Bagi seorang ibu hamil, meningkatnya kadar keputihan sepertinya adalah suatu kondisi yang normal dan biasa terjadi. Tapi, kalau keputihan yang keluar berwarna agak kuning atau bahkan kuning pekat, berbahaya enggak ya meski tidak menimbulkan rasa gatal? Kita bahas sama-sama, yuk.

Ketika sedang hamil, leukorea atau keputihan yang tidak berbahaya dihasilkan sebagai akibat dari peningkatan hormon estrogen. Leukorea biasanya berwarna bening atau putih susu, tidak keruh, berbau, namun tidak menyengat. Sedangkan keputihan kuning berarti keputihan yang keluar berwarna kuning tua dan kental atau menggumpal, atau bisa juga kuning pucat dan berair. Mengalami keputihan yang berwarna kuning berarti sedang ada situasi tidak wajar pada ibu hamil. 

Dikutip dari healthline.com, keputihan berwarna kuning merupakan sebuah sinyal dari sebuah infeksi. Beberapa kondisi yang mungkin penyebab keputihan berwarna kuning di antaranya:

1. Bacterial vaginosis

Terlalu banyak jenis bakteri di dalam vagina dapat mengakibatkan bacterial vaginosis. Kondisi ini biasanya terjadi kepada mereka yang aktif secara seksual.  Bagi wanita yang terkena bacterial vaginosis biasanya mengalami keputihan berwarna kelabu atau kekuningan, rasa tidak nyaman pada vagina karena gatal, muncul bau tidak sedap terutama setelah berhubungan seks, serta munculnya sensasi terbakar saat buang air kecil. 

2. Infeksi jamur

Menurut Mayo Clinic, kehamilan dapat mengganggu pH vagina sehingga infeksi jamur sering terjadi. Infeksi jamur biasanya menyebabkan cairan kental dan tidak berbau yang menyerupai keju berwarna putih kekuningan, rasa gatal di sekitar area vagina, sensai terbakar saat buang air kecil atau berhubungan seks, hingga pembengkakan dan kemerahan pada vulva.

3. Klamidia

Klamidia atau adalah infeksi menular seks (IMS) akibat bakteri yang dapat disembuhkan dengan antibiotik. Klamidia biasanya tidak bergejala sehingga banyak orang tidak menyadari telah terjangkit. Jikapun bergejala, biasanya seputar munculnya bau tidak sedap saat buang air kecil serta rasa kurang nyaman pada vagina ketika berhubungan seks dan pada bagian bawah perut.

4. Gonorea

Gonorea adalah IMS umum yang dapat diobati dengan antibiotik. Biasanya muncul gejala-gejala seperti peningkatan kadar keputihan, rasa kurang nyaman saat berhubungan seks, saat buang air kecil, dan juga di bagian bawah perut.

5. Trikomoniasis

Merupakan infeksi parasit protozoa yang dapat menyebabkan IMS pada umumnya. Menurut CDC, hanya sekitar 30% dari perkiraan 3,7 juta orang di Amerika Serikat dengan trikomoniasis yang akan mengalami gejala. Gejalanya biasanya terjadi peningkatan keputihan dengan bau yang kurang sedap dan berwarna kekuningan, rasa tidak nyaman saat buang air kecil dan berhubungan seks, muncul kemerahan pada alat kelamin, serta rasa nyeri dan gatal pada alat kelaimin.

Keputihan saat hamil muda biasanya berlangsung antara 1 hingga 2 minggu setelah pembuahan sel telur. Jika jenis keputihan yang terjadi akibat IMS, biasanya pengobatan bisa langsung dilakukan dengan memberikan antibiotik. Pada kasus tertentu, ibu hamil harus tetap mendapatkan arahan dari dokter agar diagnosis dan pengobatan dapat dilakukan secara tepat. 

Yang harus diperhatikan selama kehamilan adalah ibu hamil harus memperhatikan keputihan yang secara kadar memang meningkat. Jika berwarna putih seperti susu, tidak menggumpal, tidak gatal dan tidak berbau, maka situasiya masih dapat dikatakan normal. 

Akan tetapi, jika keputihan yang muncul berwarna kuning tua atau kuning pucat atau kehijauan, gatal, kental dan berbau busuk, segera hubungi dokter agar dapat diketahui apa penyebabnya dan bagaimana cara mengobatinya. Tujuannya, tentu agar kehamilan terjaga dan bayi tetap dalam kondisi aman serta sehat. 

 

Referensi: Healthline, What to Expect, Very Well Health

Image by jcomp on Freepik