Bagi para pengguna KB jenis suntik, jadwal suntik berikutnya bukanlah satu-satunya hal yang wajib diingat. Ada satu hal lagi yang kerap menjadi pertanyaan dan mungkin malah tidak terpikirkan, yaitu apakah boleh langsung berhubungan seks setelah suntik KB. 

Sebenarnya, boleh saja berhubungan seks setelah suntik KB asalkan suntik KB dilakukan di waktu yang tepat. Nah, waktu yang tepat ini berkaitan dengan siklus menstruasi kita. Bila kita mendapatkan suntik KB dalam waktu tujuh hari setelah hari pertama menstruasi atau saat menstruasi, itu artinya kita bisa bebas melakukan hubungan seks setelah suntik KB tanpa harus takut akan hamil. 

Akan tetapi, bila suntik KB dilakukan tidak saat menstruasi, maka kita membutuhkan metode kontrasepsi cadangan selama satu minggu berturut-turut (seperti kondom) saat berhubungan seks. Karena KB suntik baru akan bekerja secara efektif setelah 7 hari yang pastinya tujuannya agar terhindar dari kehamilan.

Kenapa harus pakai metode kontrasepsi cadangan? 

Hal ini disebabkan karena adanya pengaruh hormon saat siklus menstruasi kita. Saat hormon dalam KB suntik masuk ke dalam tubuh kita, maka akan terjadi perubahan hormon dan tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi. 

Yang perlu diingat adalah kita harus mendapatkan KB suntik secara rutin agar hormon dalam tubuh tetap stabil dan tak kacau, sehingga kita terhindar dari kehamilan.

Baca: Kenapa Tidak Menstruasi setelah Suntik KB?

Memangnya, bagaimana cara kerja KB suntik?

KB jenis suntik merupakan suatu metode untuk mengendalikan kehamilan dengan cara menyuntikan hormon ke dalam tubuh seorang wanita (biasanya di bagian bokong). Ada dua jenis KB suntik yang terdapat di Indonesia, yaitu KB suntik 1 bulan dan KB suntik 3 bulan. 

Jenis KB suntik ini dibedakan berdasarkan isinya. KB suntik 1 bulan berisikan hormon estrogen dan progestin, sedangkan KB suntik 3 bulan mengandung hormon progestin saja. KB suntik ini harus rutin disuntikan tiap 1 bulan atau tiap 3 bulan agar cara kerjanya maksimal. Tingkat efektivitas KB suntik ini mencapai 99%, asalkan rutin dilakukan di waktu yang sudah ditentukan.

KB suntik merupakan jenis KB hormonal, sehingga cara kerjanya sangat diperngaruhi oleh hormon. Hormon yang terdapat pada KB suntik ini akan mencegah terjadinya pelepasan sel telur dari indung telur dan akan mengentalkan lendir pada leher rahim sehingga dapat menganggu pertemuan antara sperma dan sel telur. 

Hingga saat ini, KB suntik merupakan jenis KB yang paling banyak digunakan di Indonesia karena mudah didapatkan, harga terjangkau, dan tak perlu dilakukan rutin tiap hari seperti pil KB. Kita bisa mendapatkan KB suntik di fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas, klinik, atau bidan praktik mandiri. 

Lalu, bagaimana supaya hubungan seks aman setelah suntik KB?

Tenang aja, layaknya tak ada rotan akar pun jadi, kita masih bisa berhubungan seks dengan aman kok tanpa takut terjadinya kehamilan. Kita bisa menggunakan metode KB tambahan seperti kondom, untuk mencegahnya terjadi pembuahan. 

Coitus interruptus alias mengeluarkan sperma di luar juga bisa dilakukan, tetapi risiko kegagalannya lebih besar daripada kondom.

Baca: Sperma Keluar di Luar, Apa Bisa Hamil?

Adakah metode kontrasepsi yang bisa langsung berhubungan? 

KB IUD (intra uterine device) atau spiral memungkinkan kita untuk bisa berhubungan seks paling cepat 24 jam setelah pemasangan. Alasannya, KB ini tidak mengandung hormon. Selain itu, masa berlaku KB IUD juga cukup lama, yaitu hingga 10 tahun. Jadi, tak perlu bolak-balik ke bidan untuk suntik. Selain itu, efektivitasnya pun mencapai 99%.

Jadi, pahami benar cara kerja metode KB yang kita pilih ya, agar tak terjadi kehamilan.

Untuk lebih memahami cara kerja kontrasepsi, ikuti kelas Serba-serbi Alat Kontrasepsi bersama dr. UF Bagazi, Sp.OG dari RSIA Brawijaya, gratis di www.demikita.id.

 

 

Image by jcomp on Freepik