Gimana ya rasanya, sudah cocok sama pasangan, sudah yakin mau nikah sama dia, sudah mengantongi restu, tapi… semua persiapan yang menyiapkan orang tua? Ibaratnya, kita tinggal tunggu beres aja. “Pokoknya, kalian tinggal bangun, mandi, dandan, hadir,” gitu kalau kata Mama Satya (Sarah Sechan) di film Mohon Doa Restu. Lengkapnya lagi, calon besan alias Mamanya Mel (Cut Mini) juga kompak mau atur Mel (Syifa Hadju) di pernikahannya. Kecewa? Ya tentunya dong. Apalagi harapan Mel, Satya (Jefri Nichol) bisa lebih tegas untuk bisa menentukan pilihan sendiri tanpa diatur ibunya. Terdengar familiar? Mirip sama yang lagi kita alamin? Kalau iya, berarti kita perlu melakukan beberapa langkah ini supaya intervensi orang tua menjelang pernikahan enggak terlalu jauh. 

1. Buat batasan yang jelas 

Ini adalah prinsip dasar yang kita dan pasangan perlu lakukan. Dengan menyetujui batasan intervensi yang dilakukan orang tua bersama pasangan bisa memberikan rasa nyaman dan menghindari kesalahpahaman. Misal, mereka boleh ikut andil dalam menentukan pilihan dekorasi, atau katering, tapi pakaian yang ingin kita pakai biarkan menjadi pilihan kita. Diskusikan secara baik-baik dengan bahasa yang sopan, ya. 

2. Cari tahu alasan intervensi orang tua 

Terkadang, orang tua enggak sadar mereka terlalu ‘ikut campur’ dalam urusan anak-anaknya. Niatnya baik, ingin membantu supaya kita enggak terlalu terbebani dengan urusan pernikahan. Nyatanya, kita merasa yang mereka lakukan berlebihan dan berujung salah paham. Supaya enggak suudzon alias berprasangka buruk, baiknya cari tahu alasan intervensi mereka. Caranya, bicarakan baik-baik. Ajak pasangan untuk bantu bicara dengan orang tuanya, tanpa perlu kehadiran kita. 

3. Tentukan intervensi mana yang bisa di tolerir, mana yang tidak

Kalau cuma sekadar ikut milih bunga dalam dekorasi, atau pilihan katering, sepertinya tak perlu jadi konflik. Lagi-lagi, kita perlu pahami sejauh mana batasan intervensi orang tua yang bisa kita tolerir. Selama masih bisa dikompromikan, kenapa enggak? Tapi kalau sudah ikut campur dalam masalah personal kita dan pasangan, nah ini yang perlu dibicarakan lebih lanjut. 

Intervensi orang tua sudah terlalu jauh? Saatnya angkat bicara… 

Ketika memutuskan untuk menikah, kita enggak hanya terikat dengan pasangan tapi juga keluarganya terutama orang tuanya. Kalau intervensi orang tua sudah dirasa terlalu jauh, ada baiknya dibicarakan sebelum pernikahan. Diskusikan bersama, apa yang mereka lakukan yang membuat kita merasa kurang nyaman. Biar bagaimanapun, kita perlu menghormati alasan mereka dan mengambil apa yang positif dari yang dilakukan. Buat kesepakatan bersama agar persiapan pernikahan dan selanjutnya bisa nyaman untuk kedua belah pihak. Jangan ragu juga untuk konsultasi ke konselor jika ingin pihak luar yang lebih objektif. 

 

Image: kuy.co.id