Varises pada betis, tentu kita sudah sering mendengar. Tapi, varises pada testis alias buah zakar? Bisa saja, lho! Varises pada testis sering disebut varikokel dan ternyata bisa menyebabkan kemandulan alias infertilitas. Varikokel juga ternyata cukup banyak ditemui, yaitu sebanyak 15% dari populasi pria dewasa dan sekitar 35% pada pria yang mengalami infertilitas primer (belum pernah punya anak setelah setahun rutin berhubungan seks).

Jadi, varikokel itu seperti apa?

Organ reproduksi pada pria terbagi menjadi dua, yaitu organ reproduksi bagian luar dan bagian dalam. Salah satu organ reproduksi pria bagian luar adalah skrotum yang merupakan kantung namun tertutup oleh kulit yang berfungsi untuk menahan testis. 

Pada skrotum terdapat pembuluh darah arteri dan vena yang mengantarkan darah ke kelenjar reproduksi. Nah, kelainan pada pembuluh darah vena di skrotum dapat menyebabkan varikokel. Sehingga, kita bisa menyimpulkan bahwa varikokel adalah pembesaran pembuluh darah vena pada skrotum. Mirip dengan varises di kaki, tapi ini pada skrotum.

Apa sih penyebab varikokel?

Sebenarnya, penyebab pastinya belum diketahui. Tapi, kemungkinan besar ada kerusakan katup di dalam pembuluh darah vena pada skrotum. Katup pada pembuluh darah vena ini sebenarnya berfungsi untuk menjaga agar aliran darah tetap ke arah yang benar. Kerusakan katup ini akan menyebabkan aliran darah tidak benar dan menyebabkan pelebaran pembuluh darah vena pada skrotum, dan terjadilah varikokel. 

Varikokel biasanya terbentuk selama masa pubertas dan berkembang seiring waktu yaitu pada pria yang berusia 15 hingga 25 tahun. 

Adakah gejalanya?

Biasanya, pria penderita varikokel akan mengalami gejala seperti berikut: 

1. Rasa sakit

Rasa sakit atau tidak nyaman yang dirasakan di bagian skrotum dan mungkin lebih sakit saat berdiri atau di sore hari. Biasanya, dengan berbaring nyeri akan berkurang

2. Massa di skrotum

Jika varikokel cukup besar, massa seperti "kantong cacing" mungkin terlihat pada skrotum. Varikokel yang lebih kecil mungkin tidak terlalu terlihat, namun biasanya akan terasa dengan sentuhan.

3. Ukuran testis berbeda

Testis yang terkena varikokel mungkin terasa lebih kecil dari testis lainnya.

Bisakah disembuhkan?

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menangani varikokel, yaitu:

1. Varikokelektomi

Varikokelektomi adalah operasi untuk mengalirkan aliran darah pada pembuluh darah vena yang melebar pada skrotum, tujuannya agar darah mengalir dengan benar dan kemudian varikokel pun menghilang. 

2. Embolisasi varikokel

Embolisasi varikokel adalah prosedur memasukan kateter kecil ke dalam pembuluh darah vena leher atau selangkangan. Sebuah kumparan kemudian dimasukan ke dalam kateter dan ke dalam varikokel. Kumparan tersebut akan menghalangi darah masuk ke pembuluh darah yang tidak normal.

Kalau dibiarkan saja, apakah berbahaya?

Varikokel dapat menyebabkan perkembangan testis yang buruk, produksi sperma yang rendah, penurunan kualitas sperma, yang dalam beberapa kasus dapat menyebabkan infertilitas atau kemandulan. Pembedahan untuk mengobati varikokel mungkin disarankan untuk mengatasi komplikasi ini. Jadi waspada ya, segera konsultasikan bila kamu mengalami gejala tersebut. Pastinya dokter akan merekomendasikan berbagai cara untuk menyembuhkan varikokel.

 

Artikel terkait:

 

Photo created by benzoix - www.freepik.com