Alat reproduksi wanita, vagina memang suka mengeluarkan bau yang (mungkin) kurang sedap karena adanya keputihan. Tak jarang, banyak wanita merasa risih dengan keputihan dan bau tersebut. Karenanya, banyak perusahaan pembersih berlomba-lomba mengeluarkan produk pembersih dengan bermacam aroma. Padahal, vagina ternyata bisa membersihkan dirinya sendir tanpa alat pembersih (bahkan sabun) sekalipun. 

Bagaimana caranya? 

Vagina mengkondisikan dirinya dalam keadaan asam yang berfungsi sebagai perlindungan diri terhadap pertumbuhan bakteri yang tidak normal. Bahkan vagina juga memiliki bakteri normal yang bertujuan untuk mempertahankannya dari bakteri tidak normal melalui mekanisme kompetisi. 

Bakteri normal menekan pertumbuhan bakteri tidak normal sehingga ia tak dapat tumbuh dan berkembang apalagi hingga menimbulkan infeksi. Lain dari itu, dinding vagina menghasilkan cairan 1-4 ml tiap 24 jam yang keluar dari vagina sebagai keputihan yang normal. Umumnya, berwarna putih, tidak berbau dan tidak menyebabkan nyeri ataupun gatal. Jadi, tanpa bantuan dari luar, vagina mampu mempertahankan kebersihannya sendiri.

Lalu bagaimana dengan cairan pembersih vagina? 

Penggunaan cairan pembersih vagina, terutama yang mengklaim bisa menghilangkan segala bakteri penyebab infeksi, justru mematikan bakteri normal yang melindungi vagina dari bakteri tidak normal. Ini kemudian menyebabkan ketidakseimbangan area vagina dan menyebabkan infeksi. Ditambah, wewangian atau uap vagina malah justru menyebabkan iritas pada kulit vagina. Bahkan, bisa meiliki risiko terbakar dan melepuh loh! Jika ini terjadi, segera hubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut. 

Jadi, perlukah kita membersihkan vagina dengan alat pembersih? Jawabnya, tidak! Bersihkan dengan membilas vagina dari arah depan ke belakang menggunakan air sudah cukup. Jangan biarkan vagina dalam keadaan lembab, jadi lap kering setelah mencucinya. Gunakan juga pakaian dalam berbahan katun yang menyerap keringat sehingga daerah miss V tidak lembab dan menjadi sarang bakteri. 

 

 

 

 

 

 

 



Konsultasi dengan dokter