Berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik), prevalensi infertilitas di Indonesia setiap tahun selalu meningkat. Tahun 2013, prevalensinya adalah 15% dari semua pasangan suami istri. Namun, tahun 2018, angkanya mencapai 20%. Yang menarik, separuh dari kasus kemandulan disebabkan oleh pria. Sebuah penilitian yang dilakukan pada hampir 43.000 pria di seluruh dunia menyatakan bahwa rata-rata jumlah sperma menurun secara signifikan dari tahun 1973 hingga 2011. Nampaknya, makin banyak pria yang sadar tentang (dan mungkin mengalami) infertilitas. Hal ini terlihat dari banyak pencarian "obat kesuburan pria di apotek" di Google. Pertanyaannya, apakah bisa masalah kesuburan pria diobati secara mandiri?

Sebelum menjawabnya, kita perlu tahu terlebih dahulu syarat seseorang dikatakan infertil alias tidak subur.  

Infertilitas adalah dengan keadaan belum hamil walaupun sudah berhubungan secara teratur selama setahun tanpa kondom. Penyebabnya beragam, mulai dari masalah ejakulasi, ketidakseimbangan hormon, hingga infeksi. Baca 12 penyebab ketidaksuburan pria di artikel ini.

Dari penyebab-penyebab infertilitas tersebut, tidak semua bisa diobati dengan obat penambah kesuburan pria. Yang umumnya bisa disembuhkan dengan obat adalah yang disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon. Sejumlah obat yang dijual bebas di apotik bisa membantu meningkatkan kesuburan pria, seperti berikut:

1. Clomiphene citrate 

Tak hanya untuk meningkatkan kesuburan pria, clomiphene citrate juga bisa digunakan untuk meningkatkan ovulasi (produksi sel telur) pada wanita. Pada pria, clomiphene citrate bekerja dengan cara meningkatkan hormon yang memproduksi hormon testosteron dan sperma. Hal ini akan:

- meningkatkan jumlah produksi sperma

- mengatasi penyumbatan yang menyebabkan sperma tidak bisa masuk ke dalam air mani

- meningkatkan motilitas sperma (kemampuan gerak sperma untuk mencapai sel telur)

Meskipun pembelian melalui marketplace makin mudah, namun obat ini memerlukan resep dokter. 

2. Anastrozole 

Anastrozole bekerja dengan cara menghalangi enzim aromatase sehingga hormon testosteron meningkat dan hormon estrogen menurun. Obat ini biasanya digunakan untuk pria yang memiliki kadar estradiol tinggi (dan testosteron rendah) sehingga efek positif yang diharapkan adalah terjadinya keseimbangan hormon yang meningkatkan jumlah sperma, motilitas sperma, dan morfologi (bentuk) sperma.

Anastrozole juga mengatasi masalah kesuburan pria yang disebabkan oleh penurunan libido dan disfungsi ereksi. Seperti clomiphene, anastrozole juga bisa diresepkan pada wanita, yaitu bagi mereka yang telah menopause dan memiliki kanker payudara maupun pada pria yang terkena kanker payudara.

Bisakah meningkatkan kesuburan pria tanpa obat?

Untuk meningkatkan kesuburan pria, tidak perlu menggunakan obat-obatan. Namun, untuk mengatasi masalah kesuburan atau infertilitas pria, sebaiknya periksakan pada dokter untuk mengetahui jenis perawatan yang sesuai.

Berikut ini adalah cara menjaga kesehatan sperma agar kesuburan pria terjaga.

1. Konsumsi makanan bergizi

Sejumlah kandungan nutrisi pada makanan ternyata mampu meningkatkan kesehatan sperma, antara lain:

• Vitamin B-12

Vitamin B-12 yang sering ditemukan dalam daging, ikan dan susu ini memiliki banyak manfaat antara lain dapat melindungi sperma dari peradangan.

• Vitamin C

Vitamin C yang terkandung di dalam jeruk, kentang, tomat, dan bayam dapat berkontribusi pada jumlah sperma yang lebih banyak. 

• Likopen

Likopen umumnya terkandung didalam tomat dan semangka. Mengkonsumsi 4-8 miligram (mg) sehari dapat meningkatkan jumlah dan motilitas sperma. Sangat tidak dianjurkan mengkonsumsinya secara berlebihan karena dapat merusak DNA dan melukai sperma. 

• Kacang-kacangan

Sebuah penelitian yang dilakukan pada 2018, terhadap 119 pria menemukan konsumsi almond, walnut, dan hazelnut yang banyak selama periode 14 minggu meningkatkan jumlah sperma hingga 16 persen.

2. Berolahraga dengan teratur

Berolahraga dapat meningkatkan kualitas sperma dalam jumlah, gerakan, dan bentuk sperma meskipun yang dilakukan adalah olahraga ringan. Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2005 menemukan bahwa kombinasi aktivitas rendah dan indeks massa tubuh (IMT) yang tinggi memiliki peranan langsung terhadap kualitas semen yang buruk. Kelebihan berat badan (obesitas) dapat mempengaruhi kadar hormon testosteron di dalam tubuh dan dapat menurunkan gairah seks. Karenanya, olahraga dan penurunan berat badan sesuai dengan IMT dapat meningkatan jumlah dan kualitas sperma. Jalan 20 menit, push-up, atau melakukan pekerjaan ringan dapat menaikan hormon endorphin dan meningkatkan aliran darah sehingga gairah seks pun meningkat.

3. Memilih celana dalam yang tepat

Sebuah penelitian pada tahun 2018, menemukan bahwa pria yang menggunakan celana boxer memiliki 17 persen sperma yang lebih banyak dibandingkan dengan pria yang menggunakan celana dalam model standar. Namun, Anda tidak perlu mengganti seluruh celana dalam Anda karena para peneliti telah memperingatkan bahwa penelitian yang mereka lakukan tidak mengukur faktor-faktor lain yang mempengaruhi jumlah sperma seperti bahan pakaian. 

4. Tidak mengonsumsi kafein dan alkohol secara berlebihan

Konsumsi kafein lebih dari 3 cangkir sehari, baik dalam bentuk kopi, minuman berenergi, maupun soda meningkatkan risiko terjadinya keguguran. Pada penelitian yang dilakukan pada tahun 2017 ditemukan bahwa mengkonsumsi kafein dapat merusak DNA pada sperma dan dapat mengurangi jumlah sperma. Sama halnya dengan kafein, mengkonsumsi alkohol secara berlebihan juga dapat menurunkan jumlah dan motilitas sperma.

5. Hindari bahan kimia dan produk tertentu

Terdapat bahan kimia dan produk tertentu yang dapat berefek langsung kepada jumlah, volume, motilitas, dan bentuk dari sperma yaitu timah, aseton, dan merkuri. Oleh karena itu, sangat penting untuk menghindari bahan kimia dan produk tertentu dari paparan langsung terhadap tubuh.

Jadi, ingat selalu untuk menjaga kesehatan sperma, khususnya jika berada dalam usia subur atau berencana untuk memiliki keturunan agar kesuburan terjaga. 

 

Referensi: Freedom Feritility

Image by Freepik