Berbicara soal seks dengan remaja memang tak selalu mudah, bahkan cenderung sulit. Ingin membuat hal tersebut lebih mudah dan lebih produktif? Yuk ikuti cara dari Sexuality Resources Center for Parents ini. 

1. Tak ada kata terlambat untuk memulai. Walaupun lebih mudah berbicara dengan anak-anak, namun remaja memiliki kecenderungan untuk mendengarkan dan memperhatikan ketika berbicara soal seks. 

2. Pilih tempat dan waktu yang tepat. Berdiskusilah saat Anda dan anak dalam kondisi santai dan mood yang bagus. Lakukan di ruang privasi dan tak terganggu banyak orang. Saat perbincangan terasa tidak nyaman, ada baiknya tunda terlebih dahulu, tapi pastikan Anda akan membahasnya lagi . 

3. Ajak anak untuk diskusi aktif. Biasanya, remaja tidak akan banyak bertanya, tapi bukan berarti mereka tidak memiliki pertanyaan. Remaja membutuhkan informasi, namun seringkali menangkap informasi yang salah. Pastikan mereka mendapat informasi yang tepat dengan mengajak mereka untuk aktif dan bertanya. 

4. Pelan-pelan dan tidak di satu waktu. Seksualitas adalah topik yang besar dan Anda tidak bisa melakukannya hanya di satu waktu. Seiring berjalan usia, remaja akan memiliki persepsi yang berbeda. Jelaskan sesuai dengan tahapan usianya. 

5. Belajar dari contoh kasus sehari-hari. Kejadian sehari-hari bisa menjadi bahan diskusi mengenai seks. Misal, jika ada kerabat yang hamil Anda bisa membahasnya dengan anak, atau ajak anak diskusi saat menonton adegan di televisi.

6. Biarkan mereka “mendengar” percakapan Anda. Remaja mungkin terlalu malu untuk membahas seks dengan orang tuanya, tapi ia pasti mendengar obrolan Anda dan pasangan saat membahasnya di meja makan saat kumpul bersama. Pilih topik keseharian seperti dalam berita, acara TV, gosip di majalah atau film yang bisa Anda bahas dengan pasangan di depan anak. 

7. Jangan malu berbicara. Ya, terkadang orang tua yang justru enggan membahas seks dengan anak. Apakah karena tabu, atau memang urusan ranjang bukan ranah remaja. Tapi, remaja butuh pendidikan seks dan jadikan ini sebagai edukasi dan pembelajaran untuk mereka. Jangan jadikan rasa malu Anda menjadi tameng untuk berbicara dengan anak. 

8. Anda tak perlu tau jawaban untuk semua pertanyaan. Jika Anda tak tahu, ajak anak untuk sama-sama mencari informasi di ranah yang tepat. Bisa lewat website, buku, dokter, dan tenaga ahli lainnya. 

Apapun caranya, yang paling penting jelaskan bahwa seks bukan satu-satunya cara untuk mengekspresikan kasih sayang. Ajarkan mereka tentang afeksi, kepercayaan, rasa hormat, tanggung jawab, dan keintiman. Ingat, memberikan informasi bukan memberikan izin. Pastikan anak mendapat informasi dan kesan yang tepat dari Anda. 

 

Artikel ini adalah bagian dari kerjasama SKATA dengan Popmama, media online yang menyajikan konten worth-sharing yang trending dan relevan untuk millenial mama di Indonesia. 

 



Tanya Skata