Aktif main Instagram? Pasti pernah dong, liat foto-foto kerabat atau selebgram yang menunjukkan kemesraan dengan pasangannya, terlepas dari mereka masih pacaran atau sudah menikah. Meski kini banyak yang menganggapnya wajar, namun kalau terlalu sering pamer kemesraan di media sosial tentunya akan ada pihak yang merasa risih mengingat kita masih memiliki budaya ketimuran yang cukup kuat. Masalahnya, setiap orang memiliki standar yang berbeda dalam melihat ini, bahkan Instagram sendiri tidak melarang selama tidak masuk ke dalam sejumlah kategori seperti pornografi. Lalu, jika kita ingin posting kemesraan kita dengan pasangan, apa batasannya?

Menurut Ina Luthfie, S.Psi, EMCR, Psikolog sekaligus Kalmselor di KALM, memamerkan kemesraan di depan publik atau biasa disebut PDA (Public Display of Affection) sebetulnya sah-sah saja dan merupakan hak tiap pasangan untuk melakukannya.

“PDA ini biasa dilakukan pasangan untuk menunjukkan afeksi, perasaan, maupun ingin menunjukkan pasangannya di depan orang lain baik secara langsung maupun lewat media sosial. Tapi, tentu kita harus tahu batasannya, ya,” jelasnya Ina. 

Apa batasannya? 

Tidak bisa dipungkiri, Indonesia masih memiliki budaya ketimuran yang kurang mendukung perilaku terlalu vulgar di depan umum, termasuk pamer kemesraan dengan pasangan. Bergandengan tangan, merangkul pundak pasangan, berpelukan, kebanyakan masih dianggap dalam batas wajar. Tapi, hati-hati jika sudah melebihi hal tersebut seperti berciuman atau menyentuh area-area pribadi, maka ini akan dianggap melampaui batas dan juga akan membuat tidak nyaman yang melihatnya, apalagi jika ada anak dibawah umur yang ikut melihat.

Jadi, menunjukkan kemesraan di depan publik dapat dilakukan yang sewajarnya saja, seperti dengan cara bergandengan tangan, atau sesekali merangkul, tidak perlu sering atau terus menerus. 

Kalau justru kita yang suka pamer kemesraan di media sosial, perlukah kita peduli dengan komentar orang lain? 

Sebetulnya dengan suka PDA di media sosial, itu berarti kita sudah menerima risiko yang akan muncul akibat perilaku yang kita posting di media sosial, termasuk komentar orang lain yang melihat postingan tersebut. Mau kita peduli atau tidak, itu tergantung keputusan kita. 

Perlukah menanggapi semua komen yang muncul atau biarkan saja? 

Lagi-lagi tergantung kenyamanan kita. Sebaiknya memang dipertimbangkan kembali, tujuan kita pamer kemesraan di media sosial untuk apa? Karena jika sudah mengetahui tujuan dan risikonya, kita akan lebih siap dengan apapun komentar orang lain mengenai postingan kita.

Gimana ya, cara posting momen bahagia yang aman untuk kita juga untuk orang lain?

Ketika memiliki pasangan, tentu kita terkadang ada keinginan untuk menunjukkan betapa spesial pasangan kita dan afeksi yang kita miliki untuknya. Tetapi, daripada kita sibuk memikirkan untuk menunjukkan hal-hal tersebut di media sosial atau di tempat umum, lebih baik kita fokus pada bagaimana kita memperlakukan pasangan kita, fokus untuk menjalin hubungan dan komunikasi yang lebih baik dengannya, agar hubungan kita lebih baik lagi ke depannya. 

Ingin menunjukkan kasih sayang kepada pasangan juga tidak melulu dengan kemesraan fisik saja, memberikan pujian dan posting fotonya sesekali di media sosial juga dapat menjadi cara untuk menunjukkan rasa sayang dan perhatian pada pasangan.

 

Artikel terkait:

 

Photo created by Wiroj Sidhisoradej - www.freepik.com