Sintia (nama samaran) menjadi korban pernikahan sesama jenis dengan seorang wanita yang mengaku sebagai pria dan berprofesi sebagai dokter. Mereka saling mengenal lewat media sosial. Pelaku mengaku KTP-nya sedang diperbarui sehingga korban tak bisa memastikan apakah pelaku laki-laki tulen. Namun, tante pelaku meyakinkan Sintia lewat telpon bahwa pelaku adalah lelaki. Hanya bermodal hal tersebut dan sejumlah cerita bohong pelaku, Sintia pun percaya. Hal ini memang bisa terjadi pada siapapun yang mencari jodoh lewat media sosial. Namun, kita tetap perlu mengecek latar belakang calon pasangan agar tak tertipu seperti Sintia. 

Kenapa sih perlu cek latar belakang? Saya sudah percaya, kok… 

Kita tak tahu kebenaran di balik ceritanya atau apakah ia benar ‘nyata’ dengan profilnya. Dengan kecanggihan teknologi, foto bisa direkayasa, identitas pun bisa dibuat hanya bermodal kisah orang lain di Google. Jadi, tak ada salahnya kok mengecek latar belakang supaya kita tak ‘membeli kucing dalam karung’ dan malah terseret kasus. Ini hal yang perlu kita cek sebelum memutuskan untuk serius dengan si dia.

1. Cek teman atau kerabat di sosial medianya 

Tak punya akses langsung ke keluarganya dan hanya mengenal lewat media sosial? Kini saatnya telusuri latar belakangnya lewat teman atau kerabat dekatnya di media sosial yang mutual alias terkoneksi dengan kita. Sekadar berbincang cari tahu seperti apa sih pasangan sebelum kenal dengan kita, bagaimana kehidupan sosialnya, dan juga latar belakang keluarganya. Tak punya satupun teman yang mutual dengan dia? Nah, kalau ini, kita perlu “investigasi” yang lebih dalam lagi alias perlu lebih sering bertemu dan mengenal lingkungannya sebelum yakin berkata “iya” pada pernikahan. 

2. Cek identitas

Tak apa lho, mengecek identitas diri untuk meyakinkan bahwa ia adalah sosok yang sebenarnya. Selain itu, mengecek identitas pasangan juga diperlukan untuk memastikan ia benar lajang saat menikahi kita. Kalaupun ia sudah pernah menikah, pastikan apakah ada anak hasil pernikahannya dan bagaimana statusnya. Jangan sampai, ketika sudah berjalanan menuju hari H kita malah disuguhi fakta yang membuat segalanya bisa jadi runyam. 

3. Informasi finansial 

Ingatkah kasus Simon Leviev di The Tinder Swindler yang ternyata adalah penipu handal berkedok pria kaya raya di depan semua wanita kenalannya di dunia maya? Atau, sebuah kasus beberapa tahun lalu di mana pria menikah hanya karena butuh melunasi hutangnya (yang kemudian ia rampas dari istri barunya). Duh, jangan sampai ya hal ini terjadi pada kita. Cek informasi finansial pasangan sangat penting, bukan cuma sekadar meyakinkan bahwa pasangan ‘bersih’ dari kejahatan keuangan tapi juga antisipasi jika ia memiliki hutang yang mungkin akan membebani kita pasca menikah. 

4. Catatan kriminal 

Sama seperti sebuah perusahaan yang ingin memastikan karyawannya bebas dari catatan kriminal, sebagai pasangan tentu kita juga menginginkan hal yang sama. Karena kita tak pernah tahu di balik media sosial yang digunakan, pernahkah ada kasus di baliknya. Kita bisa mengecek langsung data pasangan ke kepolisian atau lewat SKCK-nya (Surat Keterangan Catatan Kepolisian).

Mengecek latar belakang calon pasangan tak menjadikan kita seseorang yang “curigaan” atau enggak percaya dengannya. Tapi, sebagai langkah kesiapan kita ‘mengundang’ pasangan masuk ke dalam kehidupan kita. Tentunya, kita ingin dong pasangan yang kita pilih benar sesuai dengan kita kenal dan memiliki latar belakang yang bisa kita terima apapun bentuknya. 

 

Artikel terkait:

 

Photo created by cookie_studio - www.freepik.com