Berbicara soal seks terutama dengan remaja terkadang menjadi hal yang menakutkan karena bertentangan dengan berbagai aspek, mulai dari norma, agama, hingga kesehatan. Sebagai orangtua, seks pada remaja adalah hal yang sebisa mungkin dihindari. Pembicaraan pun terkadang menjadi tabu, sehingga komunikasi tentang seks jarang sekali terucap. Padahal, edukasi seks terutama pada remaja sangat penting untuk menghindari segala kemungkinan buruk seperti infeksi menular seksual, virus HIV hingga kehamilan dini yang tidak diinginkan. 

Orangtua memiliki hak untuk mengontrol anak remajanya dalam urusan berhubungan dengan lawan jenis (Baca: Kontrol Anak Berpacaran Tanpa Seks). Ada komunikasi dan batasan yang harus disepakati oleh keduanya untuk mencegah segala kemungkinan terburuk. Namun, bagaimana jika kesepakatan itu dilanggar? Bagaimana orangtua harus bersikap?

Mengetahui remaja telah aktif secara seksual adalah mimpi buruk tiap orangtua. Karenanya, semaksimal mungkin orangtua harus melakukan proteksi pada anak. Salah satunya adalah dengan pendidikan seks dini sekaligus mengenalkan alat kontrasepsi sebagai tindakan preventif. 

Baca : Pilihan Kontrasepsi 

Kontrasepsi, adalah pengaturan fertilitas yang digunakan untuk mencegah kehamilan dan penyakit menular seksual. Wajarnya, kontrasepsi digunakan untuk pasangan menikah yang ingin memberikan jarak kehamilan atau menunda kehamilan. Namun, tak bisa dipungkiri, pasangan yang sudah aktif secara seksual juga perlu menggunakan kontrasepsi untuk mencegah penularan infeksi menular seksual atau kehamilan yang tidak diinginkan. 

Ada beberapa metode kontrasepsi, diantaranya metode barier, hormonal, dan non hormonal. Metode ini digunakan sebelum atau selama berhubungan. Untuk kontrasepsi pencegahan kehamilan sekaligus pencegahan infeksi menular seksual, kondom adalah satu-satunya pilihan. Walau demikian, apapun pilihan kontrasepsi tidak bisa menjamin 100% akurat. Remaja perlu mengetahui bahwa kontrasepsi hanya sebagai proteksi tapi tidak menjamin. Selalu ada konsekuensi dan resiko yang mungkin terjadi saat berhubungan seksual baik menggunakan atau tidak menggunakan kontrasepsi. Tanamkan pada remaja untuk berfikir sejuta kali sebelum berani melakukan hubungan seks. Ingin tau dunia remaja lebih banyak, intip serba serbinya di sini

 

 

 



Tanya Skata