Last updated: 28 Agustus 2021

KB implan atau susuk adalah salah satu metode kontrasepsi jangka panjang yang dapat dipilih untuk menjarakkan kehamilan. 

KB implan dipasang bawah kulit dan hanya mengandung hormon progesteron. Hormon tersebut dilepaskan dalam jumlah kecil secara terus menerus ke dalam aliran darah.

Bagaimana cara KB implan mencegah kehamilan?

Cara kerja KB implan adalah sebagai berikut:

  • Mencegah ovulasi atau pematangan sel telur dengan cara mekanisme umpan balik ke kelenjar hipofisis, yaitu kelenjar penghasil hormon perangsang ovulasi.
  • Mengentalkan lendir pada leher rahim sehingga sperma sulit melaluinya untuk sampai ke sel telur.
  • Menjadikan dinding rahim tipis sehingga tidak terjadi penempelan sel telur atau implantasi.

Baca juga: KB Implan: Kelebihan, Keterbatasan, Rumor & Fakta

Kapan KB implan dapat dipasang?

  • Saat sedang mengalami menstruasi hari ke 1-5.
  • Saat sedang tidak menstruasi namun pastikan ibu tidak hamil. Setelah pemasangan implan, gunakan kontrasepsi jenis lain selama 7 hari atau tidak melakukan hubungan seksual selama 7 hari (puasa dulu ya, Bu :p)
  • Pasca persalinan, pemasangan implan dapat langsung dilakukan.
  • Pasca abortus atau keguguran, implan dapat langsung dipasang.

Baca juga: Saat Implan Menjadi Pilihanku

Keuntungan KB implan

Mengapa memilih KB implan? KB implan memiliki banyak keuntungan bagi ibu yang menggunakannya. Keuntungan tersebut adalah sebagai berikut: 

  • KB implan memiliki efektivitas yang sangat tinggi. Pada umumnya, risiko kehamilan kurang dari 0,2 sampai dengan 1 dari antara 100 ibu dalam 1 tahun.
  • Bebas dari pengaruh estrogen, sehingga tidak menghambat produksi ASI alias aman bagi ibu menyusui.
  • Kesuburan dapat kembali normal setelah implan dicabut.
  • Tidak perlu meminum pil setiap hari atau rutin melakukan penyuntikan setiap bulannya sehingga tidak ada risiko lupa.
  • Tidak mengganggu hubungan seksual.

Kekurangan KB Implan

Meskipun memiliki banyak keuntungan, terdapat laporan kasus efek samping dari penggunaan KB implan itu sendiri, yaitu:

  • Gangguan menstruasi, keluhan yang timbul adalah haid sedikit dan singkat, haid tidak teratur atau lebih dari 8 hari, haid jarang, atau tidak haid sama sekali. Namun, hal ini cukup lumrah dan tidak berbahaya.
  • Kemungkinan perubahan berat badan, karena perubahan hormon akan sedikit memengaruhi nafsu makan.
  • Nyeri kepala.
  • Perubahan mood.
  • Nyeri pada payudara.
  • Mual dan nyeri perut.
  • Menghentikan penggunaannya tidak bisa dilakukan sendiri, karena harus ke layanan kesehatan untuk melepas implan.

Implan dapat digunakan oleh mereka yang memiliki hipertensi, obesitas, yang merokok, dan yang memiliki gangguan kolestrol. Namun, implan tidak boleh digunakan oleh ibu yang memiliki keadaan khusus seperti:

  • Penyakit tromboemboli, penyakit yang berhubungan dengan pembuluh darah dan kekentalan darah.
  • Perdarahan genital yang belum terdiagnosis.
  • Penyakit hati akut.
  • Tumor hati jinak atau ganas.
  • Kanker payudara.

Pemasangan KB implan harus dilakukan oleh tenaga kesehatan yang berpengalaman. Jika Anda ingin memilih bidan untuk memasang implan, aplikasi SKATA menyediakan daftar bidan yang terdaftar secara resmi dan memiliki kompetensi yang baik. Atau, klik fitur Cari Bidan berikut ini.

Sebelum pemasangan implan, Anda harus mengetahui pilihan implan, bentuk, dan cara pemasangannya. Implan berbentuk kapsul batang berpori dengan diameter 0.2 cm dan panjang 3-4 cm.

Baca juga: Seberapa Mahal Sih Harga KB Implan?

Implan yang beredar di Indonesia di antaranya memiliki nama dagang Jadena dan Implanon.

  1. Jadena terdiri dari dua batang yang masing-masing mengandung 75 mg levonorgestrel. Masa kerjanya 5 tahun.
  2. Implanon adalah implan tunggal berisi etonogestrel 68 mg dibungkus dalam sebuah membran etilen vinil asetat. Masa kerjanya 3 tahun.

Sebelum melakukan pemasangan, konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter atau bidan mengenai rencana Anda untuk melakukan pemasangan KB implan ini. Setelah melakukan konsultasi dan Anda dinyatakan dapat menggunakan KB implan, proses pemasangan bisa segera dilakukan.

Baca juga: Mitos-Mitos Tentang IUD dan Implan Yang Ternyata Hoax!

Proses pemasangan implan dan panduan perawatan luka pemasangan

Proses pemasangan akan dimulai dengan menyuntikkan anestesi lokal pada bagian bawah lengan atas. Kemudian, dokter atau bidan akan memasukkan KB implan dengan menggunakan alat khusus. Setelah proses selesai, dokter akan memasangkan perban pada lengan atas Anda.

Setelah pemasangan implan, Anda harus melakukan perawatan atau perhatian khusus pada luka pemasangan, yaitu:

  • Kemungkinan akan timbul memar, bengkak, atau kemerahan di kulit. Ini merupakan hal yang normal terjadi.
  • Jaga luka tetap kering sekurang- kurangnya selama 48 jam untuk menghindari infeksi.
  • Pembalut luka dibuka setelah 48 jam dan band aid dibuka sampai luka sembuh, umumnya 3-5 hari kemudian.
  • Ibu dapat langsung bekerja namun hindari benturan dan tekanan pada luka.
  • Setelah luka sembuh, daerah tersebut dapat disentuh dan dibersihkan, dan dapat digunakan seperti biasa.
  • Bila terdapat tanda infeksi seperti demam, luka kemerahan, dan sakit yang menetap selama berhari-hari, segera kembali ke tempat Anda memasang implan untuk dicek secara medis.
  • KB Implan hanya akan bergeser 2 mm, tidak lebih, apalagi sampai hilang di dalam tubuh.

Nah, bagaimana? Sekarang pasti jadi banyak tahu soal KB implan kan? Jika Anda tertarik untuk menggunakan implan, segera konsultasikan dengan suami dan tenaga kesehatan terlatih, ya!

 

 

Editor: Elvin Eka Aprilian



Konsultasi dengan dokter