Dalam memilih alat kontrasepsi, awalnya sering timbul keraguan terhadap metode yang akan dipilih. Salah satu penyebabnya adalah banyaknya mitos yang beredar seputar alat kontrasepsi tersebut. Yang paling umum diketahui orang adalah mitos tentang pil KB yang membuat gemuk. Meskipun sudah tersedia banyak informasi yang membuktikan bahwa kegemukan dan pil KB tidak berkorelasi secara langsung, namun mitos tersebut tetap beredar luas.

Untuk alat kontrasepsi jangka panjang, implan salah satu yang kerap membuat takut para wanita karena mitosnya dapat “hilang” dan berpindah tempat, apalagi bagi mereka yang memiliki berat badan berlebih. Karena hilang, implan jadi tidak bisa ditemukan saat akan dilepas. Apakah hal ini benar? Agar tidak mudah termakan mitos, ketahui cara pemasangan dan lepas implan berikut ini.

Cara pemasangan implan

1.  Tenaga kesehatan akan melakukan tindakan pembersihan area lengan atas pasien untuk mencegah infeksi

2.  Tenaga kesehatan memberi tanda di lokasi kulit yang akan dipasangi implan. Biasanya di lengan atas bagian dalam, di sisi yang jarang digunakan.

3.  Pasien diberitahu jika suntik anestesi di lokasi yang akan dipasang implan akan terasa sedikit sakit, namun hal tersebut berfungsi untuk mematikan rasa saat implan dipasang. Bius bersifat lokal, pasien dalam keadaan sadar.

4.  Tenaga kesehatan menggunakan alat/aplikator khusus untuk membuat sayatan dan memasukkan implan ke bawah kulit, bukan di dalam otot apalagi pembuluh darah.

5.  Setelah implan berada pada posisi yang tepat, luka sayatan ditutup dengan plester khusus dan kasa kering.Tidak diperlukan jahitan.

6.  Pasien harus menjaga agar area ini kering selama empat hari. Bekas sayatan akan mengering dalam waktu 3-5 hari.

7.  Nyeri pada lengan beberapa hari setelah pemasangan adalah hal yang wajar, begitu juga dengan memar dan bengkak di sekitar implan.

Cara lepas implan

1.  Setelah melakukan prosedur pembersihan kulit, tenaga kesehatan akan melakukan bius lokal di lokasi implan berada.

2.  Sayatan kecil akan dilakukan di dekat bekas lokasi pemasangan implan.

3.  Tenaga kesehatan akan mendorong ujung atas implan dengan jari untuk mengeluarkannya ke arah sayatan, kemudian menggunakan alat untuk menarik implan keluar.

4.  Bekas luka sayatan kemudian ditutup dengan plester dan perban, tidak perlu dijahit. Pada klinik tertentu, tenaga kesehatan memberikan plester anti air sehingga pasien dapat menjaganya tetap kering hingga 2 sampai 3 hari ke depan.

5.  Jika pasien menginginkan implan yang baru, maka implan akan dipasang di atas atau bawah posisi implan sebelumnya atau di lengan satunya.

Implan dapat bertahan di posisinya selama tiga tahun, kecuali jika pasien menghendaki melepasnya sebelum masa tersebut. Biasanya, tenaga kesehatan akan meminta pasien untuk meraba posisi implan yang telah tertanam untuk memastikan bahwa implan berada pada tempatnya. Hal ini dapat selalu dilakukan oleh pasien, termasuk melihat bentuk implan yang tertutup kulit. Jadi, seharusnya tidak ada implan yang “menghilang”. Pergeseran posisi implan dapat terjadi, namun hanya beberapa sentimeter saja.

Jika tiba-tiba pasien sadar implan tidak dapat dirasakan, segera temui tenaga kesehatan. Kemungkinan yang terjadi adalah proses pemasangan implan yang terlalu dalam (mungkin oleh tenaga kesehatan yang kurang terlatih) sehingga seiring waktu akan tertutupi oleh jaringan lemak dan menimbulkan kesan menghilang.

Karena itu, salah satu kunci pemasangan dan pelepasan implan yang aman adalah tenaga kesehatan yang terlatih dan berpengalaman. Tidak semua unit kesehatan melayani lepas pasang implan. Jadi, pastikan rumah sakit atau klinik yang dipilih memang telah terbiasa melayani pemasangan dan pelepasan implan.

 

 



Konsultasi dengan dokter