Mereka yang mengalami kehamilan yang tak diinginkan, khususnya bagi pasangan yang belum menikah, umumnya akan mencari cara untuk menggugurkan kandungannya. Hal ini terbukti dengan tingginya angka pencarian pada Google tentang cara menggugurkan kandungan yang masih gumpalan darah. 

Gumpalan darah adalah masa awal terbentuknya janin setelah proses pembuahan, saat ukuran janin masih belum terlalu signifikan. Artinya, mereka yang mengajukan pertanyaan tersebut mungkin belum tahu pasti apakah mereka hamil atau tidak. Mungkin juga, mereka sudah terlambat menstruasi atau sudah melakukan test pack, namun belum memastikan ke dokter kandungan atau bidan.

Namun, benarkah menggugurkan kandungan saat masih gumpalan darah lebih mudah dilakukan?

Untuk menjawab ini, kita perlu mengetahui dulu bahwa masa kehamilan dibagi menjadi tiga trimester, masing-masing selama 3 bulan. 

Yang dimaksud dengan kehamilan trimester pertama adalah kehamilan pada usia kehamilan 0 hingga 12 minggu. Awal mula kehamilan memang bertemunya sperma dan sel telur, kemudian akan berubah menjadi gumpalan darah yang berisi perubahan sel-sel. Sekilas, seperti berikut inilah perkembangan janin saat trimester pertama:

Minggu ke-1 dan ke-2 

Ini merupakan masa di mana terjadi konsepsi atau bertemunya sel telur dengan sel sperma.

Minggu ke-3 

Setelah konsepsi, terbentuklah zigot sebagai hasil penyatuan antara sel telur dan sperma. Zigot ini akan berkembang dan berubah menjadi morula.

Minggu ke-4 

Morula akan berubah menjadi blastokista dan akan berimplantasi (menempel) pada lapisan bagian dalam rahim (endometrium). Blastokista kemudian akan berubah menjadi embrio.

Minggu ke-5

Pada saat ini, hormon hCG (hormon kehamilan) meningkat, yang menyebabkan menstruasi terhenti. Embrio juga berkembang menjadi 3 lapisan, yaitu ektoderm, mesoderm, dan endoderm. 

Minggu ke-6

Terjadi penyusunan sistem saraf pusat pada janin, yaitu otak dan tulang belakang. Struktur dasar mata dan telinga pun mulai berkembang.

Minggu ke-7 

Berlanjut kepada perkembangan otak dan wajah janin. Saat ini, bentuk hidung sudah mulai terlihat dan retina pun mulai terbentuk. 

Minggu ke-8 

Terbentuk hidung dan bibir atas janin. 

Minggu ke-9 

Mulai tumbuh lengan dan siku janin, juga jari-jari janin. Lingkar kepala bayi akan mulai membesar.

Minggu ke-10

Kepala janin sudah semakin bundar. Jari-jari semakin panjang, kelopak mata dan telinga luar terus berkembang. 

Minggu ke-11 

Saat ini alat kelamin janin sudah mulai terlihat.

Minggu ke-12

Perkembangan janin pada trimester 1 berhenti saat janin sudah mulai tumbuh kuku. Wajah dan kepala bayi sudah semakin jelas dan mulai terbentuknya organ-organ bagian dalam janin. 

Baca: Begini Cara Tes Kehamilan Lewat Handphone

Meskipun masih berupa gumpalan darah, amankah menggugurkan janin di trimester 1?

Jawaban dari pertanyaan aman atau tidaknya adalah tergantung. Menggugurkan janin akan sangat aman bila dilakukan oleh tenaga profesional seperti dokter spesialis kandungan dan kebidanan. Tentunya, dengan alasan medis mengapa janin tersebut harus digugurkan. 

Misalnya, wanita korban perkosaan. Janin boleh digugurkan jika usia kehamilan tidak lebih dari 40 hari dihitung sejak hari pertama haid terakhir, menurut Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi. Meskipun demikian, tindakan aborsi seperti ini menjadi aman dan legal saat ditangani oleh tenaga kesehatan profesional seperti dokter spesialis kandungan dan kebidanan.

Bagaimana jika tidak ada alasan medis?

Meskipun masih berupa gumpalan darah, tindakan aborsi akan sangat berbahaya dan ilegal apabila dilakukan oleh orang awam yang tak paham mengenai ilmu kedokteran. Alasannya, apabila ada kesalahan dalam melakukan proses aborsi, tak menutup kemungkinan akan terjadi suatu kondisi kegawatdaruratan baik pada ibu maupun janin. 

Contohnya saja, saat ada yag mencoba mengugurkan janin dengan mengonsumsi obat-obatan yang tidak sesuai dosis, maka bisa saja terjadi nyeri perut yang sangat hebat bahkan sampai terjadinya perdarahan. Tak hanya ibu, janin pun bisa berdampak, yaitu terjadinya kecacatan janin yang tak akan bisa berubah sampai kelak lahir. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bahwa trimester pertama merupakan fase penting perkembangan sistem saraf pusat janin. Jadi, sebaikya hindari melakukan aborsi ilegal. 

Baca: Bahaya Penggunaan Obat Aborsi tanpa Pengawasan Dokter

Tapi, di internet banyak cara aborsi yang bisa dilakukan sendiri…

Bila kita mencari kata kunci pada google “cara-cara aborsi”, mungkin akan banyak keluar cara melakukan aborsi. Mulai dari aborsi yang menggunakan obat-obatan tertentu, aborsi dengan teknik-teknik tertentu, aborsi dengan melakukan gerakan tertentu, sampai pada aborsi dengan mengonsumsi makanan atau minuman seperti nanas atau sprite. 

Hati-hati dan bijak dalam membaca dan menyerap informasi ini karena sekali lagi tindakan aborsi menggunakan cara-cara di atas adalah tidak tepat dan bisa membahayakan ibu dan janin.

Jadi, bila kita memang sedang dalam kondisi hamil namun tak menginginkannya, segera konsultasikan pada dokter spesialis kandungan dan kebidanan. Jangan lakukan tindakan aborsi ilegal atau aborsi mandiri yang justru dapat membahayakan jiwa ibu dan janin. 

 

 

Image by Freepik