Siapa tak kenal kondom. Alat kontrasepsi ini mungkin menjadi yang Anda dengar pertama kali ketika remaja, jauh sebelum Anda memikirkan pentingnya KB. Sarung lateks (karet) tipis berbentuk silinder ini dipasang di penis saat berhubungan seksual. Selain menghalangi masuknya sperma, kondom juga mencegah masuknya bakteri, virus, atau jamur ke dalam vagina sehingga mencegah penularan HIV dan IMS (Infeksi Menular Seksual). 

Kemudahan mendapatkannya serta harganya yang terjangkau membuat kondom sangat populer. Begitu juga dengan variasi jenis dan merknya, mau tebal, tipis, bertekstur, dengan atau tanpa aroma? Anda tinggal pilih. 

Meskipun demikian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar seks tetap hot dengan bantuan kondom. Salah pakai, Anda dan pasangan bisa kehilangan momen.

Pakai dengan benar

Meskipun populer, tidak semua orang tahu cara yang tepat memakai kondom. Kondom dipakai saat pria ereksi dengan cara menarik pangkal kondom hingga ke pangkal penis. Agar lebih nyaman dipakai, beri sedikit lubricant atau pelumas di dalam dan luar kondom. Selain untuk mencegah robeknya kondom karena gesekan, adanya pelumas bisa membuat sesi bercinta menjadi lebih hot!

Pasang di saat yang tepat

Bagi pengguna baru, mungkin muncul kebingungan tentang kapan saat yang tepat untuk memakai kondom. Apakah saat foreplay (pemanasan) atau menjelang penetrasi? Ternyata, saat pemanasan adalah waktu yang disarankan untuk memakai kondom. Alasannya, penularan IMS tetap dapat terjadi tanpa penetrasi. Cairan yang keluar sebelum ejakulasi pun tetap berpotensi mengandung sperma dan menyebabkan kehamilan. Selain itu, nggak seru kan kalau udah detik-detik menuju klimaks harus diinterupsi dengan pasang kondom? Jika belum berpengalaman, saat-saat krusial ini malah berpotensi membuat turn off, seperti kemasan yang mendadak susah dibuka atau sarung kondom yang mendadak lebih licin..

Jangan sampai bocor

Kondom memiliki efektifitas hingga 85%. Artinya, ada kemungkinan terjadi kehamilan. Karena itu, pastikan Anda memakai kondom baru. Buka kemasan dengan hati-hati agar tidak melukai kondom. Cek kondisi kondom dan tanggal kadaluarsa. Setelah ejakulasi (sperma keluar), hentikan penetrasi. Pegang pangkal kondom dan lepaskan kondom selagi masih ereksi. Ikat pangkalnya, bungkus kondom, dan buang ke tempat. sampah. 

Namun, jika Anda masih belum orgasme dan ingin senggama berlanjut, minta pasangan menahan pangkal kondom karena biasanya ketegangan penis akan berkurang setelah ejakulasi hingga memungkinkan sperma meluber keluar. 

Simpan dalam jangkauan

Tips ini sederhana, namun bisa berakibat fatal jika Anda masih harus mencari kondom saat ajakan bercinta dari pasangan datang. Letakkan di tempat yang sama, misal di laci meja sebelah tempat tidur dan pastikan tidak terkena sinar matahari langsung. 

Coba berbagai varian 

Cara lain untuk membuat sesi bercinta dengan kondom menjadi lebih menggairahkan adalah dengan mencoba berbagai jenis kondom seperti glow-in-the-dark, misalnya. Sedikit riset di internet akan sangat membantu, kemudian giliran Anda dan pasangan membuktikannya. 

Mungkin awalnya Anda dan pasangan berniat untuk memakai kondom untuk sementara waktu, misalnya pasca kuretase dan ingin masih berencana memiliki momongan, masih bingung memilih alat kontrasepsi yang tepat, tidak disiplin jika menggunakan KB kalender dan pil KB, atau bahkan Anda masih mengumpulkan keberanian untuk memakai IUD. Namun, seiring dengan waktu, jika Anda dan pasangan terbiasa dan nyaman dalam menggunakan kondom, tidak ada salahnya meneruskan pemakaian alat kontrasepsi ini. Selain melindungi dari penyakit menular seksual, variasinya bisa membuat momen bercinta Anda tidak monoton..!

 

 

 



Konsultasi dengan dokter