebih Puskesmas PKPR di seluruh Indonesia. Layanan yang disediakan, yaitu layanan medis terkait kesehatan remaja (termasuk pemeriksaan dan rujukan), konseling, pemberian informasi terkait kesehatan remaja, pembinaan Unit Kesehatan Sekolah (UKS), serta pelatihan konselor sebaya di sekolah. 

Apakah harus didampingi orang tua?

Perlu diketahui bahwa remaja memiliki otoritas untuk menghubungi PKPR dan klinik ramah remaja secara mandiri. Jadi, remaja bisa dengan puas membahas masalah seputar dunia mereka tanpa merasa terhakimi. Walau demikian, klinik ramah remaja akan mengupayakan keterlibatan keluarga dan orang tua secara positif dan optimal sesuai dengan kebutuhan remaja dan tergantung pada tingkat fungsional keluarga atau orang tua. 

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang layanan ramah remaja, Anda bisa mengunjungi PKPR dan layanan ramah remaja terdekat di kota Anda, di sini.

 

 

Artikel ini adalah bagian dari hasil kerja sama SKATA untuk kampanye 1001 Cara Bicara dengan Magdalene, media feminis progresif yang menyajikan artikel dan esai untuk berpikir kritis dalam menanggapi berbagai fenomena yang terjadi di masyarakat, tanpa terkecuali isu-isu seputar kesehatan seksual dan reproduksi.



Tanya Skata