Seseorang yang mengetahui secara pasti apa yang ingin dicapainya secara umum akan memiliki kemandirian dan self-regulation yang lebih baik. Sama halnya dengan remaja. Sebagai contoh adalah Fathiya. Usianya baru 14 tahun, namun ia sudah mengetahui dengan pasti bahwa ia memiliki potensi di bidang sepakbola. Hal ini tidak terjadi dengan sendirinya. Ada peran orang tua dan guru yang kini membuatnya menjadi salah satu atlet sepakbola putri yang telah mewakili provinsinya bertanding di kejuaraan nasional.

Baca: Mengenal Self Regulation pada Anak

Shara (37), ibu Fathiya, mengungkapkan bahwa sejak kecil putrinya telah menunjukkan potensi di kegiatan motorik kasar. Tenis meja dan bulutangkis pernah menjadi hobinya, namun saat masuk ekskul futsal di SMP lah Fathiya baru merasa bahwa ia mampu. Guru olahraga menyampaikan masukan pada Shara bahwa Fathiya memiliki performa di atas rata-rata dan menyarankannya untuk masuk klub. Fathiya pun menunjukkan keseriusannya, yang akhirnya membuat Shara dan suaminya luluh dan mengizinkannya bermain di klub.

Sebagai ibu, Shara merasa sangat beruntung karena putrinya sudah tahu apa yang diinginkannya. Ia cukup kaget ketika putrinya lebih memilih mengikuti kejuaraan daerah daripada bersenang-senang dengan temannya di acara study tour. Meskipund demikian, Shara selalu mengantar Fathiya dalam setiap kejuaraan dan latihan, sementara teman-teman putrinya yang masih berusia SMP sudah membawa kendaraan bermotor masing-masing. 

Dari kisah tersebut, orang tua dapat memahami pentingnya remaja untuk mengetahui bakat dan potensinya. Setelah itu, bantu mereka untuk mengasah potensi tersebut, menentukan tujuan dan target yang ingin mereka capai agar berbuah prestasi, dan membantu mereka untuk memusatkan pikiran dan energi ke kegiatan positif. Hal ini akan membuat mereka berpikir dua kali jika ingin mencoba hal-hal negatif karena berisiko merusak masa depan mereka.

Baca: Kenali Potensi Anak, Hindarkan Ia dari Hal Berbahaya

Jika anak remaja Anda sudah menemukan potensinya, arahkan ia untuk memperdalam kemampuannya agar bisa berprestasi dan menjadi profesi di masa depan sekaligus membawa perubahan dalam lingkup yang lebih besar. Simak tips berikut.

Mengikuti ekstrakurikuler

Seperti cerita Fathiya di atas, ekstrakurikuler adalah cara termudah bagi remaja untuk mengasah potensinya. Meskipun tampak sederhana, kegiatan ekskul mengajari remaja bahwa hobi tidak sekadar bersenang-senang, namun ada ilmunya, ada tujuannya (misal membuat pertunjukan pada ekskul teater, ujian kenaikan tingkat untuk ekskul beladiri), serta dapat menjadi ajang berorganisasi.

Mengikuti kompetisi

Kompetisi mampu membuka pandangan remaja akan dunia luar rumah dan sekolah yang kelak akan dihadapinya. Melatih kepercayaan diri, belajar menerima kekalahan, mengukur kemampuan, mengetahui pentingnya evaluasi, bisa menjadi poin penting yang diperoleh remaja dari kompetisi.

Mengikuti kursus 

Saat ini, kursus atau les tidak hanya melulu mengenai pelajaran di sekolah. Kelas akting, fotografi, klub olahraga, belajar programming untuk anak pun banyak tersedia. Jika tidak ada, cukup banyak komunitas online yang berawal dari kesamaan minat di dunia maya yang akhirnya berkumpul untuk mengadakan kegiatan rutin. Motivasi anak untuk memilih salah satunya.

Membuat karya

Jika remaja terlihat cukup produktif membuat sesuatu berdasarkan hobinya, motivasi ia untuk menjadi produktif selama ia bisa tetap bertanggung jawab dengan aktivitas belajar di sekolah. Beberapa contohnya adalah membuat cerita pendek di Wattpad, mengunggah lagu cover version di YouTube, atau menjual kue bikinannya lewat Instagram.

Mengunjungi event

Sekarang, cukup banyak event yang diadakan untuk menggali potensi remaja dan memberi ruang bagi remaja untuk berekspresi. Bentuknya dapat berupa workshop, sharing dengan praktisi, pameran, atau sekedar pentas seni yang diadakan sekolah lain. Event seperti ini bisa menambah wawasan sekaligus motivasi. 

Magang

Apabila anak masih memiliki waktu senggang sepulang sekolah, tanyakan padanya apakah ia berminat untuk merasakan dunia kerja. Ajari ia untuk mengajukan lamaran internship. Jika ia diterima, pengalaman magang tidak hanya membuka wawasannya akan dunia kerja secara nyata, namun juga belajar ilmu aplikatif yang tidak bisa ia dapatkan di sekolah. 

Aktivitas sosial

Hal ini sangat penting namun jarang dilirik karena seolah tidak berhubungan langsung dengan potensi dan cita-cita anak. Padahal, memiliki kepekaan sosial akan membuat sadar bahwa ia memiliki peran dalam menciptakan lingkungna yang lebih baik, lokal dan global. Bidang yang ia tekuni tidak hanya memberi kepuasan diri, menghasilkan, namun juga bermanfaat bagi orang banyak.

Dengan mengetahui dengan baik “peta” menuju masa depannya, remaja diharapkan lebih mudah menggunakan logikanya ketika dihadapkan pada pilihan-pilihan penting dalam hidupnya. 

Agar remaja mendapat gambaran nyata tentang pentingnya mengasah potensi menjadi prestasi, pengalaman salah satu remaja berprestasi berikut ini mungkin bisa memantik semangatnya. 



Tanya Skata