Merawat bayi tentu membutuhkan ketelatenan dan kesabaran. Itulah mengapa pasangan muda kerap meminta bantuan orang tua mereka, meskipun hanya sesekali menitipkan anak saat ada tugas mendadak. Tanpa kita sadari, orang tua kita kini sudah lansia. Meski masih bisa bermain dan menjaga cucu, namun kondisi fisik mereka sudah tak seprima dulu. Kita pun harus “bergantian” merawat mereka, khususnya ketika pandemi COVID-19 belum usai. Salah satu cara yang paling efektif adalah dengan mengajak lansia kita melakukan vaksinasi COVID-19 lengkap, untuk menyiapkan kekebalan tubuh mereka menghadapi virus yang belum ada obatnya ini.

Penurunan fungsi tubuh lansia

Untuk memahami mengapa lansia sangat disarankan untuk vaksinasi COVID-19 lengkap, kita harus memahami bahwa secara alami lansia akan mengalami penurunan fungsi tubuh pada: 

  1. Fungsi pendengaran
  2. Fungsi penglihatan
  3. Fungsi pernapasan dan kardiovaskuler
  4. Fungsi kognitif seperti daya ingat, kemampuan memahami, memecahkan masalah, serta  kemampuan dalam mengambil keputusan 
  5. Berkurangnya kepadatan tulang sehingga memengaruhi kekuatan tubuh 
  6. Munculnya masalah kulit
  7. Indera pengecap dan penciuman

Secara umum, penurunan fungsi tubuh tersebut membuat lansia lebih mudah tertular COVID-19. Lansia juga lebih mudah mengalami gejala berat dan perlu perawatan di rumah sakit jika terkena COVID-19. Risiko meninggal jika terkena COVID-19 pun lebih tinggi.

Bagaimana vaksinasi COVID-19 dapat membuat lansia lebih terlindungi dari COVID-19?

Sebenarnya, vaksin COVID-19 mengandung virus penyebab COVID-19 yang sudah dilemahkan. Jika sudah mendapatkan suntikan vaksin COVID-19, tubuh lansia akan membentuk kekebalan terhadap virus penyebab COVID-19, yaitu dengan cara mengenali atau mengingat cara melawan infeksi virus tersebut. Sehingga, jika di kemudian hari virus corona menyerang, tubuh lansia sudah tahu bagaimana harus melawan. Hal ini berlaku untuk semua jenis vaksin COVID-19.

Perlukah tetap menerapkan prokes setelah divaksinasi?

Tentu saja perlu. Tubuh lansia memerlukan waktu beberapa minggu setelah vaksinasi untuk memproduksi kekebalan berupa sel limfosit T dan limfosit B. Terkadang, lansia bisa saja terinfeksi COVID-19 sesaat atau setelah vaksinasi ketika vaksin belum cukup waktu untuk memberikan perlindungan. 

Karena itu, beri tahu orang tua kita untuk tetap menaati protokol kesehatan dengan cara menggunakan masker, cuci tangan dengan sabun, menjaga jarak ketika berada di luar rumah, dan menghindari kerumunan.

Seberapa besar kemungkinan lansia terkena COVID-19 setelah vaksinasi?

Vaksinasi COVID-19 bukan berarti lansia tak mungkin tertular COVID-19 sama sekali. Penularan masih bisa terjadi, namun vaksinasi menurunkan risiko terjadinya gejala berat yang dialami oleh lansia jika terinfeksi virus, juga menurunkan risiko ancaman kematian bagi lansia. 

Selain itu, vaksinasi COVID-19 yang diberikan kepada lansia juga bermanfaat untuk melindungi anggota keluarga lainnya yang tinggal bersama lansia, termasuk anggota keluarga yang belum memenuhi syarat mendapatkan vaksinasi. Yang perlu diingat, perlindungan maksimal dari COVID-19 hanya terjadi jika lansia mendapatkan vaksinasi lengkap.

Jadi, tetap ajak orang tua kita untuk melakukan vaksinasi lengkap dua dosis agar tetap aman beraktivitas!

#SemangatDapatVaksinasiLengkap #SIAPvaksinasi #VaksinCOVID-19

 

Artikel terkait:

Photo created by pressfoto - www.freepik.com