Kasus cemaran EG (Etilen Glikol ) & DG (Dietilen Glikol) pada obat sirup sempat membuat orang tua bingung karena tak bisa memberi anak obat, termasuk obat batuk. Padahal, selama ini orang tua biasa memberikan obat batuk sirup untuk anak sebagai cara utama untuk menyembuhkan batuk. Meskipun faktanya, tak semua batuk harus segera diberi obat. Pertanyaannya, berapa lama sih normalnya anak batuk jika tak diberi obat? Sebelum menjawabnya, yuk kita pahami dulu apa sebenarnya batuk itu.

Bukan penyakit, batuk merupakan respon pertahanan tubuh

Dalam laman resmi IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), dijelaskan bahwa pada dasarnya batuk adalah “ledakan” udara yang bisa mendorong keluar lendir berlebih yang diproduksi saat saluran napas anak sedang mengalami radang. Lendir yang keluar saat batuk ini ternyata bisa membuat virus dan bakteri pada saluran napas “terperangkap”. Saluran napas pun jadi bersih dari lendir, kuman, juga debu. dari Dari sini, bisa disimpulkan bahwa batuk sebenarnya adalah salah satu bentuk pertahanan tubuh.

Berapa lama biasanya batuk berlangsung?

Selain sebagai sarana mengeluarkan kotoran, batuk juga merupakan gejala dari berbagai macam penyakit. Nah, penyakit inilah yang nanti akan menentukan berapa lama biasanya batuk akan sembuh dan perlu tidaknya diberi obat. 

1. Common cold

Common cold adalah infeksi pada saluran pernapasan bagian atas, paling banyak disebabkan oleh rhinovirus. Penyakit ini umum kita kenal dengan batuk pilek biasa, yang sering terjadi pada anak-anak. Batuk biasanya akan terjadi dalam waktu 2-3 hari setelah anak terkena virus, dan bisa berlangsung 10-14 hari sampai benar-benar sembuh. 

2. Influenza

Flu adalah infeksi virus parah yang menyebabkan demam, nyeri tubuh, kelelahan, sakit kepala, sakit tenggorokan dan batuk. Biasanya ada lebih sedikit produksi lendir di saluran napas bagian atas dengan flu dibandingkan dengan pilek. Meski gejala flu bisa mereda dalam 3-7 hari, namun batuknya bisa berlangsung sampai 14 hari.

3. Batuk akibat infeksi virus

Batuk ini bisa terjadi sampai berminggu-minggu. Biasanya disertai dengan hidung yang meler. Ingat ya, batuk akibat virus bukan antibiotik obatnya!

4. Pneumonia

Ini mungkin yang paling dikhawatirkan orang tua. Pneumonia merupakan batuk yang disebabkan karena adanya infeksi bakteri. Pneumonia ditandai dengan batuk disertai adanya sesak napas. Batuk karena pneumonia bisa berlangsung paling lama 6 minggu, tergantung dari tingkat keparahan penyakit dan daya tahan tubuh anak. 

5. Bronkitis

Bronkitis adalah peradangan pada bronkus atau tabung besar di saluran udara bagian bawah. Bronkitis bisa terjadi sementara, yang bisa sembuh maksimal 3 minggu, bisa juga kronis yang berlangsung selama 3 bulan.

6. Bronkiolitis

Bronkiolitis adalah infeksi pada bronkiolus, atau saluran kecil di paru-paru, yang sering terjadi pada bayi dan anak di bawah 2 tahun. Jumlah produksi lendir yang berlebihan menyumbat jalan napas yang menyebabkan batuk, kesulitan bernapas, dan terkadang mengi atau “ngik-ngik” pada akhir pernapasan. Gejala paling parah berlangsung pada hari ke 3-5, sementara batuknya bisa reda dalam 3 minggu. 

7. Croup

Croup adalah penyakit virus yang menyebabkan pembengkakan di saluran napas bagian atas. Batuknya seperti menggonggong dan beberapa anak akan mengeluarkan suara saat bernapas yang dikenal sebagai stridor. Batuk akan lebih parah di malam hari, berlangsung selama 3-5 hari, lebih dari itu segera bawa ke dokter.

8. Batuk rejan

Nama lain penyakit ini adalah pertussis. Pertusis ini yang disebabkan oleh bakteri Bordatella pertussis. Di Indonesia penyakit ini dapat dicegah dengan vaksin DPT, jadi lengkapilah vaksin anak kita agar terhindar dari penyakit pertussis.

Bagaimana cara menangani batuk tanpa obat?

Batuk bisa diredakan dengan hal-hal di bawah ini:

1. Minum air puith hangat secara berkala, selain memberikan rasa “enak” pada tenggorokan, dahak juga bisa tertelan

2. Menggunakan humidifier untuk menjaga kelembaban udara 

3. Hirup udara hangat dan lembab 

4. Gunakan tetes hidung salin agar lendir lebih mudah keluar

5. Mengonsumsi madu 

6. Posisikan kepala agak lebih tinggi dibandingkan badan (untuk anak >1 tahun)

7. Oleskan essential oil untuk batuk pada dada dan punggung 

Sebaiknya, jangan terburu-buru memberikan obat batuk pada anak, terlebih memberikan antibiotik pada anak yang baru batuk 1-2 hari. Batuk tak melulu disebabkan oleh bakteri. Bila memberikan antibiotik padahal batuk disebabkan karena virus, sama saja percuma. Batuk yang disebabkan virus akan reda dengan sendirinya selama daya tahan tubuh anak baik.

Lalu, kapan harus ke dokter?

Ada beberapa tanda dan gejala yang menandakan bahwa anak mengalami batuk yang berat. Saat hal ini terjadi, kita bisa segera membawa anak kita ke dokter ya. 

1. Anak terlihat sesak napas dengan frekuensi napas anak menjadi cepat, melebih batas maksimal 

  • Bayi baru lahir adalah 30 sampai 60 kali per menit
  • Balita 24 sampai 40 kali per menit
  • Anak pra sekolah 22 sampai 34 kali per menit
  • Anak usia sekolah 18 sampai 30 kali per menit
  • Remaja 12 sampai 16 kali per menit

2. Ada usaha napas yang berlebihan yang ditandai dengan adanya tarikan pada dinding dada 

3. Hidung anak terlihat kembang-kempis

4. Batuk lebih dari 10 hari

5. Batuk hilang timbul dan terjadi tiap bulan dengan disertai penurunan berat badan atau berat badan tak bertambah

6. Batuk disertai demam 

7. Batuk diserati dengan nyeri dada 

Kenali batuk dengan baik, karena batuk bisa menjadi lawan maupun kawan. Untuk pertolongan pertama, redakan dengan perawatan di rumah dan tingkatkan daya tahan tubuh anak. Namun, ketahui juga tanda dan gejala bahaya batuk pada anak agar segera bisa mendapat pertolongan.

 

Image by mdjaff on Freepik