Pernah tiba-tiba bengong karena saking banyaknya pikiran, mencari-cari kacamata padahal sedang dipakai, atau kesulitan mengingat kata-kata tertentu? Jika kita mengalaminya beberapa waktu setelah melahirkan, bisa jadi kita menghadapi suatu kondisi yang disebut sebagai “mom brain”.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of British Columbia menunjukkan bahwa menjadi ibu mempunyai dampak permanen pada fungsi kognitif. Temuan ini menjadi salah satu dasar kenapa beberapa ibu menjadi lebih gampang lupa, sering melamun, dan emosional setelah melahirkan.

Apa itu mom brain?

Ada banyak perubahan yang dialami oleh ibu setelah melahirkan. Selain perubahan dari segi fisik seperti perut yang tampak menggelambir hingga perubahan hormon yang bikin emosi jadi naik turun, perubahan juga terjadi pada struktur otak ibu. Mom brain mengacu pada kondisi kelupaan akibat perubahan yang terjadi pada struktur otak ibu pasca melahirkan.

Sebuah penelitian di Nature Neuroscience menemukan bahwa setelah melahirkan, perempuan mengalami perubahan pada materi abu-abu otak yang memungkinkan kontrol gerakan, ingatan, dan emosi. Perubahan ini terjadi di wilayah yang melibatkan kognisi sosial atau kemampuan merasakan empati terhadap orang lain. Karena perubahan ini, ibu dapat beradaptasi dalam merawat dan bisa lebih responsif terhadap kebutuhan bayinya secara alami. Instingnya jadi lebih tajam. Ibu akan melupakan memori tertentu yang dianggap otak tidak penting dan lebih fokus pada bayinya. Inilah alasan di balik naluri keibuan.

Berapa lama ibu akan mengalami mom brain?

Meski belum jelas berapa lama mom brain akan berlangsung, namun kondisi kelupaan ini akan mereda dalam beberapa bulan setelah melahirkan. Berkat kemampuan otak untuk melakukan reorganisasi, para ibu akan cepat menyesuaikan diri dengan kondisi yang dihadapinya. Apalagi jika segala sesuatunya sudah menjadi rutinitas. Di samping itu, semakin bertambahnya usia anak, tentu ibu tidak lagi harus mencurahkan energinya sebanyak ketika anak masih bayi. Yang jelas, tidak semua ibu dengan mom brain mengalami pengalaman yang sama.

Mengalami mom brain ada untungnya juga lho…

Menjadi gampang lupa usai melahirkan tak selalu berarti negatif, ibu yang mengalami mom brain cenderung:

  • akan tetap tenang dan fokus ketika dirinya dalam kondisi stres,
  • punya kemampuan untuk menafsirkan apa arti tangisan bayi, dan
  • peningkatan kewaspadaan di sekitar potensi bahaya.

Sebuah penelitian juga menunjukkan ibu yang mengalami penurunan terbesar pada volume materi abu-abu otak, memiliki hubungan terhangat dan bonding yang kuat dengan bayinya. Tak perlu khawatir, seiring berjalannya waktu, otak ibu akan menjadi lebih baik kok!

Cara menyiasati mom brain

Sebenarnya kita tak perlu khawatir karena mom brain dapat berlalu dengan seiring dengan berjalannya waktu. Tapi jika dirasa kondisi ini mengganggu aktivitas sehari-hari, coba lakukan beberapa hal ini untuk menyiasatinya.

  1. Menyadari dan menerima peran sebagai ibu yang (tidak jarang) melelahkan
  2. Menyusun to do list
  3. Fokus pada prioritas dan lupakan hal-hal yang kurang penting
  4. Mintalah bantuan suami atau keluarga untuk sama-sama merawat anak
  5. Beristirahatlah sebanyak yang kita bisa
  6. Konsumsi makanan sehat untuk menunjang kesehatan sel otak
  7. Bicaralah pada ibu lain dengan pengalaman yang sama agar tidak merasa sendiri
  8. Meditasi untuk membantu pikiran tetap fokus

Jika kita mengalami mom brain, tetaplah tenang dan jangan khawatir. Apa yang kita alami adalah bagian normal dari peran sebagai ibu. Percayalah bahwa otak mengalami perubahan yang positif selama kehamilan dan masa nifas, otak sangat paham apa yang dilakukannya, dan otak akan beradaptasi dengan peran baru serta membekali kita untuk menjadi ibu yang lebih baik. Tetap semangat ya, Bu!

 

Ref: Very Well Family, What to Expect