Salah satu persiapan yang wajib dilakukan oleh calon pasutri menjelang pernikahan adalah melakukan cek kesehatan pranikah. Selain bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan secara umum, premarital check up tersebut juga dapat mengidentifikasi ada atau tidaknya IMS (Infeksi Menular Seksual). Meskipun tidak semuanya berbahaya, sifatnya yang menular membuatnya harus sesegera mungkin diobati. Jika tidak, dikhawatirkan IMS dapat menular ke pasangan kelak, bahkan ke janin.

Masalahnya, jika  hasil tes menunjukkan bahwa pasangan yang akan segera menikah dengan Anda terkena penyakit menular seksual, apa yang harus Anda lakukan?  

Bicara dari hati ke hati

Wajar jika Anda merasa sedih, kecewa, atau bahkan marah. Apalagi, jika penyakit tersebut hanya dapat ditularkan melalui hubungan seksual. Bicarakan dari hati ke hati secara langsung dengan calon suami/istri ketika emosi Anda sudah dalam keadaan netral. Kejujuran adalah kunci suksesnya hubungan, apalagi dalam ikatan pernikahan kelak. Jika Anda dapat menerima penjelasan pasangan, segeralah move on dan mencari solusi bersama.

Cari tahu informasi sebanyak-banyaknya

Saat mengetahui infeksi menular seksual yang diderita pasangan, ada baiknya kita mencari tahu secara mandiri tentang penyakit tersebut agar mendapatkan gambaran yang jelas tentang penyebab, cara penularan, cara pengobatan, serta efek sampingnya pada hubungan pernikahan kelak. Jika ternyata dapat diobati secara mandiri hingga sembuh, maka tidak ada yang perlu dirisaukan. Namun, segeralah pergi ke dokter jika ternyata IMS tersebut tidak dapat sembuh atau membutuhkan treatment tertentu untuk membuatnya tidak berbahaya. 

Konsultasikan pada dokter

Ketika dokter melakukan pemeriksaan, pastikan pasangan Anda mengungkapkan secara jujur dan detil mengenai keluhan atau gejala yang telah ia alami. Tujuannya, agar dokter dapat memberikan tindakan dan pengobatan yang tepat. Saat berkonsultasi dengan dokter, tanyakan segala hal yang membuat Anda dan pasangan khawatir. Jika perlu, buat daftar pertanyaan agar tidak ada yang terlewat. Tanyakan pula resiko yang akan Anda terima jika kelak menikah dengan pasangan yang memiliki IMS tersebut dan sejauh mana hal tersebut dapat diatasi.

Cari support group

Apapun kondisi pasangan, akhirnya Anda memutuskan untuk tetap menikahinya. Dengan adanya infeksi tersebut, hubungan seksual Anda dan pasangan kelak akan lebih berdinamika, apalagi jika IMS tersebut tidak dapat dihilangkan. Seberapa ikhlas pun Anda menerima kondisi tersebut, akan ada titik dimana Anda merasa lelah baik secara fisik dan mental. Jika orang terdekat dirasa tidak mampu berempati dengan kondisi Anda, carilah support group atau lembaga yang mampu memberikan layanan konseling baik secara online maupun tatap muka. Dengan adanya dukungan moral seperti ini, diharapkan Anda dan pasangan kelak mampu menjalani kehidupan pernikahan dengan lebih baik.

Dukung pasangan untuk disiplin berobat

Pengobatan menjadi kunci agar infeksi menular seksual bisa sembuh. Jika tidak disiplin berobat, penyakit kelamin seperti klamidia, gonore, sifilis, bacterial vaginosis, dan trikomoniasis bisa kambuh lagi. Sementara itu, jika pasangan terkena HIV, herpes oral, atau herpes genital, penyakit ini akan terus menular seumur hidup. Namun, pengobatan mampu menekan laju virus sehingga tetap membutuhkan kedisiplinan untuk berobat.

Salahkah bila saya memutuskan untuk membatalkan pernikahan?

Keputusan ada di tangan Anda karena Anda lah yang akan menjalani pernikahan. Tidak perlu memaksakan diri untuk tetap menikah karena alasan eksternal, seperti sudah menyebar undangan, keluarga besar sudah dekat, dan sebagainya. Jika Anda meragukan kemampuan Anda untuk menerima kondisi tersebut dan mengkhawatirkan penyakit pasangan dapat membahayakan kesehatan Anda dan keturunan kelak, bulatkan tekad meski akan ada pihak yang tersakiti. 

 



Konsultasi dengan dokter