Pernah merasakan nyeri di perut bagian bawah saat tidak sedang menstruasi? Jika nyeri ini sering datang, pikiran kita pun sudah “ke mana-mana”: jangan-jangan kena usus buntu atau malah tumor? Hmm, jangan keburu parno, ya. Nyeri perut bagian bawah penyebabnya beragam. Biasanya memang tidak berbahaya seperti gas yang terperangkap dalam perut atau gangguan pencernaan. Namun terkadang, nyeri perut bagian bawah bisa menjadi gejala dari masalah yang serius. Untuk itu, kita harus tahu apa saja gejala dan penyebabnya.

Sama-sama di perut, tapi sensasi nyerinya berbeda-beda

Nyeri perut adalah rasa nyeri atau rasa tidak nyaman yang dirasakan di antara dada dan daerah panggul. Sensasi nyeri yang dirasakan bisa bermacam-macam, seperti nyeri tumpul, nyeri tajam, nyeri tusuk, kram, begah, dan melilit. 

Nyeri ini bisa dirasakan terus menerus atau bisa hilang timbul. Misalnya, jika kita mengalami nyeri perut akut, kemungkinan besar kita hanya mengalami nyeri sekitar satu minggu atau kurang. Namun, nyeri perut kronis terjadi secara konstan atau berulang dan bisa berlangsung selama 3 bulan atau lebih.

Pentingnya menentukan titik lokasi nyeri 

Untuk mengetahui penyebab nyeri perut, maka kita sebaiknya dapat menentukan lokasi nyeri perut yang kita rasakan. Bila kita dapat menentukan lokasi nyeri perut, hal itu dapat membantu dokter untuk mempersempit penyebab nyeri perut yang kita rasakan. 

Perlu kita ketahui, ini adalah pembagian nyeri perut berdasarkan lokasinya: 

• Nyeri perut kanan atas 

• Nyeri perut kiri atas 

• Nyeri perut kanan bawah 

• Nyeri perut kiri bawah 

Kemungkinan penyebab nyeri perut bagian bawah

Perut bagian bawah wanita terdiri dari saluran pencernaan, saluran kencing, dan saluran reproduksi. Berarti, penyebab nyeri perut bagian bawah pada wanita tak jauh-jauh dari ketiga saluran ini. 

Penyakit yang mungkin menjadi penyebab nyeri perut bagian bawah pada wanita:

  1. Perut kembung
  2. Cedera traumatis
  3. Ketegangan otot
  4. Stres (nyeri psikosomatis)
  5. Dispepsia fungsional (gangguan pencernaan bagian atas)
  6. Herpes zoster
  7. Endometriosis (endometrium tumbuh di luar dinding rahim)
  8. Kista ovarium
  9. Penyakit radang panggul
  10. Kehamilan ektopik
  11. Kanker ovarium
  12. Kanker rahim
  13. Batu ginjal
  14. Usus buntu
  15. Kanker usus buntu
  16. Kanker usus kecil
  17. Kanker usus besar
  18. Sindrom iritasi usus
  19. Penyakit radang usus (Crohn, kolitis ulserativa)
  20. Obstruksi (penyumbatan) usus besar atau kecil
  21. Aneurisma aorta abdominal (pelebaran pembuluh darah di perut)
  22. Peritonitis (radang selaput dinding perut)
  23. Limfadenitis mesenterika (peradangan dan pembengkakan kelenjar getah bening di perut)
  24. Hipersensitivitas visceral (nyeri sangat kuat di organ dalam)
  25. Sindrom iskemik usus (cedera pembuluh darah di perut)

Ciri khas nyeri perut dan penyebabnya

Setiap nyeri pada perut memilik ciri khasnya masing-masing. Nyeri ini pun memiliki penyebabnya sendiri-sendiri. Agar lebih mudah mengenali jenisnya saat nyeri perut muncul, berikut ciri-cirinya:

1. Nyeri lokal

Nyeri lokal terbatas pada satu area perut. Jenis nyeri ini sering kali disebabkan oleh masalah pada organ tertentu. Penyebab paling umum adalah gastritis atau lebih dikenal dengan maag. Ini disebabkan karena adanya iritasi pada dinding mukosa lambung. 

2. Nyeri kolik 

Nyeri kolik dirasakan di daerah perut, namun hilang timbul. Nyeri seperti ini biasanya muncul akibat adanya peradangan atau penyakit pada organ yang berongga, seperti, batu ginjal dan batu empedu.

3. Nyeri mendadak

Nyeri dirasakan hilang timbul, makin nyeri bila bergerak, berkurang bila perut ditekukm dan biasanya disertai gejala lain seperti mual dan demam. Nyeri seperti ini biasanya disebabkan karena adanya peradangan pada usus buntu atau appendixitis. 

4. Nyeri seperti kram

Kram dapat dikaitkan dengan diare, sembelit, atau perut kembung. Pada wanita, hal ini dapat dikaitkan dengan menstruasi, keguguran, atau komplikasi reproduksi. Nyeri ini dirasakan hilang timbul dan dapat hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan.

5. Nyeri perut progresif

Adalah nyeri yang semakin memburuk dari waktu ke waktu. Biasanya, gejala lain terjadi saat sakit perut berlanjut. Nyeri perut yang progresif sering kali merupakan tanda dari sesuatu yang lebih serius. 

Baca: 13 Penyebab Sembelit dan Cara Mengatasinya

Cara meredakan nyeri perut 

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, penyebab nyeri perut sangat beragam. Untuk itu kita perlu mengetahui apa penyebab pastinya sebelum kita dapat menghilangkan atau mengobatinya. Namun, kita bisa melakukan hal-hal berikut untuk mengurangi rasa nyeri perut:

  • Kompres dengan air hangat
  • Istirahat yang cukup 
  • Minum air putih yang cukup
  • Makan makanan yang bersih
  • Hindari makan makanan pedas dan asam 
  • Hindari kopi 
  • Hindari makan makanan yang mengandung gas

Nyeri perut memang tak berbahaya, namun bila nyeri perut yang dirasakan semakin memberat dan berulang, konsultasikan ke dokter sesegera mungkin ya, agar bisa diketahui penyebabnya.

 

Image by gpointstudio & rawpexels on Freepik