Infertilitas (kemandulan) adalah masalah umum dengan angka kejadian lebih dari lima juta pasangan di dunia. Berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik), prevalensi infertilitas di Indonesia setiap tahun selalu meningkat. Tahun 2013, prevalensinya adalah 15% dari semua pasangan suami istri. Namun, tahun 2018, angkanya mencapai 20%. Yang belum banyak orang tahu adalah, pria pun bisa menjadi penyebab kemandulan. Bahkan, separuh dari kasus kemandulan disebabkan oleh pria.

Infertilitas sendiri diartikan dengan keadaan belum hamil walaupun sudah berhubungan secara teratur selama setahun tanpa kondom. Biasanya, pasangan yang mengalami ini akan mulai mencari tahu penyebab mengapa mereka belum memiliki anak juga. Nah, berikut beberapa peyebab kemandulan atau infertilitas pada pria.

1. Varikokel

Varikokel adalah pembengkakan pembuluh darah yang terdapat pada testis. Ini adalah penyebab paling umum dari infertilitas pria, namun masih bisa disembuhkan. Meskipun alasan pasti mengapa varikokel menyebabkan infertilitas tidak diketahui, hal itu mungkin terkait dengan aliran darah yang tidak normal. Varikokel menyebabkan penurunan kuantitas dan kualitas sperma.

2. Infeksi

Beberapa infeksi dapat mengganggu produksi sperma dan kesehatan sperma atau dapat menyebabkan jaringan parut yang menghalangi jalannya sperma. Ini termasuk radang epididimis (epididimitis) atau testis (orkitis) dan beberapa infeksi menular seksual, termasuk gonore atau HIV. Hati-hati ya, beberapa infeksi dapat menyebabkan kerusakan testis permanen.

3. Masalah ejakulasi

Ejakulasi retrograde terjadi ketika air mani memasuki kandung kemih selama orgasme bukannya keluar dari ujung penis. Berbagai kondisi kesehatan dapat menyebabkan ejakulasi retrograde, termasuk diabetes, cedera tulang belakang, obat-obatan, dan operasi kandung kemih, prostat, atau uretra.

4. Antibodi yang menyerang sperma

Antibodi anti-sperma adalah sel sistem kekebalan yang secara keliru mengidentifikasi sperma sebagai zat berbahaya sehingga tubuh berusaha menghilangkannya.

5. Tumor

Kanker dan tumor tidak ganas dapat memengaruhi organ reproduksi pria secara langsung, melalui kelenjar yang melepaskan hormon yang berhubungan dengan reproduksi, seperti kelenjar pituitari, atau melalui penyebab yang tidak diketahui. Dalam beberapa kasus, pembedahan, radiasi atau kemoterapi untuk mengobati tumor, dapat memengaruhi kesuburan pria.

6. Testis tidak turun

Pada beberapa pria, selama perkembangan janin, satu atau kedua testis gagal turun dari perut ke dalam kantung yang biasanya berisi testis (skrotum). Penurunan kesuburan lebih mungkin terjadi pada pria yang memiliki kondisi ini.

7. Ketidakseimbangan hormon

Infertilitas dapat terjadi akibat kelainan pada testis itu sendiri atau pada sistem hormonal lainnya termasuk kelenjar hipotalamus, hipofisis, tiroid, dan adrenal. Testosteron rendah (hipogonadisme pria) dan masalah hormonal tadi bisa menyebabkan infertilitas.

8. Penyumbatan

Penyumbatan dapat terjadi pada tingkat manapun, termasuk di dalam testis, di saluran yang mengalirkan testis, di epididimis, di vas deferens, di dekat saluran ejakulasi atau di uretra. Jika masih bingung tentang apa saja organ reproduksi pria dan fungsinya, baca di sini.

9. Cacat kromosom

Kelainan bawaan seperti sindrom Klinefelter — di mana laki-laki dilahirkan dengan dua kromosom X dan satu kromosom Y (bukan satu X dan satu Y) — menyebabkan perkembangan abnormal pada organ reproduksi pria. Sindrom genetik lain yang terkait dengan infertilitas termasuk cystic fibrosis dan sindrom Kallmann.

10. Masalah dengan hubungan seksual

Masalah yang mungkin menjadi penyebab adalah disfungsi ereksi (kesulitan mempertahankan ereksi yang cukup untuk penetrasi), ejakulasi dini, hubungan seksual yang menyakitkan, kelainan anatomi seperti memiliki lubang uretra di bawah penis (hipospadia), atau masalah psikologis atau masalah dengan pasangan yang mengganggu hubungan seks.

11. Penyakit celiac

Penyakit celiac adalah gangguan pencernaan yang disebabkan oleh kepekaan terhadap protein yang ditemukan dalam gandum yang disebut gluten. Kondisi ini dapat menyebabkan infertilitas pria. Kesuburan dapat meningkat setelah menerapkan pola makan bebas gluten.

12. Obat-obatan tertentu

Terapi penggantian testosteron, penggunaan steroid anabolik jangka panjang, obat kanker (kemoterapi), beberapa obat maag, beberapa obat radang sendi, dan obat tertentu lainnya dapat mengganggu produksi sperma dan menurunkan kesuburan pria.

Apakah kemandulan bisa disembuhkan?

Dari 12 penyebab infertilitas di atas, sebagian besar merupakan penyebab yang reversibel alias bisa disembuhkan. Karena itu, kita perlu berkonsultasi dulu pada dokter untuk mengetahui penyebab pastinya. Dari situ, dokter bisa menentukan jenis pengobatan yang tepat, jika memang penyebabnya masih bisa diobati. 

Bisakah dicegah?

Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mencegah terjadinya beberapa penyebab infertilitas di atas, yaitu: 

1. Tidak merokok (termasuk vaping)

2. Batasi atau hindari alkohol

3. Jauhi obat-obatan terlarang

4. Pertahankan berat badan ideal

5. Jangan lakukan vasektomi

6. Hindari hal-hal yang menyebabkan panas berkepanjangan pada buah zakar

7. Mengurangi stres

8. Hindari paparan pestisida, logam berat, dan racun lainnya

Jika ingin tahu lebih dalam tentang kesehatan sperma, baca artikel “5 Cara Meningkatkan Kesehatan Sperma" di sini.

 

 

 

Photo created by freepik - www.freepik.com