Walau parasnya menggemaskan dan suka bertingkah laku unik serta lucu, tapi rupanya tak semua orang suka dengan anak kecil. Ada yang terbiasa berinteraksi dengan anak, ada yang malah segan dan bingung menghadapi mereka. Gimana dengan calon pasangan? Kalau dia bisa suka, dekat, dan senang dengan anak kecil tentu jadi nilai plus dong untuk kita! Kira-kira bisa berinteraksi dengan anak kecil bisa jadi pertanda kita siap punya anak enggak, sih? 

“Enggak ada rumus pasti kapan kita siap punya anak” 

Ujar Paramita Indraswari, M.Psi, Psikolog dari Insight Psikologi. Siap atau tidaknya punya anak, tergantung pada kedua belah pihak (suami maupun istri). Kenapa? Karena dalam pengasuhan butuh kerjasama keduanya. Idealnya nih, dari sebelum menikah kita sudah punya visi dan misi dalam membina keluarga yang salah satunya tentang anak. Bukan sekadar menentukan jumlah anak, tapi juga kesiapan mental calon ayah dan ibu, kesiapan finansial, juga kesiapan faktor pendukung (support system). 

Apa sih, sisi positif menyukai anak kecil? 

Oh, banyak! Dengan menyukai anak kecil, kita bisa jadi lebih ekspresif, luwes dalam bermain dan punya keyakinan untuk bisa menjaga. 

Baca: Siapkah Kita Menjadi Orang Tua? Cek Dulu di Sini!

Gimana kalau kita wanita, tapi cenderung enggak suka dengan anak kecil? 

Tenang saja, naluri ibu akan muncul dengan sendirinya kok. Bisa di saat sebelum menikah, ketika hamil, atau malah pasca melahirkan. Kita juga bisa, kok melatih diri untuk terbiasa dengan anak-anak supaya enggak “kagok” di kemudian hari. 

Jika profesi membuat kita sering berinteraksi dengan anak, apakah kelah lebih mudah adaptasi ketika punya anak?

Ya, menjadi guru TK atau pekerjaan lain yang berada di sekitar anak bisa membuat kita punya pemahaman tentang anak. Misalnya, fase tumbuh kembangnya, cara berkomunikasinya, sehingga kita pun secara tidak langsung belajar untuk lebih sabar dan telaten saat berinteraksi dengan mereka. Walaupun, mengasuh anak sendiri tentu berbeda ya. Akan perlu proses adaptasi untuk bisa mengasuh dan membesarkan anak sendiri. 

Sudah pernah mengurus keponakan, nih.. berarti sudah punya modal ya untuk mengurus anak sendiri? 

Kalau megurusnya di satu rumah yang sama, bisa jadi iya. Tapi, kalau hanya memberikan bantuan di saat tertentu, tentu saja berbeda. Saat mengurus anak, kita dan pasangan memiliki tanggung jawab 24 jam penuh secara lahir dan batin. 

Tapi, calon pasangan enggak terbiasa dan canggung dengan anak kecil, apa ini berarti ia belum siap punya anak? 

Belum tentu! Rasa canggung dengan anak kecil bisa saja terjadi karena memang tak terbiasa berada di sekitar mereka atau punya kejadian trauma di masa lalu. Ini PR kita untuk membahas lebih lanjut dengan pasangan, kira-kira gimana ya solusinya supaya bisa nyaman program punya anak tanpa ada rasa cemas? 

Saatnya kompromi, lalu mencari jalan yang terbaik. Kita juga bisa lho menunjukkan serunya bermain dengan anak. Sesekali, bisa juga dicoba untuk memberikan tawaran menjaga keponakan atau anak kerabat beberapa jam bersama calon pasangan (tentu atas seizinnya, ya). Siapa tahu, dengan mencoba interaksi bersama anak, pasangan mulai bisa melunak. 

Baca: Siapkan 10 Hal Ini Sebelum Berencana untuk Menikah

Pentingnya visi misi keluarga sebelum mempunyai anak

Inilah perlunya pemahaman pengasuhan anak dari sejak pacaran atau merencanakan pernikahan. Supaya enggak kaget ketika sudah menikah dan ingin memiliki anak. Visi dan misi tentang keluarga penting sekali dibahas sejak dini. Dengan adanya persiapan yang matang, diharapkan proses adaptasi memiliki anak bisa lebih mudah. 

Jangan sampai, ketika kita harus menjalani peran sebagai orang tua, kita malah bingung, baik secara finansial maupun mental. Enggak perlu panik kalau memang enggak senang dengan anak kecil. Ingat, kita bisa karena terbiasa. Paling tidak, kita membuka diri untuk mau berusaha dan tak henti belajar sepanjang usia. Takut melakukan kesalahan? Wajar saja. Yang penting mau tetap terus berusaha yang terbaik! 

Jika ingin berkonsultasi dengan psikolog/konselor secara online, kunjungi website Insight Psikologi.

 

Photo created by pch.vector - www.freepik.com