“Saat mengakses media sosial kini, sering kali muncul tawaran untuk menjadi virtual assistant. Karena penasaran, akhirnya saya beranikan diri untuk ikut webinarnya yang diadakan gratis. Ternyata, menjadi virtual assistant sungguh pilhan menarik untuk kita para ibu yang ingin tetap berdaya meskipun sibuk dengan urusan rumah dan anak, karena bisa dilakukan dari rumah aja.” -Mita (37 tahun), ibu 3 anak

Apa sih virtual assistant itu? 

Menurut Tatiana Gromenko, founder dari SGB VA, virtual assistant adalah seseorang yang bekerja dengan pelaku bisnis atau perusahan rintisan (startup) dengan memberikan pelayanan administratif secara profesional, teknis, atau sebagai asisten kreatif untuk mereka. 

Seorang virtual assistant bisa bekerja secara remote (jarak jauh), bahkan dari rumah saja. Kliennya pun tak terbatas dalam negeri tapi juga bisa dari luar negeri. 

Layanan seperti apa yang bisa diberikan seorang virtual assistant? 

  1. Pengolahan data 
  2. Manajemen email 
  3. Layanan telepon 
  4. Penjadwalan janji temu 
  5. Manajemen travel 
  6. Servis kreatif seperti: video editing, photo editing, graphic design 
  7. Manajemen media sosial 
  8. Copywriting 
  9. Email marketing 
  10. Bookkeeping 

Apa yang membuat virtual assistant menarik? 

1. Pertama, peluang kerja yang besar

Karena, tiap perusahaan rintisan atau pemilik bisnis pasti membutuhkan tenaga tambahan, dan kita punya kesempatan untuk bisa bekerjasama dan meningkatkan kemampuan bekerja. 

2. Kita bisa mulai TANPA pengalaman 

Menjadi virtual assistant tak perlu harus memiliki pengalaman. Kita bisa bekerja sambil belajar, dimulai dari tugas yang paling mudah misalnya: membalas pesan customer, membuat catatan pengeluaran, atau sekadar menerima panggilan telepon. 

3. Bisa membuka kesempatan bekerja sama dengan VA lainnya 

Terkadang kita membutuhkan bantuan dari sesama VA dengan skill atau lingkup pekerjaan yang berbeda untuk memenuhi kebutuhan klien. Menjadi seorang VA memiliki kesempatan membuka peluang untuk VA lain bekerja bersama. 

4. Waktu yang fleksibel 

Kita yang menentukan kapan kita bekerja, juga berapa lama durasinya. Hal ini sangat sesuai dengan para ibu yang dulunya pernah merasakan dunia kerja, namun terpaksa harus berhenti karena memilih untuk fokus mengurus anak. Waktu kerja yang bisa disesuaikan dengan waktu luang saat mengurus anak akan sangat memudahkan kita mencoba menjadi virtual assistant.

Baca: Benarkah Ibu Rumah Tangga Rentan Alami Gangguan Kesehatan Mental?

5. Pemasukkan yang besar 

Seorang VA dibayar per jamnya. Biasanya, mereka tanpa pengalaman dengan pekerjaan yang paling mudah memiliki kisaran biaya 10-30 SGD (Dolar Singapura) atau setara dengan Rp 150.000- Rp 450.000. Sementara mereka yang sudah memiliki pengalaman dan profesional di bidangnya bisa mendapatkan pemasukan hingga 600 SGD atau setara dengan Rp.7.200.000 per jamnya. 

Apa bedanya seorang pekerja lepas (freelancer) dengan virtual assistant?

Bedanya terletak pada penentuan jam bekerja. Untuk pekerja lepas, penentuan jam kerja menyesuaikan pekerjaan yang diberikan oleh pemberi kerja. Sementara untuk virtual assistant jam kerja dan durasi waktu ditentukan oleh kita sendiri berdasarkan kebutuhan klien. 

Untuk menjadi seorang virtual assistant sebenarnya tidak sulit kalau kita mau mencoba menggali dan belajar secara mandiri lewat kursus-kursus online. Namun, untuk memudahkan mendapatkan klien, kita bisa mengikuti pelatihan dan mendapatkan sertifikasi pelatihan sebagai nilai tambah dan nilai jual sebagai seorang virtual assistant

Tertarik mencoba? 

 

Image by pikisuperstar on Freepik