Menjadi seorang ibu yang telah melahirkan seorang anak merupakan impian dan momen yang membahagiakan untuk setiap wanita yang telah menikah. Namun, rupanya tidak semua ibu dapat merasakan kebahagiaan tersebut, dari sejumlah kelahiran di Indonesia, terdapat sekitar 1 sampai 2 dari setiap 1.000 kelahiran yang menyebabkan ibu menjadi depresi paska melahirkan. 

Sebenarnya terdapat tiga jenis depresi pasca melahirkan, yaitu baby blues, postpartum depression, dan psikosis portpartum. Untuk baby blues dan postpartum depression masih tergolong gangguan kesehatan mental yang ringan dan dapat hilang dengan sendirinya. Namun ternyata tidak untuk psikosis postpartum. Jenis depresi berat ini membutuhkan penanganan yang berbeda.

Post partum psikosis adalah penyakit mental serius dan jarang terjadi, dan dapat menyerang wanita yang baru menjadi ibu. Psikosis postpartum biasanya mulai terjadi beberapa hari atau minggu setelah melahirkan dan bisa tiba-tiba terjadi yang disebabkan oleh adanya perubahan hormonal pada ibu paska melahirkan. 

Post partum psikosis sendiri memiliki gejala yang berbeda-beda, tetapi gejala umum yang akan muncul pada kasus tersebut meliputi :

• Mendengar suara dan melihat hal-hal yang tidak ada (halusinasi)

• Perubahan mood yang ekstrim (mood swings)

• Perilaku manik (rasa senang tidak terkendali - karena gangguan jiwa)

• Merasa terputus dari kenyataan

• Merasa bingung, namun tidak mengenali teman atau keluarga

• Berkhayal, percaya pada hal yang tidak benar atau logis

Gangguan mental ini akan berbahaya jika ibu merasakan adanya halusinasi dimana seorang ibu akan mendengar suara-suara yang akan membahayakan anaknya, seperti menyuruhnya untuk mencelakai anaknya sendiri. Oleh sebab itu, untuk kasus seperti ini biasanya ibu harus dipisahkan dengan anaknya untuk sementara waktu. 

 

Apa yang harus dilakukan jika mengalami post partum psikosis?

Disaat seorang ibu mengalami halusinasi, tentunya hal ini akan sangat berbahaya bagi ibu dan juga anaknya. Oleh sebab itu, jika seorang ibu yang baru saja melahirkan mengalami gejala-gejala yang telah disebutkan diatas 

1. Segeralah mencari bantuan ke dokter atau psikolog. Umumnya dokter akan memberikan obat-obatan antipsikotik atau antidepresan untuk menghilangkan gejala yang muncul. Tentu saja obat-obat tersebut harus dikonsumsi di bawah pengawasan dokter atau psikiater.

2. Minta dukungan dari orang terdekat. Salah satunya adalah dukungan dari suami, dimana dapat membantu untuk mengembalikan kondisi psikologisnya seperti semula. Contoh hal yang dapat dilakukan seperti mengajak ke tempat hiburan, mengajak ke tempat makan kesukaanya, dan hal lain yang dapat membangun suasana hatinya. 

3. Untuk sementara waktu pisahkan ibu dan anaknya agar hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi

 

Dapatkah Postpartum Psikosis Disembuhkan?

Kondisi psikologis seorang ibu yang mengalami postpartum psikosis dapat kembali pulih atau normal dalam waktu yang tidak dapat ditentukan. Hal ini disebabkan oleh respon individu yang berbeda-beda dari kepatuhannya dalam minum obat secara teratur dan cukupnya dukungan dari orang terdekat untuk mengembalikan kondisi psikologis ibu seperti semula. 

Namun, hal yang perlu diketahui bahwa gangguan psikosis dapat menetap dan berkepanjangan sehingga memerlukan penanganan yang lebih lanjut dan terpadu.

Postpartum psikosis dapat dicegah, sebelum terjadi lebih baik mencegahnya. Simak video tanya jawab bersama ahli mengenai gangguan mental ibu paska melahirkan disini.



Konsultasi dengan dokter