Rania (45 tahun) memiliki anak lelaki berusia 15 tahun, Rizky. Belakangan Rania sering memperhatikan tingkah laku anak semata wayangnya yang lebih suka menyendiri di dalam kamar. Tak hanya ia mulai memperhatikan perubahan pada fisik Rizky, tapi Rania menyadari anak lelakinya lebih memperhatikan kondisi tubuhnya. Rizky belakangan mulai meminta deodoran dan minyak wangi saat Rania belanja bulanan, ia juga tak lupa menyisipkan titipan shaver. Jika ditanya, Rizky hanya menjawab ingin terlihat rapi dan wangi. Memang, semenjak suara Rizky berubah lebih parau, bulu-bulu halus mulai muncul di wajah dan beberapa bagian tubuh lain, ia mulai concern dengan penampilan. Rania, sebagai ibu dengan pengalaman baru dengan remaja, tentu merasa perlu mendalami apa yang terjadi pada anak semata wayangnya. Apakah Anda juga demikian? 

Saat tanda pubertas muncul, genital seksual seperti tumbuh bulu, perubahan suara, mulai mimpi basah untuk lelaki dan menstruasi pada perempuan, maka kebutuhan biologis lain pun akan muncul – yaitu kebutuhan biologis meliputi gejolak nafsu yang dinamakan dorongan seksual. Menurut psikiater, dr. Irmia Kusumadewi, SpKJ(K), dorongan seksual berhubungan dengan biologis dan psikologis, yang artinya semua remaja yang telah mengalami genital seksual pasti memiliki dorongan seksual. Saat ia mulai menyukai lawan jenis, mulai mengerti sistem reproduksi dengan arti yang sebenarnya, dan mulai merasakan sensasi baru dalam tubuhnya, maka ia sudah memiliki dorongan seksual. Lalu bagaimana Anda menjaga agar dorongan seksual anak masih tetap berada di lingkaran yang positif?

Pahami perkembangan fisik

Sebagai orangtua, tentu perkembangan tumbuh kembang anak menjadi concern utama, tak terkecuali perubahan fisik yang terjadi saat ia beranjak remaja. Ketika anak sudah memperlihatkan tanda pubertas dan genital seksual, maka Anda harus mulai waspada dan siap untuk melakukan komunikasi dengan mereka mengenai dorongan seksual. 

Komunikasi yang terbuka 

Waktu yang tepat untuk memulai perbincangan adalah ketika anak lelaki mulai bercerita tentang mimpi basah atau saat perempuan mengalami menstruasi pertamanya. Jelaskan bahwa tubuh mereka sedang memberikan sinyal kedewasaan, yang akan menumbuhkan sensasi baru. Buat mereka paham bahwa semua itu normal. Dorongan seksual akan tetap berada di lingkungan positif selama remaja bisa menjaganya dengan benteng norma. Ya, pengetahuan dan kesempatan akan mungkin datang dan merubah dorongan seksual dan perilaku seksual. Karenanya, orangtua perlu menanamkan nilai-nilai dan norma agar dorongan seksual tidak akan menjerumus menjadi perilaku seksual yang negatif. 

Bagaimana jika anak bertanya tentang dorongan seksual sebelum usia pubertas? 

Jika anak bertanya mengenai seks atau dorongan seksual sebelum ia mengalami genital seksual, jangan bungkam. Tanyakan apa yang ia ketahui, dan apa maknanya menurut mereka. Bisa jadi, mereka hanya mengetahui lewat informasi dan bukan dari apa yang mereka alami. Luruskan apa yang mereka tanyakan, tak perlu menambahkan informasi yang belum sesuai dengan usianya. 

 

 



Tanya Skata