Haid atau yang dikenal dengan menstruasi adalah proses siklus, dimana terjadi peluruhan dinding rahim secara teratur yang disebabkan oleh interaksi dari hormon yang dihasilkan oleh hipotalamus, pituitari, dan ovarium (indung telur). Menstruasi masuk dalam siklus organ reproduksi wanita untuk mempersiapkan organ rahim jika terjadi kehamilan.

Proses awal dari menstruasi atau haid ditandai dengan penebalan dinding rahim (endometrium) yang berisi pembuluh darah. Apabila sel ovum tidak dibuahi oleh sel sperma sehingga tidak terjadi kehamilan, maka dinding rahim akan meluruh dan peluruhan ini akan keluar melalui lubang vagina.

Siklus menstruasi umumnya berlangsung selama 28 hari. Cara menghitung siklus ini adalah dimulai dari hari pertama menstruasi dan diakhiri dengan hari menstruasi berikutnya. Normalnya, menstruasi dapat terjadi selama 3 – 7 hari dengan jumlah pendarahan sekitar 30 mL. Siklus ini diatur oleh hormon GnRH (Gonadotropin Releasing Hormone), FSH (Follicle Stimulating Hormone), LH (Luteinizing Hormone) yang dihasilkan kelenjar pituitari dan estrogen serta progesteron yang dihasilkan ovarium.

Faktor yang mempengaruhi kembalinya haid setelah melahirkan

Setelah melahirkan, normalnya wanita tidak mengalami proses haid atau menstruasi. Kondisi ini dinamakan dengan postpartum amenorrhea (PPA). Faktor yang mempengaruhi berhentinya postpartum amenorrhea atau kembalinya haid setelah melahirkan adalah pemberian ASI eksklusif.

Penelitian menunjukan bahwa dengan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan, seorang wanita akan mengalami PPA dengan persentase 94%. Lalu apabila seorang wanita memutuskan untuk tidak melanjutkan pemberian ASI setelah 6 bulan, maka risiko terjadinya menstruasi akan meningkat sebanyak 31%. Di sini, hormon memegang peranan penting.

Saat ibu menyusui, stimulasi pada payudara akan menimbulkan pengeluaran beta-endorfin oleh kelenjar hipotalamus. Beta-endorfin bekerja dengan cara mempengaruhi hormon GnRH. Saat hormon GnRH tertekan, hal ini menghambat pengeluaran hormon FSH dan LH yang berakibat pada tidak adanya stimulasi pada ovarium. Berkurangnya stimulasi ini menimbulkan penurunan hormon menstruasi untuk penebalan dinding rahim. 

Selain itu, keluarnya beta-endorfin juga akan menghambat produksi dopamin, yang berujung pada meningkatnya prolaktin. Akibat dari keluarnya prolaktin ini, maka akan terjadi penurunan hormon GnRH karena prolaktin bekerja dengan menghambat keluarnya GnRH.

Penelitian juga menunjukan bahwa dengan semakin tinggi intensitas menyusui maka akan semakin tinggi pengeluaran beta–endorfin, yang mengakibatkan pada semakin lama durasi PPA. Oleh karena teknik ini mampu menghambat terjadinya menstruasi, teknik ini masuk dalam salah satu teknik kontrasepsi alami. Metode ini juga dikenal dengan nama Metode Amenorea Laktasi (MAL).

Oleh karena itu, faktor yang mempengaruhi kembalinya haid setelah melahirkan adalah pemberian ASI oleh ibu kepada anaknya. Semakin sering frekuensinya maka akan semakin lama kembalinya proses menstruasi.

 



Konsultasi dengan dokter