Banyak yang bilang kalau kita pakai IUD (KB spiral) enggak boleh kerja berat, angkat-angkat beban berat, naik turun tangga, apalagi olahraga berat. Katanya, IUD-nya nanti bisa bergeser atau berpindah tempat. Mitos atau fakta?

Jawabanya adalah mitos. Faktanya, pengguna IUD bisa beraktivitas normal, bahkan untuk berolahraga sekalipun. Menurut dokter spesialis kandungan dan kebidanan di Northwestern Medicine, Laura Pineiro, IUD terletak di rongga intrauterin atau rongga dalam rahim wanita, yang ia gambarkan sebagai ruang segitiga kecil di dalam otot rahim. "Begitu IUD ada di sana, sangat kecil kemungkinannya akan bergeser dan berpindah ke tempat lain," jelas dr. Pineiro.

Baca: 13 Hal Dasar tentang IUD yang Perlu Diketahui

Amankah berolahraga dengan IUD?

Olahraga juga tidak dianggap sebagai faktor risiko keluarnya IUD atau bahasa medisnya ekspulsi IUD. Secara umum, ekspulsi terjadi pada 2 hingga 10 persen orang dengan IUD, menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). Meski penyebabnya belum jelas, tetapi mereka yang berusia di bawah 20 tahun, baru saja melahirkan, atau baru saja melakukan aborsi di trimester kedua lebih berisiko mengalami keluarnya IUD dari rahim.

Nah, olahraga bukan salah satu faktor terjadinya ekspulsi maupun sekadar bergesernya IUD. Jadi, sekuat kita melompat, memutar, atau berlari, olahraga bukanlah faktor risiko penyebab IUD bergeser ataupun terlepas. 

"Dengan IUD terpasang, kita dapat berlari, dapat mengangkat beban, dan juga dapat berenang," kata Dr. Pineiro. "Kalian dapat melakukan segala jenis olahraga dan itu aman."

Satu-satunya masalah yang mungkin kita miliki dengan olahraga, adalah kita akan mengalami efek samping IUD pada umumnya seperti kram, pendarahan, atau bercak. Tapi, efek samping seperti kram dan bercak tidak disebabkan oleh olahraga, ya. 

Namun, bila kita tak nyaman dengan efek samping tersebut saat berolahraga (misalnya kram), Dr. Pineiro merekomendasikan untuk mengonsumsi obat anti nyeri. Jika rasa sakit terasa terus menerus, sebaiknya periksakan ke dokter. 

Baca: Apakah IUD Expired Harus Segera Dilepas?

Kapan boleh olahraga setelah pasang IUD?

Waktu terbaik untuk berolahraga setelah pasang IUD adalah 24 hingga 48 jam. Waktu tersebut diperlukan tubuh untuk menyesuaikan diri dengan IUD, termasuk untuk melewati kram dan nyeri yang bisa terjadi pada hari pemasangan. 

Terlepas dari olahraga, mungkinkah IUD bergeser?

IUD bisa saja bergeser atau berpindah tempat, tapi kejadiannya sangat jarang. Kalaupun iya, biasanya terjadi dalam beberapa bulan pertama. Yang mungkin jadi penyebabnya adalah:

• Kontraksi rahim yang kuat selama masa menstruasi

• Rongga rahim kecil

• Dokter/bidan kurang berpengalaman dalam prosedur ini

• Berusia di bawah 20 tahun

• Sedang menyusui

• Pemasangan IUD segera setelah melahirkan

Jika IUD bergeser, adakah tandanya?

Beberapa gejala ini bisa kita rasakan jika IUD bergeser atau berpindah tempat, yaitu : 

• Tidak bisa merasakan benang IUD dengan jari kita

• Pasangan kita bisa merasakan IUD saat berhubungan seks

• Perdarahan di antara periode menstruasi

• Pendarahan vagina yang berat

• Kram perut yang hebat

• Rasa sakit atau nyeri di perut bagian bawah

• Keputihan yang tidak biasa

Meskipun demikian, untuk memastikan apakah IUD kita bergeser atau tidak, segera periksakan ke bidan atau dokter. 

 

Photo created by benzoix - www.freepik.com