Menginjak usia 3 tahun, mendadak anak sangat tertarik dengan alat kelaminnya. Khususnya pada anak laki-laki, hal ini terlihat ketika anak suka memainkan penisnya dengan cara memegang berulang atau menggoyangkannya, bahkan kadang menggesekkannya ke guling dan terlihat “keenakan”.

Kita pun bisa saja mengaitkannya dengan aktivitas seksual dan reflek memarahi anak ketika melakukannya. Padahal, ketertarikan anak dengan alat kelaminnya merupakan salah satu wujud perkembangan psikoseksual anak.

Apa itu perkembangan psikoseksual anak?

Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh Sigmund Freud, seorang psikolog terkenal, dan telah menjadi fokus utama dalam psikologi perkembangan. Perkembangan psikoseksual adalah perubahan dalam pemahaman dan pengalaman seksual anak-anak sepanjang hidup mereka.

Di awal kehidupannya, anak belum memiliki pemahaman yang lengkap tentang seksualitas. Namun, seiring bertambahnya usia, mereka mulai mengembangkan perasaan dan identitas seksual yang lebih kuat. Proses ini sangat dipengaruhi oleh interaksi dengan lingkungan sosial dan pengalaman yang mereka alami.

Konsep ini diklaim dapat memberikan wawasan tentang bagaimana tahap perkembangan anak memengaruhi pembentukan kepribadian dan perilaku. 

Perkembangan psikoseksual menurut Freud terbagi menjadi lima tahap utama, yaitu tahap oral, tahap anal, tahap falik, tahap laten, dan tahap genital. Setiap tahapnya memerlukan stimulasi yang tepat dari orang tua atau pengasuh untuk mendukung perkembangan anak. 

Tahap Oral (0-1,5 tahun)

- Fokus utama anak ada pada mulut dan aktivitas menghisap, menggigit, dan meraba benda-benda dengan mulut.

- Orang tua sebaiknya:

  1. Memberi ASI sesuai kebutuhan bayi
  2. Mengenali & merespon cepat tanda lapar bayi 
  3. Memastikan mainan & benda di sekitar bayi aman untuk dihisap

Tahap Anal (1,5-3 tahun)

- Fokus dorongan seksual berpindah ke area anus, terkait dengan kontrol buang air besar.

- Orang tua sebaiknya:

  1. Konsisten dan sabar saat mengajari toilet training, agar anak nyaman dan percaya diri 
  2. Menghindari hukuman terkait kontrol buang air besar dan kecil

Baca: Anak Perempuan Tomboy, Apa Penyebabnya?

Tahap Falik (3-6 tahun)

- Anak mulai mengembangkan minat dan pengetahuan tentang perbedaan gender

- Anak tertarik secara seksual pada alat kelamin sendiri (oedipus complex pada anak laki-laki dan elektra complex pada anak perempuan). 

- Ini adalah tahap kritis dalam perkembangan psikoseksual, yang dapat memengaruhi pandangan anak terhadap jenis kelamin yang berlawanan dan mengarah pada konsep diri dan moralitas.

- Orang tua sebaiknya:

  1. Memberikan pemahaman tentang seksualitas dan gender sesuai value/nilai yang dianut
  2. Memberikan jawaban yang jujur terhadap pertanyaan tentang tubuh, seksualitas, dan gender

Tahap Laten (6-12 tahun)

- Anak fokus pada pengembangan keterampilan sosial, pendidikan, dan hobi.

- Orang tua sebaiknya:

  1. Memberi kesempatan & mendukung anak mengembangkan minat & hobi mereka
  2. Melibatkan anak dalam pengambilan keputusan terkait kegiatan sosial & minat mereka

Tahap Genital (12 tahun ke atas)

- Fokus kembali pada area genital

- Anak mulai mengalami ketertarikan romantis dan seksual 

- Orang tua sebaiknya:

  1. Menjalin komunikasi terbuka dengan anak tentang hubungan antarjenis, seksualitas, dan tanggung jawab 
  2. Memberikan informasi yang akurat dan mendukung pemahaman yang sehat tentang seksualitas & kesehatan reproduksi 
  3. Mendukung pembentukan hubungan yang sehat dan saling menghormati dengan teman sebaya

Setiap tahap ini membentuk dasar pengembangan emosi, identitas diri, dan perilaku anak dalam interaksi dengan dunia sekitarnya. Tahap-tahap ini mewakili perubahan dalam fokus perasaan dan dorongan anak, yang berubah seiring pertumbuhan mereka.

Orang tua, pengasuh, guru, sebaiknya memahami dengan baik tahap perkembangan psikoseksual anak agar dapat memberikan penjelasan yang tepat dan bimbingan yang sesuai sepanjang perjalanan perkembangan anak. Sosok-sosok pengasuh tadi juga harus memahami bahwa setiap anak berkembang dengan kecepatan yang berbeda, sehingga penting untuk merespons kebutuhan individu anak dengan cermat. 

Dengan memberikan stimulasi yang tepat dan memenuhi kebutuhan perkembangan anak, orang tua dapat membantu mereka menjalani setiap tahap perkembangan psikoseksual dengan sehat, percaya diri, dan positif.

Penting untuk diingat bahwa setiap anak unik, dan perkembangan mereka dapat berjalan dengan beragam tingkat. Oleh karena itu, orang tua harus selalu bersikap fleksibel dan peka terhadap kebutuhan individual anak mereka. Selain itu, memberikan cinta, perhatian, dan dukungan emosional yang konsisten selama semua tahap perkembangan merupakan aspek penting dalam membantu anak tumbuh menjadi individu yang sehat dan bahagia.

 

Referensi:

Alwisol. 2011. Psikologi Perkembangan. Malang: UMM PRESS.

Hastuti, Dwi. 2015. Pengasuhan: Teori, Prinsip dan Aplikasinya di Indonesia. Bogor: IPB Press. 

Sarwono, Sarlito W. 1991. Pengantar Psikologi Umum. Jakarta: Rajawali.

Ritzer, George. Goodman, Douglas J. 2005. Teori Sosiologi Modern. Jakarta: Prenada Media.

 

Image by Freepik